Ditakusuma Puspitasari, “Berkembangnya Bisnis Saya Terbantu Forum FDN”

 “Sebagai mompreneur, networking tentunya penting banget. Berkembangnya bisnis saya juga banyak terbantu dari teman-teman di forum dan tim dari FDN sendiri,” ungkap Ditakusuma Puspitasari.

Adalah Ditakusuma Puspitasari, seorang mompreneur yang sudah aktif bergabung di forum Female Daily Network sejak tahun 2008. Ibu dari Adyaraka Banyu Langit (11 Februari 2008) dan Alisaka Segara Biru (25 desember 2014) mengakui kalau dirinya mendapatkan banyak manfaat setelah bergabung dan aktif dalam forum. Tidak hanya mendapatkan informasi tentang hal-hal baru seputar dunia parenting, dalam segi bisnis ia pun merasa banyak terbantu.

dita1

Selain sibuk dengan urusan domestik, istri dari Prima ini juga sibuk menjalankan bisnis Feits Living. Sejak kuliah, perempuan yang kerap disapa Dita ini memang sudah berwiraswasta dengan membuat distro.  “Begitu lulus kuliah langsung menikah, lanjut wiraswasta di dunia per-clothingan bikin brand pakaian wanita, setelah punya anak beralih ke Baby Feits, dan sampe sekarang menjalankan Feits Living,” tuturnya.

Berhubung saya senang ‘jalan-jalan’ di Instagram,  bisa dibilang saya senang memantau produk yang dikeluarkan @feitsliving. Desain produknya unik-unik dan sangat menggemaskan. Nggak percaya? Coba saja langsung intip. Kerennya lagi,  Feits Living ini mengedepankan eco awareness, di mana material yang digunakan mostly dari kayu jati bekas. Dita mengatakan kalau konsep reduce, reuse dan recycle sebisa mungkin diterapkan pada setiap produk yang dihasilkan. Ingin tahu lebih banyak mengenai bisnis ini? Simak kutipan obrolan kami, ya…

Ceritain, dong, awalnya, tahu forum ini dari siapa?

Awalnya tahun 2008 saya melahirkan anak pertama saya, karena first time mommy jadi saya suka browsing mencari info mengenai parenting, tumbuh kembang anak, menyusui dan sebagainya. Tapi hasil googling-nya malah sering nyangkutnya ke forum FD, dari yang cuma silent reader lama-lama nggak tahan ikutan ngobrol di forum akhirnya saya bergabung, deh, jadi member

Biasanya, nih, sering main di thread mana saja?

Zaman anak masih bayi seringnya di thread baby.. Zaman anak mulai masuk sekolah di thread tentang pendidikan. Zaman lagi centil, seringnya nongkrongin thread makeup & skincare. Jaman suka belanja melototinnya thread market plaza trus pas udah tobat belanja dan melek investasi ngubeknya di thread investasi, hahahaha. Intinya, sih, hampir di semua thread saya suka join juga tergantung kebutuhannya apa. Belakangan aktifnya di thread school’s cool. Kalo suka baca lagi di thread new mom, baru punya bayi lagi soalnya.

dita2

Menurut Mbak Dita, apa saja manfaat yang bisa diambil ketika bergabung dan aktif di forum FDN?

Buaanyak banget. Saya ngerasanya, sih, jadi lebih banyak tahu ya tentang hal-hal baru dan informasi yang kadang belum tentu bisa orang lain dapatkan. Misalnya waktu saya mau daftarin anak saya masuk SD, kebetulan sekolah inceran saya itu memang kuotanya cuma sedikit, untuk bisa diterima masuk di sana itu nggak gampang. Jadilah saya survey dari 2 tahun sebelumnya, ngubek di thread tentang sekolahan, bacain pengalaman member yang anaknya udah duluan masuk sekolah inceran saya itu. Gimana tipsnya biar keterima, apa yg harus disiapkan sebelum mendaftar, dan sebagainya. Dan, hasilnya, alhamdulillah anak saya diterima, lho, hehehe. Belum lagi sebagai mompreneur, networking tentunya penting banget. Berkembangnya bisnis saya juga banyak terbantu dari teman-teman di forum dan tim dari FDN sendiri *kecup satu2*.

Mengingat Mbak Dita member yang cukup dekat dengan forum FDN, ke depannya apa yang Mbak harapkan dari forum ini?

Saya join jadi member FDN sudah lama, jadi lumayan mengikuti perkembangannya dari waktu ke waktu. Saya kagum banget sama para founder dan orang-orang behind the scene-nya FDN. Semoga kedepannya FDN member forumnya dan readers-nya semakin banyak, dan bisa terus menjadi salah satu komunitas dan forum wanita terbesar di Indonesia

Oh, ya…. Ceritain, dong, mengenai bisnis Feits Living yang mbak jalankan? Sejak kapan dijalankan, idenya dari mana?

Awalnya pada tahun 2010 saya membuat clothing anak2 bernama Baby Feits. Sebuah brand pakaian anak usia 1 sampai 5 tahun dengan produk utamanya t-shirt berbahan katun organik. Baby Feits cukup berkembang, saya aktif menjalankan bisnis pakaian anak ini selama 3 tahun.

