Cara Mudah Kenali Kesehatan Rekening Tabungan

Ditulis oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Mommies, pernahkah merasa bahwa uang di rekening tabungan cepat sekali bablas? Jika demikian, bisa jadi rekening tabungan Anda belum sehat. Untuk itu, kenali kesehatan rekening tabungan.

tabungan

Selain pengeluaran yang belum terkendali, ada beberapa hal yang dapat dikenali sebagai penanda seberapa sehat rekening tabungan yang Mommies miliki. Coba lihat tanda-tandanya berikut ini.

  1. Periksa mutasi rekening

Jika jumlah transaksi uang keluar mendominasi seluruh mutasi, artinya rekening tabungan kurang sehat. Alih-alih berperan sebagai wadah untuk menyimpan dana bagi persiapan masa depan, rekening tabungan yang dimiliki saat ini sebenarnya lebih berperan sebagai dompet elektronik. Oleh sebab itu, jumlah rekening tabungan yang dimiliki sebaiknya lebih dari satu dalam hal pengelolaan keuangan. Pemisahan rekening tabungan sebaiknya khusus dialokasikan untuk simpanan dana masa depan dan rekening tabungan untuk belanja keluarga. Sehingga, rekening tabungan untuk keperluan bulanan akan berfungsi layaknya dompet elektronik.

  1. Mengambil tunai di ATM berbayar

Pahami bahwa biaya administrasi dari pengambilan tunai di ATM bukan dari bank penerbit bisa menimbulkan biaya. Apabila penarikan tidak dijadwalkan dengan baik, bisa jadi dalam sebulan terjadi 20 kali transaksi penarikan bahkan lebih. Tanpa sadar ada dana sebesar Rp150.000 yang terbuang percuma, padahal bisa dialokasikan untuk investasi di reksadana.

  1. Punya rekening tabungan berbiaya tinggi

Bayar biaya adminstrasi bank secara berlebihan tentu tidak menguntungkan dan tidak sehat. Saat ini, banyak rekening tabungan yang memberikan fasilitas bebas biaya administrasi, cash-back, dan lainnya. Pahami berbagai fitur ini agar dapat menambah keuntungan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.

Kesehatan rekening tabungan bisa disembuhkan dengan beberapa langkah berikut.

Pertama, identifikasi tujuan keuangan apa saja yang dimiliki keluarga agar dapat menentukan jumlah rekening yang diperlukan. Contoh: pos pengeluaran adalah dana darurat, dana liburan, belanja kebutuhan pribadi, dan belanja bulanan. Untuk memenuhi keempat tujuan keuangan tersebut, diperlukan 4 rekening tabungan. Kedua, memiliki rekening tabungan yang umum untuk transaksi dan rekening tabungan dengan fitur akumulasi poin hadiah, cash back, dan lainnya, untuk kebutuhan lainnya. Dengan demikian, penghematan juga bisa dilakukan sambil belanja.

Pemisahan rekening tabungan tidak akan efektif bila tidak diiringi dengan perubahan cara mengelola keuangan. Transfer otomatis untuk berbagai pos pengeluaran yang direncanakan ke rekening tabungan masing-masing setelah menerima gaji. Pengambilan dana tunai sebaiknya hanya dilakukan sebanyak 4x dalam sebulan, sesuai dengan kebutuhan anggaran rumah tangga. Selamat mencoba.

Live a beautiful life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment