Tips Menjadi Tuan Rumah Acara Playdate si Kecil

Ditulis oleh: Nayu Novita

weekend besok rumah kita menjadi tempat untuk playdate? Yuk cek tips menjadi tuan rumah acara playdate si kecil. 

Punya dua orang anak membuat saya cukup berpengalaman menjadi nyonya rumah acara playdate. Catat, ya: ber-pe-nga-la-man! Soalnya, jujur saja deh, menggawangi acara playdate anak-anak itu jauuuh lebih susah ketimbang menjadi nyonya rumah acara arisan.

Berhubung kami tak punya asisten rumah tangga, alhasil segala sesuatunya mesti saya kerjakan sendiri—mulai dari menyiapkan makanan, melerai pertengkaran, sampai mendampingi jika ada anak yang mau menggunakan kamar mandi. Nggak akan mungkin menemukan masalah seperti ini di acara arisan, yang biasanya dihadiri oleh ibu-ibu yang berdandan rapih, kan?

Jauh dari rapih, di kala playdate, pemandangan seperti inilah yang lumrah kita temui: mainan berantakan, kamar acak-acakan, dan makanan berceceran. Kalau weekend ini kebetulan Mommies ketempatan sebagai tuan rumah, coba saja lakukan apa yang biasa saya lakukan:

menjadi tuan rumah acara playdate

1. Menu simpel tapi seru
Yang namanya anak-anak itu biasanya selalu merasa lapar. Kalau bukan makanan berat, minimal mereka ingin ngemil di sela-sela acara main. Makanya, pastikan tersedia stok makanan dan camilan di rumah Anda. Tak perlu bereksperimen dengan menu sophisticated (ingat, fokusnya adalah membuat anak-anak senang, bukan membuat orangtua mereka terkesan), karena biasanya menu-menu simpel yang justru mampu mengundang selera makan, seperti chicken nugget & dory fish stick (versi homemade, yaaa biar sehat), roti selai, kentang goreng, puding, jus, es krim, dan sejenisnya.

2. Tanya kebiasaan masing-masing anak
Setiap anak punya kesukaan dan kebiasaan berbeda, terutama anak-anak yang masih kecil. Ada yang hanya mau makan kalau diberi kecap, ada yang tidak mau bajunya kena basah sedikit pun, ada yang hanya mau pipis kalau ditanya—sehingga berisiko ngompol, dan—ini yang paling penting, ada yang tidak boleh makan makanan tertentu karena alergi. Tanyakan kepada orangtua masing-masing anak.

3. Batasi area bermain
Namanya juga anak-anak, kehebohan tak mungkin bisa dihindari kala mereka bermain. Tapi, Anda bisa kok meminimalisir area “kerusuhan” dalam batas-batas tertentu. Sebelum anak-anak bermain, saya selalu berpesan bahwa kamar tidur orangtua dan kamar tidur kakak—atau kamar adik, tergantung teman-teman siapa yang sedang berkunjung, adalah area “bebas mainan”. Begitu pula dengan daerah sekitar mesin cuci dan ruang jemur yang lantainya licin.

4. Buat aturan main
Saya menerapkan aturan main dalam acara playdate. Contoh, jenis-jenis mainan seperti bola sepak, cat air, pistol air, dan gelembung sabun hanya boleh dimainkan di kebun, tidak di dalam rumah. Terbayang kan, betapa repotnya membersihkan percikan cat dan sabun di atas perabotan? Saya juga membiasakan anak-anak untuk beres-beres mainan bersama setelah acara bermain usai. Minimal, kita ikut menanamkan kebiasaan baik untuk bersikap tertib meski sedang bersenang-senang.

5. Biarkan bebas bermain
Ingin membuat acara playdate lebih berkesan dengan merancang acara masak-memasak, melukis bersama, atau bermain panggung boneka? Sah-sah saja, dong, tapiii… jangan berlebihan mengatur skenario acara sehingga mengakibatkan anak-anak tidak bebas bermain. Bukan cuma membatasi gerak anak—yang berisiko membuat mereka bosan, acara playdate yang terlalu diatur juga berpotensi membuat mama sebagai nyonya rumah kelelahan. Bisa-bisa, Anda kapok ketempatan untuk kesekian kalinya!


Post Comment