Milestone Saya Sebagai Seorang Ibu

Hampir 10 tahun menjadi seorang ibu dari dua anak laki-laki, saya merasa bahwa sejauh ini milestone saya sebagai seorang ibu masuk dalam kategori luar biasa.

Seberapa sering kita mengingat atau mengabadikan tahapan-tahapan penting yang terjadi pada anak kita sejak mereka masih di dalam kandungan hingga mereka tumbuh besar seperti hari ini? Sering banget pastinya . Tapi pernahkah kita mundur sejenak dan memerhatikan tahapan-tahapan penting kita sebagai seorang ibu? Milestone kita sebagai seorang ibu? Jadi kali ini saya ingin sedikit berbagi mengenai milestone saya sebagai seorang ibu selama hampir 10 tahun.

milestone ibu

MIilestone saya sebagai seorang ibu dimulai sejak masa kehamilan. Pertama kali dua garis nongol di test pack, saya tidak seperti mom-to-be lainnya yang berkaca-kaca saking bahagia, yang ada malah perasaan takut dan sebal karena jujur saja saat itu saya belum ingin hamil. Tapiii, seraya waktu berlalu, saya bisa menumbuhkan rasa cinta pada ‘seonggok’ mahluk yang tumbuh di dalam rahim saya. Itu milestone pertama dan yang paling utama bagi saya sebagai seorang ibu…. MENCINTAI SESEORANG SEBELUM SAYA MENGENALNYA.

Milestone berikutnya terjadi ketika proses melahirkan terjadi…. saya rela berjuang mempertaruhkan nyawa saya untuk mengeluarkan bayi mungil ke dunia dan mengenalkannya pada arti sebuah kehidupan.

Dan selanjutnya, selalu ada tahapan-tahapan baru yang saya alami… yang membuat saya semakin terlatih sebagai orang tua.

Rasa bahagia ketika melihat mereka tersenyum, memeluk saya, memandangi mereka tidur dan melihat mereka bisa mencapai milestonenya sendiri.

Rasa takut dan khawatir yang baru kali ini saya rasakan….. yang membuat saya berulang kali membatin seandainya bisa itu ditukar dengan diri saya. Yes, saat anak sakit, anak terluka, anak sedih.

Rasa bangga ketika melihat mereka memasuki dunia pendidikan untuk pertama kalinya.

Dan masih banyak rasa-rasa lain, serta milestone-milestone lain yang saya yakin akan terus tetap ada selama saya masih menyandang gelar ibu. Dan setelah dipikir-pikir saya merasa puas dengan pencapaian saya selama ini lho :D. Bukan berarti saya tidak pernah melakukan kesalahan (yang sudah pasti itu merupakan hal mustahil), namun setidaknya saya melihat bahwa kedua anak saya tumbuh menjadi anak-anak yang sehat secara fisik dan mental, berkelakuan baik, saya juga masih waras sebagai seorang ibu dan masih mencintai apa yang saya miliki di luar urusan anak dan rumah.

Jadi, tahapan penting apa yang sudah Anda lalui sebagai orang tua? Di luar itu, apakah karier Anda juga berjalan sesuai milestone? Dan bagaimana dengan milestone pernikahan Anda? Jangan sampai kesibukan kita membuat kita lupa untuk mundur sejenak dan mereview kembali sudah tepatkah langkah kita?

Di bulan ini juga juga akan datang bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Muslim, bulan Ramadhan, bulan yang suci. Selamat menjalani puasa untuk para Mommies yang menjalani. Semoga semua berjalan lancar dan menjadi berkat untuk kita semua.


2 Comments - Write a Comment

  1. Hi mba… terima kasih untuk artikelnya yang bagus…
    Saya juga lagi mengalami hal yg sama ketika dibilang saya hamil, saya bukannya seneng, saya malah sedih, kuatir, takut karena saya sebenernya belum siap di usia pernikahan 6bulan.. berbeda dengan suami, dia sangat senang sekali pas tau saya hamil…
    Saat ini saya lagi ditahap seperti mba yaitu mencintai seonggok daging yg ada di rahim saya… dan sedikit demi sedikit saya mulai mencintai daging ini…

Post Comment