Sudahkah Kita Memilih untuk Beli yang Baik?

Aturan untuk menggunakan kantong belanja ramah lingkungan sudah digalakan sejak beberapa bulan lalu. Pertanyaannya sebagai konsumen sudahkan kita membeli produk yang baik dan ramah lingkungan?

Sampai detik ini, saya masih terus belajar menjaga lingkungan dengan baik. Salah satunya tentu saja selalu berusaha untuk membuat rumah lebih ramah lingkungan, termasuk mengajarkan anak saya Bumi untuk bisa lebih hemat menggunakan air dan mengajaknya untuk mendaur ulang beberapa barang  yang ada di rumah sehingga bisa lebih bermanfaat. Gaya hidup ramah lingkungan ini tentu saja selalu upayakan termasuk ketika berada di lingkungan kantor.

sudahkan beli yang baik

Hal ini mau nggak mau memang harus saya lakukan untuk menciptakan lingkungan agar tetap lestari di masa yang akan datang. Ya, ujung-ujungnya tentu saja buat generasi penerus semacam anak-anak kita ini.  Belum lama ini,  Unilever ternyata juga menyelenggarakan kampanye brightFuture dengan melakukan program beli yang baik bersama bersama World Wild Fund (WWF) dan Hypermart.

Begitu mendengar gagasan ide ini, saya cukup salut. Hal ini bisa memperlihatkan kalau Unilever punya komitmen yang baik untuk menumbuhkan bisnisnya seraya mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan serta meningkatkan dampak positif bagi masyarakat, di mana dituangkan dalam strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP).

Lewat program ini, Unilever mengajak kita semua untuk Program #beliyangbaik mengajak konsumen untuk lebih cermat dalam memilih kebutuhan sehari-hari dengan memperhatikan lima hal sebelum membeli produk, yakni: apakah fungsi produk sesuai yang dibutuhkan; darimana bahan baku yang digunakan berasal; bagaimana proses produk dibuat; bagaimana kontribusi produk terhadap lingkungan dan masyarakat; apakah kemasan produk dapat didaur ulang.

Harapannya,  kita sebagai konsumen bisa cermat dalam mengambil keputusan saat membeli produk kebutuhan sehari-hari, khususnya mengetahui potensi dampak terhadap lingkungan dari produk yang akan dibeli, maka kita pun jadi punya andil yang besar untuk menjaga kelestarian bumi dari produk yang digunakannya.

Dalam jumpa pers yang dilangsungkan beberapa waktu yang lalu, Governance and Corporate Affairs Director & Corporate Secretary, PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso mengatakan kalau selama kurun 82 tahun, pertumpuhan bisnis Unilever dapat membawa manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat. Dalam Unilever Sustainable Living Plan sudah ditentukan target-target spesifik yang harus dipenuhi untuk mengurangi jejak lingkungan dan meningkatkan dampak sosial yang positif. Proses ini melalui berbagai prakarsa yang dilakukan di sepanjang proses bisnis mulai dari hulu, yakni pemilihan bahan baku, sampai hilir, yakni bagaimana cara konsumen menggunakan produk dan membuang kemasannya.

Program beli yang baik ini sendiri sudah dilangsungkan sejak 21 April hingga 17 Mei 2016. Jika ingin berkontribusi dalam program ini, kita bisa menulis tips bagaimana cara melestarikan lingkungan di kolom comment status Facebook Unilever dengan tulisan #beliyangbaik. Konsumen juga bisa ikut berpartisipasi dengan cara datang ke booth brightFuture di Hypermart dan mengikuti kompetisi cerita bagaimana melestarikan lingkungan. Ikutan, yuk!

 

 


Post Comment