Tren Investasi Saat Ini, Apa Saja?

Ditulis oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

Keragaman produk investasi dibuat untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen. Namun, manakah yang saat ini menjadi tren investasi terutama bagi kaum perempuan?

Sejak jaman nenek moyang, ternyata masyarakat telah banyak mengenal dan melakukan investasi untuk keluarga. Namun, investasi yang dilakukan masih sangat sederhana karena keterbatasan institusi keuangan formal seperti saat ini. Pada umumnya masyarakat di zaman dulu berinvestasi dengan merawat hewan ternak, berdagang ataupun membeli tanah dan properti.

Sekarang, kita telah hidup di zaman modern ketika institusi keuangan formal seperti Bank, Sekuritas, dan Asuransi telah berkembang dengan pesat sehingga mampu memberikan pilihan produk investasi yang beragam. Contoh keragaman produk investasi yang ditawarkan oleh institusi keuangan formal misalnya meliputi reksa dana, saham, unitlink, Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (Sukri) dan produk- produk lainnya. Keragaman tersebut dibuat untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen. Manakah yang saat ini menjadi tren investasi terutama bagi kaum perempuan?

tren investasi

Mommies, untuk yang tergolong ke dalam kelompok investor pemula, saya biasanya menyarankan produk investasi yang sederhana, aman dan mudah dipelajari seperti reksadana pasar uang, ORI, Sukri dan Deposito. Namun, tidak semua produk investasi tersebut cocok sebagai solusi untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Kita masih harus menganalisa produk mana yang sesuai dengan memerhatikan minimal 2 faktor utama.

Pertama, jangka waktu investasi. Investasi pasti mengandung risiko, tetapi potensi kerugian tersebut dapat diminimalisir dengan menyesuaikan produk investasi sesuai kebutuhan jangka waktu investasi. Contoh, reksadana saham memiliki potensi naik-turun harga yang besar dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, reksadana saham umumnya memiliki tren kenaikan. Sehingga, potensi kerugian bisa diminimalisir dalam apabila periode investasi dilakukan dalam jangka panjang.

Kedua, profil risiko calon investor. Secara sederhana, profil risiko bisa diketahui dengan menganalisis reaksi kita jika terjadi perubahan harga produk investasi. Apabila mommies sering merasa khawatir dengan fluktuasi harga produk investasi maka kemungkinan tergolong investor konservatif. Sebaliknya, jika suka dengan fluktuasi harga agar bisa mendapat keuntungan lebih besar, maka tergolong ke dalam investor agresif.

Nah, untuk mommies yang mungkin saat ini sedang mempersiapkan dana pendidikan anak untuk masuk Sekolah Dasar, bisa mengikuti panduan berikut ini:

  • Jika anak usia 1 – 3 tahun, dapat menggunakan bantuan reksadana campuran atau emas.
  • Jika anak usia 4 – 5 tahun, dapat menggunakan bantuan reksadana pasar uang.
  • Jika anak usia 6 tahun, dapat menggunakan bantuan tabungan pendidikan.

Live a beautiful life!

 

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment