Hasrat Seksual Menurun Saat Hamil, Lalu Bagaimana?

Perlu diakui kalau hasrat seksual para bumil memang cenderung menurun. Lalu bagaimana menyikapinya?

Siapa yang waktu hamil suka ogah-ogahan saat ‘dicolek’ sama suami? Hahahaha…. *ngacung*. Kondisi ini memang sempat saya rasakan ketika hamil dulu, terlebih ketika sudah memasuki trimester ketiga. Bukan apa-apa, saya merasa tubuh ini sudah terlalu begah, sehingga bikin saya mudah merasa lelah. Jangankan berhubungan seksual, lah wong mau tidur nyenyak saja rasanya sudah sulit. Rasanya persoalan seks pada masa itu benar-benar kurang menarik.

hasrat seksual menurun saat hamil

Tapi saya nggak mengklaim kalau kondisi ini dirasakan semua bumil, lho, ya. Soalnya ada beberapa teman  saya yang mengaku gairah seksualnya justru makin meningkat ketika hamil. Jadi, mungkin suami saya saja yang kurang beruntung hihihi. Tapi ternyata, berkurangnya hasrat seksual nggak hanya dirasakan oleh para bumil saja, lho. Ada salah satu teman saya yang mengaku intensitas hubungan seksualnya jadi sangat menurun lantaran sang suami memang nggak tega untuk mengajaknya bercinta.

“Gue, sih, memang jadi kurang bergairah. Tapi masa kalau suami ‘minta’ gue tolak? Masalahnya, waktu hamil dulu suami gue justru bilang nggak tega buat ngajak gue ML, jadinya selama hamil intensitas kami melakukan hubungan seksual bisa kehitung dengan jari.” Nah, lho… Ada yang punya pengalaman serupa?

Menurut Zoya Amirin,M. Psi, biasanya jika ada pihak suami yang terlihat membatasi diri untuk tidak melakukan hubungan seksual, hal ini dikarenakan mereka khawatir dapat melukai anak yang ada dalam kandungan. Jadi katanya, nggak perlu berpikiran negatif dulu.

Kalau rasa khawatir yang kerap dijadikan alasan mengapa gairah seksual suami jadi menurun, bagaimana dengan alasan sang istri? Ternyata lewat hasil obrolan saya dan beberapa teman, saya bisa menyimpulkan ada beberapa faktor yang sering memengaruhinya.

“Salahkan” si hormon yang tidak seimbang.

Nggak bisa dipungkiri, ya, saat hamil hormon kita itu naik turun seperti yoyo. Mood rasanya sering nggak stabil. Ujung-ujungnya bikin suasana hati nggak enak untuk melakukan hubungan seksual. Nggak tahu kenapa, hormon ini menghilangkan libido. Kalau sudah begini lalu bagaimana? Menurut saya, sih, langkah utama yang perlu dilakukan adalah mengomunikasikan pada pasangan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Kalau katanya  Yvonne K. Fulbright, Ph.D., pakar hubungan seks dan pengarang buku of Your Orgasmic Pregnancy, nggak ada salahnya untuk memulai dengan foreplay. “Pintar-pintarlah mencari waktu mencuri kesempatan untuk memijat pasangan hingga ciuman.”

Hilangnya rasa percaya diri.

Siapa yang pernah merasa nggak PD saat hami? Selain karena faktor badan yang kian membulat, ternyata ada beberapa hal yang bikin saya merasa nggak seksi (lagi) di mata suami. Tanpa disadari kondisi ini ternyata mampu mengikis gairah seksual. Tapi apa iya seperti itu? Ternyata perasaan itu nggak benar, lho, soalnya tidak sedikit suami mengaku justru menganggap istrinya yang sedang hamil itu sangat seksi. Dari pada terbawa suasana hati yang mengatakan bentuk tubuh sudah nggak menarik, lebih baik mulai fokus melakukan hal yang positif dan mencari tahu bagian tubuh mana yang indah dan mulai ajak suami untuk ‘berpetualang’. Sedikit latihan fisik tentu akan mampu meningkatkan rasa percaya diri.

Meskipun banyak bumil yang mengaku gairahnya lenyap, faktanya melakukan hubungan seksual saat hamil itu aman-aman saja, kok. Hanya saja memang perlu memerhatikan posisi yang akan dipilih. Lagi pula, nggak mau dong, kalau alasan nggak berhubungan intim selama hamil ini terus berlanjut? Nggak bisa dipungkiri kalau kehidupan seks merupakan salah satu faktor penentu keharmonisan dalam rumah tangga. So, dari pada terbawa suasana untuk tidak melakukan hubungan seksual, lebih baik cari solusi dan menikmati berhubungan seks selama masa kehamilan.


Post Comment