4 Cara Mengajarkan Anak Berinvestasi

Ditulis oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Setiap orangtua punya aturan masing-masing dalam hal memberikan uang saku untuk anak. Apabila Mommies sudah memberikan uang saku, berapakah jumlahnya dan untuk apa saja keperluannya? Jangan lupa ajarkan anak untuk berinvestasi, ya.

Tahukah Mommies bahwa anak sebaiknya dikenalkan dengan ilmu pengelolaan keuangan sedari kecil. Jika anak sudah diajarkan mengelola uang sejak kecil, bukan hanya dia akan lebih pandai dalam berhitung tetapi juga akan membentuk  kebiasaan yang baik. Sejak anak mulai mengenal angka, kita bisa mengajarkan mereka tentang konsep belanja, menabung, dan beramal. Bagaimana dengan investasi? Nah, konsep ini juga bisa diajarkan dengan metode yang sedikit berbeda dengan menabung. Coba ikuti langkahnya berikut ini.

cara mengarkan anak berinvestasi

  1. Ajak anak punya tujuan

Investasi selalu diawali dengan adanya sebuah tujuan atau keinginan yang perlu diwujudkan. Ajak anak untuk mengenali mau apa? Sederhananya bisa mengajak mereka untuk menyusun tujuan berlibur, membeli sepeda, dan lainnya.

  1. Konsep menyisihkan uang

Setelah uang digunakan untuk belanja dan menabung, maka konsep investasi bisa mulai diperkenalkan setelah anak mengenal uang dan fungsinya sebagai media pembayaran. Umumnya, konsep uang sudah mulai dipahami anak- anak usia 6 tahun ke atas. Pada tahap awal, pengenalan investasi kepada anak dilakukan dengan mengajarkan pemahaman konsep dasar di dalam investasi yaitu konsep penyisihan uang secara berkala selama kurun waktu tertentu untuk mencapai tujuan di masa depan yang ditetapkan sebelumnya.

Misalkan, anak punya keinginan membeli sepeda, maka libatkan mereka dalam mewujudkan keinginan tersebut. Tanamkan konsep bahwa sepeda memiliki harga yang cukup mahal sehingga kita perlu menyisihkan uang secara berkala agar bisa mengumpulkan dana untuk membeli sepeda tersebut.

  1. Sedikit menjadi bukit

Menyisihkan uang dari seluruh uang saku pasti sulit untuk dilakukan dalam jumlah besar. Oleh sebab itu, kita bisa menerapkan konsep HAPSARI (HAnya Perlu Seribu Aja sehaRI) dalam mengajarkan konsep penyisihan uang secara berkala. Misalnya, ajarkan anak untuk menyisihkan seribu rupiah ke dalam celengan setelah menerima uang saku. Untuk menjaga motivasi anak dalam menyisihkan uangnya secara teratur, Mommies bisa menempelkan gambar sepeda (keinginan anak) di celengannya. Sehingga sang buah hati selalu ingat bahwa semakin banyak ia menyisihkan uang, maka semakin dekat dengan pencapaian impian.

  1. Membeli produk investasi setelah uang terkumpul

Tentu saja, kebutuhan dana untuk membeli sepeda (keinginan anak) akan lama tercapai bila hanya menabung seribu setiap hari. Di sini mommies berperan untuk mengajak anak berkenalan dengan produk investasi sederhana. Dalam hal ini, emas bisa digunakan karena anak akan mudah melihat satuan benda fisik dan emas dapat dibeli dengan satuan 1 gram per kepingnya.

Nah, reward dalam berinvestasi adalah saat dana terkumpul untuk membeli barang yang diinginkan. Oleh sebab itu, saat melakukan proses penjualan emas, ajak anak juga ke toko emas agar dia ikut merasakan nikmatnya memiliki uang untuk membeli sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Live a beautiful life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.

 


One Comment - Write a Comment

Post Comment