HaloDoc, Konsultasi dengan Dokter Lewat Genggaman

 Dengan kemajuan teknologi, saat ini juga sudah ‘lahir’ aplikasi halodoc, terobosan untuk mempersingkat waktu saat harus konsultasi ke dokter.

Semua percaya, dong, yah, kalau menjalani hidup itu perlu dimulai dengan mimpi, dengan begitu kita jadi punya semangat  untuk terus berkembang. Nah, hal ini pula yang menggerakkan Jonathan Sudharta, Chief Executive Officer MhealthTech membuat aplikasi yang diberi nama HaloDoc.

???????????????????????????????

Jadi, sejak dulu Jonathan Sudharta bermimpi kalau proses konsultasi dengan dokter bisa dilakukan lebih mudah. Berangkat dari mimpi tersebut, akhirnya membuat Jonathan ‘melahirkan’ Halodoc, sebuah aplikasi konsultasi dokter berbasis online yang memudahkan pasien ‘menemui’ dokter kapan saja.

Terus terang saja, salah satu pertimbangan saya dalam memilih dokter nggak terlepas dari kemudahan untuk berkomunikasi dengannya. Makanya, kalau ketemu dengan dokter atau tenaga ahli yang nggak membatasi diri, dalam artian mau ditanya-tanya dulu lewat telepon atau bahkan lewat chatting online, saya senangnya bukan main. Jadi kebayang, ya, kalau ke ada teknologi yg menjembatani kebutuhan seperti ini?

Memang, sih, kalau konsultasi ke dokter itu paling enak bertemu langsung dengan dokternya.  Biar bagaimana pun, dokter kan bukan cenayang yang bisa memprediksi  kondisi tubuh yang sebenarnya. Tapi paling tidak dengan adanya aplikasi kesehatan semacam ini bisa membantu kita mendapatkan ‘pertolongan pertama’.

Menurut Jonathan, sampai saat ini sudah ada 16 ribu dokter yang ikut bergabung dalam aplikasi  HaloDoc ini. Dokter ini tentunya terdiri dari beberapa dokter spesialis yang berada di berbagai kota. Ketika ingin konsultasi, kita tinggal memilih dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Lewat aplikasi ini, kita bisa mengetahui  dokter mana yang sedang online sehingga bisa melakukan konsultasi lewat video calling. Mengenai biaya, Jonathan menjelaskan kalau besaran tarif konsultasinya sangat bervariasi, ada yang Rp 60 ribu sampai Rp 125 ribu, “Penentuan tarif ini adalah hak prerogatif dokter.” kata Jonathan.

Ternyata e-konseling seperti ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 60-70an, lho! Jadi bisa kebayang, ya, kalau sekarang ini kondisi semakin berkembang. Paling tidak, sudah bisa terbukti kalau masyarakat modern seperti sekarang memang maunya yang serba cepat, pantas saja kalau respon cepat yang bisa diakses lewat genggaman akhirnya dipilih.

halodoc*Dr. Irwan, Jonathan dan Dra. Viera

Dr. Irwan Heriyanto, MARS, sebagai Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta di Indonesia juga mengakui kalau aplikasi ini bisa digunakan sebagai jembatan antara pasien dan dokter. Ia pun menandaskan kalau saat ini kualitas seorang dokter tak hanya diukur dari kepintarannya, melainkan juga cara komunikasinya dengan pasien. “Kemudahan berkomunikasi di era gawai ini menjadi sarana bagi dokter untuk memberikan pelayanan kepada pasien,” katanya.

Sementara, Dra. Viera Adella, Psi., M.Psi juga mengungkapkan kalau sekarang perilaku masyarakat kian berubah, di mana masyarakat cenderung menginginkan sesuatu yang cepat.

“Soalnya kecenderungan masyarakat sekarang ini memang sudah beda prioritas, kalau segera direspon maka hubungannya justru akan makin dekat secara personal. Istilahnya, percuma juga kalau berdekatan dan tatap muka, tapi solusi atau jawaban yang dibutuhkan nggak bisa dipenuhi. Kalau  ngomongin soal kepercayaan, ternyata kepercayaan itu dibangun dengan kebutuhan seseorang jika direspon dengan cepat,” ujar psikolog yang masih aktif mengajar di Universitas Atma Jaya ini.