7 Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Pengasuh Anak

Ada 7 hal yang menurut saya wajib diajarkan kepada pengasuh anak, agar bisa tanggap mengatasi situasi-situasi yang membutuhkan penanganan dengan cepat.

7 Hal yang Perlu Diajarkan Kepada Pengasuh Anak

Image: www.heatbypump.com

Beberapa waktu lalu, Jordy anak pertama saya yang berusia hampir 2 tahun dinyatakan positif dengue. Walau waktu itu trombositnya masih 171 ribu, saya memutuskan untuk rawat inap di rumah sakit. Hal senada juga disarankan oleh perawat di ruang UGD-nya. Karena pola demam dari DBD justru dikategorikan kritis di hari ke-4 atau lima, saat suhu tubuh pasien kembali normal. Apalagi hari ke-3 saya membawa Jordy ke UGD, juga dibarengi dengan nafsu makan dan minum yang menurun, lalu timbul ruam pada punggung dan perutnya.

Bagi saya, sebagai seorang ibu, kita memang perlu cermat membaca situasi saat anak sakit, ini adalah kunci utama, dan ini juga saya tularkan kepada pengasuh Jordy. Untuk menghindari salah penanganan atau terlambat menangani penyakit yang mungkin dampaknya bisa fatal. Setidaknya ada 7 hal yang saya ajarkan kepada pengasuh Jordy, namun supervisi tetap ada di tangan saya.

  1. Memantau suhu saat si kecil demam

Dari hari pertama Jordy demam saya wanti-wanti untuk mengecek suhu tubuh Jordy secara berkala (siang dan sore hari), dan dilaporkan kepada saya. Saya lebih suka menggunakan termometer telinga, karena hasilnya lebih cepat dan akurat.

Bahasan mengenai demam ini pernah dibahas tuntas oleh kontributor kami Kirana dalam artikel Semua Tentang Demam (Common Cold). Yang saya garis bawahi, adalah jika suhu tubuh di atas 39°C untuk anak di atas usia 6 bulan segera kompres dengan air hangat,  jangan luput dari pemberian cairan. Dan kalau demam sudah lebih dari 3 hari segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, jika respond dari si kecil masih bekerja dengan baik. Artinya masih mau main, ceria , walau sedikit rewel,  berarti situasi masih terkendali, namun tetap waspada.

  1. Pola makan dan minum

Saya menghindari Jordy untuk jajan sembarangan, konsekuensinya saya selalu menyediakan camilan dan buah kegemaran Jordy. Mengingatkan si Mbak agar tidak tergoda ikut-ikutan membelikan Jordy jajanan warung. Ketika sakit, fokus utama jangan sampai kurang memberikan cairan. Saya akali dengan menu makanan yang berkuah, dan camilan yang segar dan manis – seperti puding.

  1. Cermat dengan tekstur feses

Ini dia yang terdengar jijik, tapi penting banget. Pasalnya ketika sempat membawa Jordy ke UGD di hari ke-3 demamnya, dokter dan perawat juga turut menanyakan tekstur feses Jordy selama seharian terakhir. Untungnya hal ini sudah dimengerti oleh Mbak di rumah, jadi laporan mengenai feses ini juga akurat, dan memudahkan saya menyampaikan kepada tenaga medis. Poinnya apakah saat anak dalam keadaan sakit, dibarengi dengan feses yang encer menyerupai diare atau tidak?

  1. Pengananan pertama pada beberapa jenis luka

Luka terbuka karena benda tajam, sebaiknya dialiri dulu dengan air mengalir – yang bermanfaat untuk membersihkan luka. Dan berlanjut diberikan obat oles untuk menghindari terjadinya infeksi. Dan pada luka bakar, juga dialiri air hingga luka tidak lagi terasa panas. Dan ingat tidak disarankan mengobati dengan pasta gigi, minyak goreng, kecap, apalagi margarin. Mommies bisa menggunakan Bioplacenton, atau Mebo.

  1. Menjauhkan si kecil dari orang batuk dan merokok

Yang ini sudah sangat jelas, kalau orang yang mendekati Jordy ketika sedang sakit batuk, merokok atau diketahui dia memang aktif merokok, lebih baik dijauhi saja. Sekalipun itu adalah anggota keluarga saya sendiri (saya memang tidak bisa toleransi untuk hal ini :D. )

  1. Menghindari si kecil mendengar sesuatu yang tidak pantas

Yang namanya otak anak kecil itu ibarat sponge, sangat mudah menyerap cairan. Dalam konteks ini menyerap kosakata, termasuk yang tidak pantas didengar. Karena saya pernah mendapati ada segelintir anak kecil di lingkungan tempat tinggal yang memiliki kebiasaan bicara kasar, saya tidak menyarankan si Mbak membawa Jordy main di jam-jam mereka sudah pulang sekolah. Atau sesederhana menjauhi mereka dari jangkauan Jordy.

  1. Waspada dengan tamu

Semua tamu atau siapapun yang memasuki rumah selama saya dan pasangan bekerja, pasti sudah saya beritahu dulu sebelumnya kepada si Mbak. Jadi, si Mbak tidak boleh menerima tamu yang bukan saya sebut namanya atau ciri-cirinya (dengan alasan apapun).

Dan yang tidak boleh terlewat adalah menyediakan kotak P3K di rumah dan nomor-nomor darurat yang mudah untuk dihubungi setiap saat. Di antara Mommies ada yang mau menambahkan? Silakan ya :)


Post Comment