Duo Spectra Breastpump, Sahabat Baru Saya

Ditulis oleh: Kartika Firdaus

Sudah ada yang mencoba Spectra breastpump belum? Saya sudah. Dan ini sedikit review dari saya mengenai kelebihan dan kekurangannya.

Jika ada yang bilang setiap pengalaman mengasuh anak itu berbeda, betul juga lho. Meski rasanya belum lama betul, selang tiga tahun saja sudah lumayan terasa ada perbedaan ‘generasi’ perlengkapan bayi. Wait…what? Generasi perlengkapan bayi? Iya, buat saya contoh yang paling terasa adalah hadirnya beragam merk baru di pasaran ‘perpompaan’ ASI. Jika dahulu hanya ada 2-3 merk yang populer di kalangan busui, sekarang banyak merk baru yang worth trying. Salah satunya, Spectra. Merk dagang made in Korea ini dalam waktu singkat menarik banyak busui di seluruh dunia lewat produk-produknya yang kece dengan harga terjangkau. Saya sempat bingung sendiri dengan banyaknya pilihan, hingga akhirnya memutuskan untuk mencoba langsung dua tipe terbaru pompa elektrik keluaran Spectra.

1. Spectra 9+

Spectra 1

Buat ibu bekerja yang (sok) sibuk seperti saya, pumping efektif dalam waktu singkat adalah penting. Nggak lucu kalau saya menghilang berjam-jam di kantor untuk sesi pumping. Pertimbangan lain kenapa saya kekeuh mau double pumping: supaya payudara ‘dimanipulasi’ untuk berproduksi seperti kebutuhan bayi kembar. Nah, untuk itu saya butuh pompa elektrik ganda (double pump) yang efektif dan portable. Hadirlah Spectra 9+, generasi terbaru penyempurna dari tipe Spectra 9s yang juga portable. Bedanya, jika Spectra 9s menggunakan tenaga batere A4, power bank/USB charger atau adaptor listrik, Spectra 9+ memiliki batere built in yang dapat direcharge seperti ponsel. Jika baterai terisi penuh, dapat digunakan hingga 2 jam. Betul-betul portable dan ringan, hanya 250gr (sebesar botol minum bayi). Uniknya, meski bentuknya kecil, ternyata daya isapnya cukup kuat dan suara yang dihasilkan relatif tidak berisik. Yang jelas, bisa dipakai untuk sesi pumping di mana saja kapan saja. Harga? Cukup bersahabat jika dibandingkan dengan pompa elektrik ganda lainnya yang sejenis: Sekitar Rp 1,6 juta saja.

Kekurangannya, mesin Spectra beserta suku cadangnya cenderung lebih ringkih jika dibandingkan dengan merk ternama lain seperti Philips Avent atau Medela. Harus ekstra hati-hati dalam merawat dan membersihkannya, karena bagian karet valve-nya cukup tipis, sehingga mudah sobek. Mesin pun tidak boleh terbentur keras apalagi terjatuh.

2. Spectra Cimilre S2

Spectra Cimilre S2

Kenapa saya lantas mencoba S2, tidak lain dan tidak bukan adalah karena pada suatu hari Spectra 9+ saya mendadak tidak berfungsi mengisap. Saat saya konsultasikan dengan Layanan Konsumen Spectra (btw mereka cukup responsif dan membantu mencarikan solusi), ternyata bagian valve saya ada yang sobek karena dicuci dengan sikat yang kasar oleh ART. Pelajaran pertama. Jangan malas cuci pompa sendiri. Hehe. Karena tidak bisa pumping, sementara saya masih kejar-kejaran stok ASIP, maka saya pun menghubungi penyewaan pompa ASI Namichan. Ownernya merekomendasikan Spectra S2 yang sudah di-upgrade jadi double pumping. Setelah dicoba, ternyata endaaang saudara-saudara.

S2 ini tarikannya lembut namun powerful. Nah loh? Iya, somehow mesinnya bisa menghasilkan tarikan yang bertahap sehingga tidak langsung mengisap dengan kuat. Sangat nyaman, terutama bagi yang baru pertama kali pumping. Bentuknya cukup manis, dengan warna merah muda, meskipun agak besar ukurannya. Mirip boombox, kata suami. S2 ini tergolong hospital grade, artinya bisa dipakai untuk pumping sesering mungkin. Suaranya sangat halus. Sejauh ini, S2 adalah pompa paling tidak berisik yang pernah saya coba. Saya coba pakai untuk pumping di kamar saat anak-anak sedang tidur, aman. Ada fungsi pijat sehingga LDR yang dihasilkan lumayan, bisa berkali-kali. Fitur yang saya paling suka dari S2 ini adalah nightlamp-nya. Sangat berguna bagi ibu menyusui yang harus pumping malam hari.

Kekurangannya, S2 tidak portabel dan harus menggunakan colokan listrik sebagai sumber tenaga. Lalu, seperti halnya produk Spectra lainnya, suku cadang dan mesinnya pun perlu perhatian khusus dan pemakaian yang apik agar lebih awet. Soal harga, agak di atas Spectra 9+, sekitar Rp2,2 juta atau Rp 2,4 jika di-upgrade jadi pompa ganda. Namun menurut saya untuk fitur yang diberikan, harganya sangat worth it.

Sejauh ini, saya cukup puas dengan merk Spectra, meskipun masih suka mencoba merk lainnya seperti Philips Avent dan Medela. Mungkin jika disimpan sebagai investasi untuk anak selanjutnya, masih lebih awet Avent atau Medela, ya. Kalau dibandingkan, tidak seratus persen apple-to-apple soal kualitas, namun dari segi performa, saya happy. Kantong saya pun happy, karena harga yang sangat bersahabat. Itu saya. Kalau Anda?


One Comment - Write a Comment

Post Comment