Mengajak Anak Nonton Film, Apa Saja Pertimbangannya?

Buat saya, film itu ibarat pisau bermata dua karena punya dampak negatif dan postif sekaligus. Karena begitu besar pengaruhnya, saya pun perlu ekstra hati-hati dalam memilih tayangan film untuk anak. Apa saja pertimbangannya?

Saya  : “Bumi, kamu suka nonton film BoBoiBoy kan?”

Bumi : “Wah.. suka banget, Bu… aku kan suka cerita ke Ibu kalau aku suka nonton di TV”

Saya : “Oh, iya…. menurut Bumi, kenapa kamu suka film itu?”

Bumi : “Lucu, bu… aku tuh paling suka sama Gopal karena dia bisa mengubah suatu benda jadi makanan. Coba aku punya kekuatan kaya gitu, ya,  Bu. Kan enak, jadi gampang kalau mau makan apa saja”

Kira-kira begitulah celoteh anak saya mengenai salah satu film kartun kegemarannya, BoBoiBoy. Berhubung beberapa waktu lalu BoBoiBoy: The Movie tayang di Indonesia, saya pun lantas mengajak Bumi untuk nonton. Begitu melihat trailer film-nya, saya cukup tertarik. Saya bisa melihat kalau jalan ceritanya menarik dan memang dibuat khusus untuk anak-anak, dengan aksi seru serta dialog yang bisa ditangkap oleh anak-anak. Serta mencerminkan semangat anak-anak dalam keseharian mereka.

BoBoiBoy_The_Movie

Urusan mengajak anak nonton film memang sangat individual, tapi kalau saya dan suami termasuk cukup hati-hati. Ada banyak sekali pertimbangan yang kami pikirkan lebih dulu. Mentang-mentang anak suka dan merengek untuk menonton, tidak serta merta membuat saya ‘meleleh’ dan mau mengajaknya. Bukan apa-apa, faktanya masih banyak sekali orangtua yang terlihat memaksakan mengajak anak nonton super hero dengan alasan karena anaknya penggemar tokoh super hero tersebut. Padahal jelas-jelas rating filmnya bukan G (General Audiences), yang artinya film ini bisa ditonton oleh segala usia, karena di dalamnya tidak ada kata-kata kasar, adegan telanjang atau narkoba.

Kalau katanya Dr Frieda Mangunsong, M.Ed, Associate Professor dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, film adalah salah satu media yang mampu memengaruhi anak-anak bahkan sejak mereka bayi sekalipun. Dari film, anak-anak bisa mendapatkan berbagai hal mulai dari meniru kata-kata, mengenal warna, benda, gerakan, musikalitas, ritme dan banyak hal. Singkatnya, tontonan dalam film merupakan salah satu “model” yang menarik dan mudah ditiru oleh anak-anak.

Selain itu, nilai-nilai yang dibawa dalam sebuah film juga penting untuk kita pilah-pilah. Sebaiknya anak-anak kita ajak menonton film yang mengandung nilai-nilai positif yang bisa mereka terapkan di kehidupan nyata. Seperti nilai pertemanan yang energik, aktif, imaginatif dan fun. Nilai inilah yang coba ditanamkan oleh BoBoiBoy, yang juga sesuai dengan semangat yang dimiliki Indomilk – sahabat keluarga Indonesia untuk memenuhi kecukupan gizi sehari-hari.

ANAK MENONTON

Jadi, IMHO, selain perlu mendampingi anak saat menonton dan mendiskuiskannya lebih lanjut, ada baiknya langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memilihkan tayangan sesuai usia anak.

Harapan saya ini bisa dipenuhi lewat film animasi BoBoiBoy: The Movie. Ceritanya dimulai dengan adegan saat komplotan alien yang bernama “The Tengkotak” datang ke bumi dan berniat untuk menculik Ochobot untuk mengetahui kekuatan Sfera Kuasa. Untuk itu BoBoiBoy beserta beberapa sahabatnya tentu saja tidak mau berdiam diri. Mereka berusaha menyelamatkan Ochobot dan Sfera Kuasa.

Petualangan BoBoiBoy bersama para sahabatnya inilah yang membuat film ini jadi seru dan menegangkan. Tapi, nggak cuma itu saja, lho, soalnya sang sutradara merangkap penulis naskah, Nizam Razak yang dibantu Anas Abdul Aziz mengemas film ini dengan cerita dengan pesan penting di dalamnya. Salah satunya adalah betapa pentingnya belajar untuk bekerja sama dan saling menghargai, termasuk betapa pentingnya nilai pertemanan.

Asiknya lagi, selain bisa menikmati tontonan secara visual yang bisa menghibur, anak saya pun bisa turut berimajinasi dan merasakan bagaimana keseruan menjadi seorang jagoan. Caranya, tentu saja lewat  papan permainan BoBoiBoy yang ditawarkan Indomilk. Sejauh ini, anak saya masih sering mengajak bermain ketika libur akhir pekan dan terus mengumpulkan karakter jagoan dari kemasan susu.

Bagaiamana dengan pandangan Mommies yang lain, ketika memilihkan sebuah film untuk anak-anak apa saja, sih, yang jadi pertimbangan? Share, dong!


Post Comment