Investasi Emas, Masih Relevan Nggak, Sih?

Ditulis oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Emas sebagai alat investasi telah dilakukan sejak jaman dahulu kala. Berbagai literatur bahkan film-film terkenal pun sering mengangkat bagaimana emas berperan sebagai investasi sebuah keluarga. Bagaimana dengan mommies?

Dengan banyaknya pilihan aset investasi yang tersedia pada jaman sekarang, mungkin banyak juga yang mempertanyakan,”Apakah investasi emas masih relevan?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan.

investasi emas

  1. Perkembangan harga emas

Berdasarkan data historis, harga komoditas emas per kilogram dalam nominal USD sejak tahun 1973 yaitu USD2000/kilogram hingga 2016 USD40.000/kilogram, terlihat bahwa harga emas memang meningkat dalam jangka panjang. Namun, harga emas sempat mengalami stagnansi (harganya tidak melonjak naik) selama 19 tahun yaitu pada rentang tahun 1984 hingga 2003. Setelah tahun 2003, harga emas mulai merangkak naik secara signifikan dengan puncak harga tertinggi terjadi di tahun 2012. Setelah itu, harga emas mengalami penurunan hingga tahun 2015 dan tahun ini kembali mulai meningkat di kisaran Rp500ribuan/gram. Apabila tujuan membeli emas adalah untuk kebutuhan dalam jangka waktu pendek, investasi ini masih berisiko karena ada kemungkinan kita menjual emas di harga yang lebih rendah.

  1. Standar emas

Hal yang menyenangkan dalam berinvestasi emas adalah mudah dikenali oleh setiap orang, termasuk ibu rumah tangga. Kita pergi ke pasar pun bisa menemukan toko emas, sehingga siapa pun bisa membeli dan menjual dengan mudah. Untuk keperluan investasi, akan lebih relevan untuk membeli dalam bentuk logam mulia yang kandungan emasnya 99% atau 24 karat. Selain bersertifikat, biaya ongkos pun tidak terlalu besar.

  1. Faktor likuiditas

Likuiditas atau kemudahan menjual aset menjadi dana tunai adalah salah satu keunggulan investasi emas. Oleh sebab itu, emas juga sangat cocok apabila dijadikan simpanan keluarga yang sewaktu-waktu dapat digunakan dalam kondisi darurat dengan cara dijual atau digadai.

Sebagai tambahan pertimbangan dalam berinvestasi emas, kita perlu memikirkan faktor nilai tukar rupiah (IDR) terhadap dolar (USD). Harga emas di Indonesia juga dipengaruhi efek nilai tukar uang karena harga emas yang dijual di Indonesia merupakan hasil perkalian antara harga komoditas emas dunia dan nilai tukar uang. Jadi, harga emas di Indonesia bisa saja meningkat walaupun di dunia mengalami stagnansi karena pengaruh penguatan mata uang dollar (USD) terhadap rupiah (IDR).

Ibarat pemilihan sepatu, mommies perlu memilih sepatu yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan mommies. Sepatu olahraga dipilih ketika mommies akan jogging sedangkan sepatu berhak tinggi dipilih ketika mommies akan menghadiri acara formal. Hal yang sama juga terjadi pada pemilihan asset investasi. Setiap jenis aset investasi termasuk emas bisa menjadi pilihan yang tepat asalkan sesuai dengan kebutuhan. Live a beautiful life!

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment