Karena Ayah Juga Ingin Seimbang Antara Karier dan Keluarga

Ditulis oleh: Nina Samidi

Simak curhatan para ayah bekerja yang ternyata juga ingin seimbang antara karier dan keluarga. 

Selama ini kita tahu bahwa ibu bekerja merasa stress karena harus meninggalkan anak dan bekerja di kantor, dan bahwa ibu bekerja jauh lebih mudah stress dibanding ayah bekerja. Ternyata sebuah penelitian yang dilakukan www.brighthorizons.com menunjukkan bahwa para ayah bekerja juga merasakan hal yang sama.

Dalam penelitian ini disebutkan bahwa 52 persen ayah bekerja mengalami stress untuk menyeimbangkan kehidupan di rumah dan kantor. Alasan ayah mengalami stress lebih karena masalah profesional di tempat kerja dan masalah keuangan, yaitu misalnya soal menyiapkan biaya sekolah (72 persen) serta tuntutan pekerjaan oleh atasan mereka (60 persen). Hal kedua itu diperkirakan karena kebanyakan atasan (dan mungkin sebagian besar orang) menganggap bahwa setiap laki-laki (meskipun dia ayah), harus “mengabdikan” lebih banyak waktunya di kantor dan tidak ada excuse untuk urusan keluarga. Padahal, ayah juga berperan dalam membentuk karakter anak. 

Kenyataannya, 46 persen Ayah mengalami frustasi di kantor justru karena kekurangan waktu bersama keluarga. Namun untungnya, ada juga para atasan (34 persen) yang mengerti bahwa para ayah yang bekerja bisa mengalami stres karena kekurangan waktu bersama keluarga. Yang menarik, 16 persen di antara ayah bekerja mau berhenti bekerja karena ketidakmampuannya menyeimbangkan kehidupan rumah dan kantor. Karena faktanya, memang banyak yang bisa kita pelajari dari gaya pengasuhan Ayah. 

ayah bekerja juga ingin seimbang

Bagaimana dengan suami-suami kita? Meski penelitian di atas dilakukan di Amerika Serikat, namun rupanya hal serupa sedikit banyak juga dialami ayah-ayah bekerja di Indonesia.

Seperti yang dialami Chandra (34 tahun), Programmer ini terkadang harus lembur. Tapi dia mengaku berusaha untuk tidak berlama-lama di kantor. “Kalau tidak benar-benar terpaksa, saya tidak mau lama-lama di kantor. Kasihan anak menunggu di rumah.”

Begitu juga dengan Ade Rizky (35 tahun), Pedagang, dia mengiyakan ketika ditanya apakah dia ingin bisa punya waktu lebih banyak di rumah. Dia juga mengaku stres jika terlalu banyak bekerja di kantor. “kalau sudah lelah di kantor, rasanya ingin cepat-cepat pulang. Bertemu dan bermain dengan anak itu obat lelah dan obat stres terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Ariyo Zidni (36 tahun), penggiat dongeng yang sangat tinggi jam kegiatannya dan terkadang harus bepergian dari satu negara ke negara lain meninggalkan rumah berminggu-minggu, yang terberat adalah rasa kangen pada anak dan istri. “Karena itu saya memilih waktu kerja yang fleksibel. Ada kalanya saya ingin di rumah terus, bermain dengan anak, jadi saya menentukan kapan saya mau bekerja atau tidak,” tuturnya.

Henry (35 tahun), pemilik sebuah EO di Jakarta mengatakan bahwa setiap orang tua, termasuk ayah, juga pasti ingin punya waktu lebih banyak di rumah. “Mau tidur dan main sama anak! Hahaha…” gelaknya. Karena itu, jika pekerjaannya yang terkadang sangat melelahkan ditambah rasa kangen pada anak, solusinya adalah menelepon ke rumah dan facetime (melalui skype dan sebagainya). “Begitu tidak ada pekerjaan lagi, saya pasti cepat-cepat pulang,” tambahnya.

Nah, jadi siapa bilang urusan kangen anak dan ingin lebih lama di rumah cuma milik ibu bekerja? So, Moms, coba tanya suami-suami kita, apakah dia juga merasakan yang kita rasakan? ;)


Post Comment