3 Kiat Menghadapi Anak Emas Atasan

Jangan keburu tersulut emosi saat menghadapi anak emas atasan, bisa jadi memang kita yang belum memaksimalkan kinerja kerja. Hadapi dengan 3 poin berikut ini.

Pernah nggak Anda merasa kalau kualitas pekerjaan Anda sama bagusnya dengan rekan kerja Anda, namun kok dia yang lebih diperhatikan serta mendapat banyak pujian dari atasan? Beberapa di antara Anda yang pernah mengalami hal tersebut mungkin akan membatin, “Dasar Anak Emas”, atau “Wah, pilih kasih nih” atau perasaan-perasaan tidak adil lainnya.

3 Kiat Menghadapi Anak Emas Atasan

Pilih kasih atau favoritism merupakan praktik yang sangat umum terjadi di masyarakat, baik dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan pekerjaan. Favoritism adalah perlakuan istimewa terhadap seseorang atau kelompok tertentu yang tidak berdasarkan pertimbangan kinerja, namun berdasarkan alasan-alasan lain di luar kinerja, misal alasan personal. Praktik favoritism ini  membuat lingkungan kerja menjadi tidak kondusif, karena sebagian karyawan akan menganggap percuma saja mengerahkan usaha lebih untuk menyelesaikan tugas jika pada akhirnya mereka tetap tidak diakui oleh atasan. Saat hal tersebut terjadi di kantor Anda dan Anda merasa diperlakukan dengan tidak adil, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

  1. Pastikan favoritism benar-benar terjadi

Apakah benar atasan Anda mengistimewakan rekan Anda tanpa alasan yang jelas? Sebelum terburu-buru menilai, perhatikan baik-baik kinerjanya. Jika ternyata Si Anak Emas mendapatkan perlakuan tersebut karena usaha yang dikerahkannya jauh lebih besar dari karyawan lain dan kinerjanya memang lebih baik dari yang lain, ada baiknya Anda juga mulai mengerahkan usaha yang lebih agar dapat mengimbangi Si Anak Emas. Tidak ada salahnya pula jika Anda mulai mengakrabkan diri dengan Si Anak Emas agar dapat mempelajari pendekatannya dalam mengerjakan tugas. Dan lebih baik fokus untuk memperbaiki kinerja kita, agar lebih teroganisir.

  1. Jangan marah atau menggosipkan si Anak Emas

Jangan biarkan kinerja dan reputasi Anda terganggu karena kondisi ini. Pada umumnya, Si Anak Emas sendiri tidak mengharapkan perlakuan istimewa tersebut, jadi jangan menyalahkan mereka atau memperlakukan mereka dengan tidak baik. Jangan pula menyebarkan gosip mengenai Si Anak Emas. Melakukan hal-hal membuat Anda terlihat buruk di hadapan rekan kerja yang lain. Ada baiknya Anda mencari cara untuk bonding dengan Si Anak Emas ini, agar tercipta hubungan harmonis antara berdua. Siapa tahu ada keuntungan dari kondisi ini.

  1. Bicarakan dengan atasan

Saat Anda merasa sudah waktunya untuk menghentikan favoritism di kantor Anda, bicarakanlah masalah ini dengan atasan secara diplomatis. Pastikan Anda memiliki argumen dan bukti-bukti yang kuat Jika tidak, bisa-bisa Anda malah harus cepat-cepat cari pekerjaan baru. Jika semua cara telah Anda lakukan namun tidak juga berhasil, bicarakan dengan bidang SDM di kantor Anda untuk menyelesaikan masalah ini bersama.

That’s it. Keep up your good work and stay professional!

Artikel ini ditulis oleh Bellita Nusa Pratiwi – Experd Consultant, Lulusan Psikoligi UI ini bergabung dengan Experd yang juga aktif dalam kegiatan sosial di luar kesibukannya sebagai Tim RnD Experd Consultant.


Post Comment