3 Cara Jitu Berkompetisi dengan Generasi Y

Mommies pernah mendengar istilah Generasi Y atau sering disebut Gen Y? Ada kiat khusus untuk dapat bersaing dengan generasi yang dikenal melek teknologi ini.

3 Cara Jitu Berkompetisi dengan Generasi Y

Image: www.kissflow.com

Kompetisi dalam dunia kerja adalah hal yang wajar, karena lewat kompetisi ini sebetulnya karier seseorang berpotensi mengalami perbaikan di sana-sini. Tapi, juga harus imbang – di sisi lain kita juga harus memperkaya ilmu, misalnya dengan membaca buku untuk meningkatkan kemampuan kita.

Dan dalam setiap kompetisi, setiap orang berupaya untuk meraih kesempatan terbesar dalam pasar tenaga kerja yang kompetitif. Pertarungan menjadi tidak mudah karena generasi millennial atau yang sering disebut “Gen Y” sudah ikut meramaikan pasar dengan karakteristik unik yang dimilikinya. Namun demikian, benar nggak sih Mommies, kehadiran mereka ini adalah sebuah ancaman yang harus diwaspadai dan bagaimana cara mengantisipasinya?

Berkompetisi dengan Gen Y berarti Anda harus berhadapan dengan sebuah generasi yang sangat melek teknologi. Mereka dibesarkan di dalam era dimana inovasi teknologi sangat memudahkan hidup manusia. Smart phone, tablet, aplikasi, dan seabrek teknologi inovatif memungkinkan mereka menyelesaikan multitasking job. Berkompetisi dengan Gen Y mengharuskan Anda untuk tidak hanya akrab tetapi juga fasih menggunakan teknologi terkini. Jika tidak, Anda akan terengah-engah menghadapi kecepatan gerak mereka.

Tidak hanya pandai menggunakan teknologi, Gen Y juga punya akses yang besar terhadap informasi. Lagi-lagi teknologi memungkinkan mereka untuk cepat belajar dari berbagai sumber. Tinggal buka google, klik youtube, join kaskus, baca online library, install apps dan aktif di social media, mereka sudah bisa mempelajari hal-hal baru yang dulunya butuh waktu lebih lama untuk dikuasai. Gen Y hidup dalam era banjir informasi. Jika Anda malas belajar, malas googling, malas surfing di web, pasif bahkan apatis, Anda akan menjadi orang terakhir yang tahu perkembangan dunia bisnis, bahkan mungkin buta sama sekali.

Tapi jangan ciut duluan, Mommies. Anda tetap bisa bersaing dengan mereka asalkan menerapkan beberapa poin berikut ini:

  1. Pengalaman

Pengalaman Anda menghadapi customer yang sulit, menghadapi bos dengan berbagai karakter, mengambil keputusan yang sulit, atau menapaki karier dari bawah, adalah on the job experience tak ternilai yang tidak bisa dipelajari cuma dari membaca atau menonton video. Jadikan pengalaman itu sebagai nilai jual, lalu komunikasikan dengan apik kepada target audience Anda.

  1. Kematangan emosi

Pengalaman yang Ana punya akan menghasilkan kematangan, kematangan dalam mengelola emosi, dalam interaksi face to face, dalam memimpin orang lain, dalam menentukan goal yang terukur, dalam menuntaskan tugas dengan tekun, dan dalam mengatasi situasi-situasi krisis. Kemudahan teknologi di era Gen Y membuat komunikasi dilakukan dengan cara berbeda. Kadang lewat teks, online channel, atau cara-cara lain dimana efektifitas adalah nomor 1 dan kesantunan nomor belakangan. Sementara interaksi real dan respectful dengan lawan bicara tetaplah basis utama dalam hubungan antar manusia.

  1. Performa kerja

Jangan pernah lupakan hal ini. Kemajuan bisnis dan individu terjadi karena performa prima. Tunjukan performa Anda dengan profesionalisme dan etos kerja yang tinggi. Tingkatkan kecepatannya dengan teknologi dan informasi terkini. Hal itu akan menjadikan Anda pemenang, siapapun lawan Anda.

*Artikel ini ditulis oleh Billy Latuputty – Consultant Experd.


Post Comment