A Letter to My Kids About My Divorce

Ditulis oleh: Waristi Amila

Hi Kiddos, Sudah bertahun-tahun mommy menjadi orangtua tunggal bagi kalian, dan kalian memang tidak benar-benar mengerti alasannya – bukan karena mommy tidak mau menjelaskan tapi karena kalian terlalu berharga untuk dibebani dengan permasalahan dan keputusan yang kami (orangtua kalian) buat. Izinkan mommy memulainya dengan, “I am sorry”.

a letter to my kids about my divorce

Maaf karena kami tidak berhasil mempertahankan pernikahan kami sehingga membuat kalian harus tumbuh tanpa merasakan kehadiran seorang ayah dalam hidup kalian. Perpisahan ini membuat mommy harus menjadi ayah dan ibu sekaligus, hal yang hampir tidak mungkin berhasil karena mommy tidak tahu bagaimana cara menjadi ayah, tapi mommy bertahan sampai hari ini karena kalianlah kekuatan mommy.

Mommy juga terlalu sering ada di luar rumah, bekerja dari pagi sampai hampir pagi lagi, bahkan kadang tidak pulang berhari-hari. Mommy bukan tidak kangen kalian, bukan tidak ingin menghabiskan waktu bersama kalian, tapi mommy ingin kebutuhan kalian terpenuhi dan kalian mendapatkan hal yang jauh lebih baik dari yang mommy pernah raih walau itu berarti ada banyak hal yang terlewatkan dan kalian harus terbiasa tanpa mommy dalam hari-hari kalian.

Kalian mungkin tidak bertemu ayah kalian bertahun-tahun, tapi mommy yakin dia memikirkan kalian. Untuk mommy, kalian tidak perlu memilih harus bersama siapa, saat ini memang hanya ada mommy tapi kalaupun ayah kalian hadir suatu hari nanti, lapangkan hati kalian dan tertawalah bersamanya.

Mommy setuju kalau perceraian bukan hal yang baik, namun bukan berarti tidak akan ada hal baik dalam hidup kita setelahnya. Kalian adalah anak-anak yang baik dan luar biasa – dan hal baik akan datang untuk kalian. Jangan pernah kehilangan rasa percaya akan cinta kasih, karena sekarang pun kalian merasakan betapa banyaknya orang yang mencintai kalian, Kakek – Nenek, Opa – Oma, Om dan tante, sepupu kalian, sahabat-sahabat mommy, mereka semua mencintai kalian dan selalu ingin melindungi kalian.

Kalian tidak akan pernah sendirian, siapapun yang akan jadi bagian dari hidup mommy nantinya – dia tidak akan mengambil mommy dari kalian tapi dia akan jadi anggota tim yang sama serunya dengan kita. Kalaupun mommy tidak ada, jangan takut, kalian berdua adalah anak-anak kuat, kalian akan saling menjaga dan kalian akan memastikan kalau semua baik-baik saja.

Terima kasih, kalian adalah hal terindah yang diberikan Tuhan untuk mommy. Mommy tidak menyangka akan mendapat sosok guru, sahabat, dan team mate yang luar biasa dari dua orang anak yang lahir dari rahim mommy. Terima kasih untuk menjadi anak-anak yang baik dan tidak pernah berhenti memberi alasan untuk mommy merasa bangga dan bahagia. Kalian adalah alasan atas segala kebaikan yang terjadi dalam hidup Mommy.

Kalian akan tumbuh besar dan dewasa, dan ingatlah yang mommy katakan ini. Cinta itu ada, jangan kehilangan keyakinan hanya karena perjalanan hidup mommy. Bersikaplah positif dan jalani hidup kalian dengan semangat dan cinta. Namun, hingga hari itu tiba, nikmatilah masa kanak-kanak dan remaja kalian, and let me take care the rest.

I love you,
Mommy.


7 Comments - Write a Comment

  1. A Letter to My Kids About My Divorce ini keren ya..
    Bisa membantu mommies yang memiliki pengalaman serupa, tapi bingung untuk mengutarakan perasaanya dengan kata kata yang tepat.
    Tambahan notes untuk orang tua yang divorce tapi memutuskan untuk menikah lagi, libatkan anak kalian dan pikirkan perasaannya dengan mom/dad nya yang baru. Jangan terlalu cepat memutuskan, karena saya rasa itu tidak mudah.
    Dan terutama untuk calon step mom, harus siap untuk segala kemungkinan yang terjadi saat ini dan nanti. Yang jelas, semua anak adalah titipan. Jalannya saja yang berbeda beda.
    Jika kita sdh mau menerima ayah nya, maka kitapun harus menerima anak nya.
    Dan tetap sampaikan ke anak (jika sudah cukup umur/mengerti) bahwa real mom/dad mereka jg menyayangi mereka sampai kapan pun.

    Salam_
    Step Mom

    1. Hi Mba Anya, thank you untuk comment nya *Seneng

      Dan terimakasih untuk notes tentang step mom, aku agree banget sama kamu. Banyak yang “ga peduli” tentang posisi step mom atau step dad, padahal menurut aku orang yang mau menerima “paket” pasangan + anak dan mencintai paket ini adalah orang yang punya kelapangan hati luar biasa.

      Love to hear more from you, mba Anya.
      *Hugs

      1. Hallo..
        Sama sama dear..
        Aku jg seneng banget baca postingan mu.
        And thank for reply..
        Hehehe.. maklum, image kami (Step Mom) terlanjur jelek sejak ratusan tahun lalu.
        Sejak Cinderella mencari cinta dan sejak Bawang putih nyuci dikali.
        Jd kadang suka dipandang sebelah mata.
        Nice to know you, Mba Amila
        *Counter hugs

  2. I’ve been there… awalnya jujur aja sulit berdamai dgn kondisi single parent no job and strsssed rully streessed hehe anak hampir selalu jd korban kekesalan.. tapi percaya semakin tuhan menyayangi semakin diuji dan Dia benar2 maha perencana. Selalu berencana yg terbaik..
    Now i remarriage again. And feel fully blessed.. ohhh ini toh rencana Tuhan? Always like that keqnya ya hehe

    Salam semangat salam takjub selalu utk para single fighter diluar sana…

Post Comment