Bagaimana Menghadapi Rekan Kerja yang Hobi Meminta Bantuan? 

Be the type of coworker who deliver more positive contribution than negative chaos – each day – to our team - Ty Howard

Bagaimana Menghadapi Rekan Kerja yang Hobi Meminta Bantuan?

Image: www.dvcac.org

Mommies kebayang nggak punya teman yang hobinya minta bantuan? Sedikit-sedikit datang ke meja kerja, atau lewat telepon meminta Anda mengerjakan apa yang menjadi  job desk-nya. Mungkin kalau sesekali masih bisa Anda maklumi, ya, tapi kalau sudah terlalu sering, ujung-ujungnya Anda sendiri pasti nggak nyaman dengan situas tersebut. Dan quote yang saya cantumkan di atas, hanya menjadi isapan jempol belaka.

Ya walau, predikat manusia adalah makhluk sosial dan pasti suatu saat membutuhkan bantuan dari orang lain. Namun, akan menjadi masalah jika hal ini terjadi di dunia kerja. Bagaimana ya sebaiknya menghadapi rekan kerja yang hobinya meminta bantuan.

1. Give the correct response

Saat rekan kita meminta bantuan ada baiknya Mommies mendengarkan dulu permintaan mereka. Jangan langsung menyetujui atau menolaknya yaa. Setelah kita mendapatkan intinya, baru kita boleh mengatakan ya atau tidak. Anda boleh tetap memberikan bantuan kepada rekan kerja tersebut tentunya dengan memperhatikan beberapa pertimbangan seperti kapasitas kerja (load kerja) Anda untuk membantu dan urgensitas dari pekerjaan tersebut. Namun apabila ternyata load kerja Anda pun sedang tinggi dan Anda merasa bahwa rekan kerja tersebut mampu untuk mengerjakan sendiri, jangan ragu untuk mengatakan tidak. Beri tahu juga alasannya mengapa Anda tidak bisa membantunya dan akan lebih baik lagi kalau Anda memberikan alternatif solusi kepadanya.

2. Breaking the habit

Namanya juga kebiasaan, jadi jangan berharap kebiasaan rekan kerja Anda ini hilang dalam sekejap. Old habits are hard to break and new habits are hard to form. Itu karena pola perilaku yang berulang tersebut telah tersimpan dalam bagian otak tertentu. Jadi apabila Mommies ingin membantunya melepaskan kebiasaan buruk ini harus dilakukan secara bertahap. Kunci awal dari mengatasi kebiasaan buruk seseorang adalah dengan menanamkan pemikiran mengenai dampak dari kebiasaan buruknya tersebut. Coba deh, Mommies memberikan pengertian kalau terus meneurs meminta bantuan, dampaknya akan membuat pengetahuan dan kemampuannya kerjanya tidak berkembang. Selain itu supaya karier rekan kerja Mommies tidak berjalan di tempat.

3. Guide and Challenge

Bisa jadi rekan kerja Anda yang hobi meminta bantuan memiliki alasan khusus yang membuatnya melakukan kebiasaan ini, yaitu karena Ia tidak paham dengan prosedur perkerjaannya. Untuk itu Mommies perlu memberikannya panduan kerja yang jelas atau SOP agar dapat memudahkannya mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Anda pun bisa bekerja sama dengan rekan satu tim  untuk meyakinkan dan ‘menantangnya’ bahwa Ia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik tanpa meminta bantuan kepada orang lain. Hal ini secara tidak langsung dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya lho…

4. Stay humble and be kind

Last but not least, stay humble and be kind! Jangan sampai kebiasaannya meminta bantuan kepada Anda membuat diri Anda menjadi tinggi hati dan bersikap acuh terhadapnya. Tetaplah bersikap positif kepada rekan kerja Anda tersebut sehingga akan meminimalisir munculnya konflik. Merupakan suatu hal yang penting untuk dapat menjaga situasi kerja tetap kondusif dan harmonis.

Intinya sih, Mommies, Anda boleh-boleh saja tadi jangan sampai yang bersangkutan tidak tergantung dengan kita. Dengan begitu, pekerjaan tetap lancar dan jalinan pertemanan juga baik-baik saja. :)

Artikel ini ditulis oleh Rina Wulandari, lulusan Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, telah bekerja di dunia HR sejak 2014. Ketertarikannya pada bidang rekrutmen mengantarkannya untuk bergabung dengan Divisi Employment Solution – EXPERD pada tahun 2015 lalu.


Post Comment