Baby Feits adalah cikal bakal dari Feits Living. Kecintaan saya dan suami terhadap barang2 yang ramah lingkungan, vintage design, clean and simple menjadi benang merah antara baby feits dan feits living. Sebelum Feits Living ada, suami saya mempunyai workshop furnitur kecil-kecilan, kami suka membuat furniture custom untuk dipakai sendiri. Tahun 2014 pertama kali Feits Living lahir. Waktu itu saya sedang hamil anak kedua. Saya mulai membuat inventaris keperluan apa aja buat si baby boy, mulai dari bedong sampai dimana dia nanti kuliah :D.

dita3

Dan box bayi kayaknya kebutuhan yang cukup mendesak pada saat itu, akhirnya saya berteman akrab dengan pinterest dan google, mencari inspirasi untuk membuat design box bayi yang simple, long lasting, serta mempunyai masa pakai yang panjang. Setelah menemukan design yang pas, dengan berbagai argumen saya mencoba memaksa suami untuk membuat box bayi sesuai keinginan saya itu di workshop kayunya. Ketika hasilnya saya posting ke social media, ternyata mendapat respon positif dari teman-teman dan orang terdekat. Saya pun mencoba memasarkannya melalui mulut ke mulut dan Instagram. Rupanya banyak bumil bercitarasa tinggi yang tertarik. Orderan pun mulai masuk, sampai akhirnya di workshop suami harus menambah tukang. Dari situ kemudian saya terpacu untuk mencoba mengembangkan ke produk baby and kids lainnya seperti changing table, lemari pakaian anak dan lain sebagainya.

Pertama kali menjalani, kesulitan terbesarnya apa saja, sih? Dan bagaimana cara menghadapinya?

Kesulitannya banyak, hehehe. Mulai dari salah ngitung harga jual furniturenya, dikejar2 customer gara-gara pesenan ngga jadi-jadi, dan lainnya. Maklum, saya nggak ada latar belakang sama sekali di bidang furniture, home & living ini. Sampai sekarang pun juga masih meraba-raba. Jadi memang menghadapinya semua learn by doing aja

Selain sibuk mengembangkan bisnis ini, apa saja kegiatan Mbak Dita?

Sehari- hari saya ibu rumah tangga. Most of the time masih ngurusin urusan domestik rumah sama ngangon bayi aja hehe anak kedua saya masih berumur 4 bulan. Kakaknya kelas 2 SD, jadi saya paling merangkap supir antar jemput sekolah :D

Dita

Sebagai mompreneur, kesulitan terbesar apa yang rasakan? Apalagi mengingat anak-anak kan masih cukup kecil, ya…

Kesulitannya, sih, paling berkisar di membagi waktu untuk menjalankan usaha ini. Apalagi masih ada bayi yang masih ASI ekslusif. Kalau yang kecil belum tidur otomatis saya susah mau ngapa-ngapain, karena saya tidak dibantu nanny. Tapi alhamdulillah di rumah masih ada ART yang membantu untuk urusan beberes dan masak.

Boleh, dong, minta beberapa kiat untuk para pembaca Mommies Daily yang ingin membuka usaha, langkah apa saja yang perlu diperhatikan untuk membuka usaha?

Apa ya… yang paling penting pertama tentunya passion. Suka dulu sama apa yang mau dikerjakan. Kalau sudah suka ngejalaninnya juga jadinya nggak akan beban, fun. Langkah selanjutnya kita juga harus melakukan survey pasar, kecil-kecilan saja. Minimal kita tahu siapa target marketnya, bagaimana cara memasarkannya. Perbanyak networking, banyak sharing dan gabung di forum untuk mencari informasi, ke forum FDN contoh salah satunya.

Sebagai ibu bekerja dengan memiliki bisnis, ada dampak positif yang bisa diajarkan ke anak-anak nggak?

Hal positif yang bisa diajarkan ke anak-anak saya, berhubung bapak ibunya semua wiraswasta, mungkin kreatifitas dan kerja keras. Anak pertama saya dari kecil sering saya ajak kalau saya ikutan bazaar. Jadi dia sudah terbiasa melihat saya loading barang malam-malam, ngurusin stok barang, jaga booth seharian, kemudian dapat duit dari situ, hahaha.

Ngomong-ngomong Mbak Dita sendiri tipe Ibu yang seperti apa, sih?

Hmmm… saya itu tipe ibu yang galak sama anak hehe. Tapi namanya ibu ke anaknya, ya, galaknya juga bukan yang gimana, semata-mata demi kebaikan anak juga. Saya menerapkan sistem reward dan punishment, intinya agar anak saya menyadari bahwa akan selalu ada konsekuensi dari setiap tindakan yang dia lakukan.

Ketika anak-anak sudah besar nanti, inginnya diingat atau dilihat sebagai ibu yang seperti apa?

Saya pengennya dilihat sebagai ibu yang ‘asik’, bisa bergaul dengan anak2 tapi tetap dihormati. Dekat layaknya sahabat buat mereka. Pengen jadi tempat curhatnya anak-anak, deh pokoknya, jadi mereka bisa cerita apa saja sama saya nggak ada yang disembunyikan

Menurut Mbak Dita, orangtua sukses seperti apa, adakah barometernya?

Yang jelas kesuksesan itu bukan diukur dari materi. Bisa mendidik anak-anak menjadi anak yang santun, sholeh atau sholeha, sayang keluarga, berakhlak baik dan berguna bagi sekitarnya menurut saya adalah bentuk kesuksesan sebagai orangtua. Di luar itu misalkan anaknya berprestasi, pintar secara akademik adalah bonus.


Post Comment