Mengoptimalkan Kemampuan Belajar Si Kecil Sejak Dini

Ketika zaman mengondisikan si kecil bersaing dengan jutaan manusia lainnya kelak, bagaimana ya supaya mereka bisa memiliki daya saing tinggi? Tanpa menghilangkan masa anak-anak mereka yang penuh keceriaan.

Mengoptimalkan Kemampuan Belajar Si Kecil Sejak Dini

Di kantor tempat saya bekerja semakin banyak dijumpai anak muda yang memiliki beragam kualitas keahlian yang mumpuni. Ada yang pandai “bermain” dengan coding internet, menganalisa dan mengembangkan program tertentu, menulis, menari, dan menguasai beberapa bahasa asing sekaligus. Itu hanya sebagian kecil dari keahlian yang terlihat oleh saya di kantor. Saya yakin, masih banyak keahlian lain diluar sana yang saya belum tahu. Semakin berpikir tentang keahlian anak-anak muda itu, semakin saya memikirkan masa depan yang akan dihadapi oleh anak saya, Jordy.

Saya bersyukur memiliki kesempatan bertemu bahkan bekerjasama dengan anak anak muda berbakat ini. Biar bagaimanapun ini menjadi potret dunia kerja yang akan anak saya hadapi kelak. Yaaa…meski masih lamaaa banget :D Tapi, nggak apa-apa dong ya, namanya juga persiapan. Lalu persiapan saya ini berujung pada pertanyaan, bagaimana ya mengoptimalkan kemampuan Jordy untuk belajar tanpa kehilangan haknya sebagai anak yang penuh dengan keceriaan, spontanitas dan hal-hal lainnya. Bukankah itu membuat dia tumbuh dan berkembang sebagai anak yang sehat secara mental dan jasmani?. Bukankah itu yang memang harusnya menjadi keseharian pada anak-anak?

Mengingat usia Jordy yang belum 2 tahun, saya nggak mau memaksa dia untuk harus bisa ini dan itu. Melainkan sambil mengalir saja dalam keseharian kami bermain, misalnya saya memberikan Jordy buku kain. Sembari bermain, saya akan membacakan kata-kata yang terdapat dalam buku. Atau sambil memperkenalkan dia dengan warna, jadi kan ada nilai edukasi yang terselip ketika kami bermain.

Selain itu, yang sering saya lakukan adalah membawa dia ke alam terbuka. Supaya Jordy punya pengalaman langsung dengan benda-benda di sekitarnya. Contohnya belum lama ini saya dan suami mengajak Jordy bermain di pula Semak Daun-Kepulauan Seribu. Kalau selama ini Jordy hanya tahu laut dari buku, nah dia bisa merasakan kalau air laut itu ternyata asin, hihihii….. Lalu Jordy juga bisa minum air kelapa langsung dari buahnya, dan bermain dengan pasir.

Usaha saya nggak berhenti sampai di situ Mommies,  sebagai orangtuanya, saya lah yang harus punya ilmu mumpuni untuk mengawal tumbuh kembangnya. Rasanya tuh, nggak klop, kalau saya nggak menimba ilmu dari pakarnya langsung. Beruntung saya mendapatkan informasi seminar yang membahas topik “Optimizing Child’s Learning Ability & Elasticity in Early Childhood” yang diadakan oleh RISE sebuah pusat belajar bahasa Inggris untuk anak usia 2 sampai 8 tahun.

Mengoptimalkan Kemampuan Belajar Si Kecil Sejak Dini

Bagi Mommies yang juga tertarik ikutan, catat detailnya berikut ini ya:

“Optimizing Child’s Learning Ability & Elasticity in Early Childhood”

Sabtu, 28 Mei 2016

14.00 – 16.00

RISE Sudirman

fX Sudirman, lantai 7

Expert Talkshow: Hanlie Muliani, M. Psi, Psychologist (Clinical Psychologist: Child, Teen & Educational Psychologist), sekaligus penulis buku:  “How To Deal With your Child”

Dapatkan voucher menarik, goodie bag dan snack untuk Mommies yang bergabung menjadi peserta. Jadi, segera daftar yuk ke: http://bit.ly/1U12HNg

Lewat seminar ini, semoga tantangan saya dan Mommies membuat anak kita memiliki daya saing yang tinggi tanpa menghilangkan masa anak-anak mereka bisa tercapai. Sampai bertemu, Sabtu 28 Mei ya, Mommies!


One Comment - Write a Comment

  1. Memang orang tua masa kini harus terus belajar dan terbuka pada perubahan abad 21 ini ya. Saya juga baru menyadari bahwa sekolah saja tidak cukup untuk membekali anak-anak kita. Perlu extra kreatifitas dan waktu untuk orang tua menambah wawasan anak-anak baik lewat teknologi, buku ataupun kegiatan di alam lainnya.

Post Comment