6 Aturan Menjalani Bisnis Bersama Sahabat Sendiri

Saat menemukan partner bisnis yang tepat dan dia adalah sahabat kita sendiri, hal apa saja yang perlu kita perhatikan agar jangan sampai hubungan pertemanan yang selama ini sudah terjalin malah rusak sama sekali?

Mama saya pernah bilang, jangan pernah pinjam meminjam uang dengan sahabat, apalagi mengelola bisnis bersama. Karena kalau tidak berjalan lancar, malah akan merusak semuanya. Siapa yang setuju dengan pendapat mama saya? Awalnya saya satu pikiran dengan mama saya. Apalagi kalau urusan pinjam meminjam. Lah, masa gara-gara uang 1 juta nggak balik, persahabatan yang sudah dijalin dari zaman kita masih ingusan terus bubar begitu saja?

Ada memang contoh saat persahabatan rusak karena uang, tapi nggak sedikit juga bukti yang menunjukkan persahabatan dan bisnis bisa kok berjalan beriringan, asal masing-masing pihak tahu aturan mainnya. Aturan apa yang perlu kita ketahui, kalau memang kita ada rencana untuk menjalankan bisnis bersama sahabat? Melansir dari situs working mother, ada beberapa poin yang rasa-rasanya memang bisa banget diterapkan.

Menjalankan bisnis dengan sahabat

1. Pastikan bahwa kita memang cocok sebagai rekan bisnis
Cocok berteman sekian belas tahun tidak menjamin kita pasti cocok menjadi rekan bisnis. Karena ada sifat-sifat lain yang dibutuhkan jika ingin memulai sebuah bisnis. Bagaimana cara sahabat kita dalam urusan tanggung jawab, sejauh mana dia berani mengambil risiko atau seberapa cepat dia mengambil keputusan mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan untuk kita. Pastikan kita memiliki value yang sama, etos kerja dan visi bisnis yang sama.

2. Bicarakan semua secara detail jauh-jauh hari sebelumnya
Jangan pernah berpikir “Nanti ajalah dipikirin,” atau “Besok ajalah diomongin.” Bicarakan dengan detail mengenai pembagian tugas satu sama lain, jabatan hingga gaji masing-masing. Semakin kita menunda membicarakan ini semakin besar kemungkinan terjadi salah paham.

3. Memahami perbedaan adalah kunci
Kadang-kadang, sebuah kerjasama bisa berjalan dengan lancar dan sukses karena dijalankan oleh orang-orang yang memiliki perbedaan kepribadian (bukan perbedaan visi bisnis yaaaa). Kebayang dong kalau sesama rekan bisnis memiliki sifat yang sama-sama keras atau sebaliknya sama-sama santai???

4. Agree to disagree
Nggak peduli mau sedekat apapun hubungan kita dengan sahabat kita, akan selalu ada perbedaan opini yang akan terjadi. Belajarlah untuk menyikapi perbedaan-perbedaan itu. Mungkin akan sulit awal-awalnya, namun sambil sama-sama memahami dan belajar, pasti semakin mudah dilakukan.

5. Take a break from each other
Kalau dulu kita hanya bertemu sahabat kita di waktu-waktu tertentu, sekarang setelah memutuskan untuk menjalani bisnis berdua pasti frekuensi kita bertemu semakin sering, malah bisa-bisa setiap hari. Kalau sudah begini, cari waktu untuk take a break.

6. Jangan lupa untuk bersenang-senang
Bisnis berjalan lancar dan kita senang dengan keuntungan yang diperoleh melaui bisnis kita. Tanpa sadar kita terlalu money oriented sehingga lupa bahwa dulu kita sering bersenang-senang dengan sahabat kita. Ciptakan waktu untuk sesekali bersama tanpa sedikit pun membahas mengenai bisnis dan jangan lupa juga waktu untuk keluarga kita. Itu yang terpenting :).