Semua Murid dan Semua Guru

Karena semua orang adalah murid yang terus belajar. Pada saat yang bersamaan, semua orang juga bisa menjadi guru bagi orang lain.

Kita adalah semua murid dan semua guru. Siapa yang setuju degan kalimat ini? kalau saya, sih, jelas saja iya. Sebagai orangtua saja, saya sering kali merasa kalau saya ini adalah muridnya anak saya. Paling nggak, menjadi orangtua membuat saya belajar banyak hal, termasuk harus belajar sabar dan mengelola emosi dengan baik.

Harapannya, sih, apapun profesi yang saya lakukan, baik ketika berperan sebagai ibu dan istri di rumah, ataupun saat menjadi jurnalis, saya bisa memberikan kontribusi yang baik sesuai kapasitas. Syukur-syukur hasilnya bisa menginspirasi dan bermanfaat untuk orang lain.

Berkaitan dengan judul yang saya buat di atas, saya rasa Mommies sudah ngeh kalau bulan Mei ini berlangsung festival Pesta Pendidikan 2016 dengan tajuk “Semua Murid Semua Guru”. Acara ini berlangsung di area halaman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Mall FX Sudirman, Jakarta. Ada yang ke sana?

Kebetulan, Minggu kemarin, 29 Mei, saya datang dan mengikuti beberapa talkshow-nya. Festivalnya sendiri dimulai pukul 05.45 – 18.00 WIB dengan rentetan kegiatan yang menginspirasi oleh beragam profesi dan puluhan komunitas yang telah bergerak untuk pendidikan Indonesia. Tercatat ada 100 lebih komunitas dan organisasi yang mendukung Pesta Pendidikan (PeKan).

Aaah… kalau ngomongin masalah pendidikan saya sendiri cukup sadar kalau pendidikan ini merupakan proses yang sangat panjang dan tidak akan bisa berhenti pada satu titik. Semua orang dari berbagai lapisan pun perlu saling bergandengan tangan. Seperti yang dikatan Najelaa Shihab, penggiat dan penggagas Pesta Pendidikan, “Kebangkitan pendidikan Indonesia,  memerlukan keterlibatan segala pihak termasuk publik. Festival Publik ini merupakan perayaan barengan bersama individu, komunitas dan organisasi yang mendukung Pesta Pendidikan dalam menghasilkan inovasi, praktik-praktik cerdas dan teladan di lapangan yang kontruktif bagi kemajuan Indonesia.

pesta pendidikan1

Waktu itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan juga sempat datang. Ia menekankan kalau mendidikan adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. “Kita adalah subjek dan sekaligus objek pendidikan, dan dengan demikian sudah menjadi tugas kita semua untuk menggerakkan pendidikan dan memastikan kalau anak-anak Indonesia menyadari pentingnya pendidikan berkualitas untuk membekali mereka menyongsong masa depannya kelak,” paparnya.

Sebagai pembuka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI turut merayakan puncak hari pendidikan nasional bersama komunitas dan organisasi yang terlibat di Pesta Pendidikan serta masyarakat umum di area Kemendikbud dengan menggelar lari bersama 100 Murid 100 Guru; berjalan melewati diorama hidup yang akan mewakili 4 tema PeKan yaitu Kembali Belajar, Menjadi Teladan,  Menghubungkan Praktik Baik dan Semua Murid Semua Guru, dimana Jalur Rempah dan Jalur Maritim dimunculkan sebagai refleksi sejarah Indonesia.

Sementara di Mall FX, Sudirman juga banyak sekali rangkaian Festival Publik yang sudah dipersiapkan bagi anak, keluarga, komunitas dan pengunjung umum. Saya sendiri saat datang ke sini bisa mendaatkan pengalaman langsung danmelihat begitu banyakanya nyata komunitas kepada dunia pendidikan berbagai cara yang mereka tempuh. Nggak cuma talkshow, kemarim saya pun menikmati beragam pertunjukan seni dan hiburan.

pesta pendidikan

Salah satu talkshow yang saya ikuti di panggung utama menganggkat topik “Literasi Membangun Negeri” dengan nara sumber Anies Baswedan, , Najwa Shihab yang menjadi Duta Baca Indonesia, Gola Gong, penulis dan Pendiri Rumah Dunia serta Aan Mansyur, penulis dan Pegiat Literasi dengan moderator Firman Venayaksa. Dalam talkshow tersebut dipaparkan kalau tingkat kemampuan membaca dan menulis masyarakat Indonesia masing sangat  ketinggalan. Bahkan, Indonesia berada di urutan ke-60 dari total 61 negara. Duh, menyedihkan, ya?

Melihat kondisi ini, Bapak Anies, mengatakan bahwa sebaiknya kita tidak menjadi pesimis namun menjadi maupun mendukung pegiat pendidikan untuk mengingatkan pentingnya membaca sehingga minat membaca juga meningkat. Oleh karena itulah, dengan adanya para pegiat seperti Perahu Pustaka, Kuda Pustaka dan Komunitas Membaca sangat membantu menumbuhkan kesadaran minat baca. Aan Mansyur mengatakan bahwa masyarakat Indonesia harus diingatkan untuk kembali membaca buku dan dicarikan pendekatan-pendekatan yang unik agar menarik bagi generasi muda, termasuk anak-anak kita.

Setuju, dong, ya?

 


Post Comment