Website Peminjaman Uang, Amankah?

Perencanaan dana pendidikan anak sudah dilakukan. Namun, ternyata ada musibah yang datang tak terduga dan dana darurat pun tidak cukup untuk mengatasinya. Lalu, apa solusinya?

Ditulis oleh: Prita Hapsari Ghozie, SE, Mcom, GCertFP,CFP®, QWP – Chief Financial Planner ZAP Finance

website peminjaman uang

Terkadang mengambil pinjaman ke lembaga keuangan kerap dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga. Cara tradisional untuk mengambil pinjaman adalah datang ke bank dan mengambil Kredit Tanpa Agunan. Selain itu, Mommies juga punya pilihan untuk mengambil dana tunai melalui kartu kredit. Masing-masing memiliki fitur dan tingkat biaya suku bunga pinjaman yang berbeda. Namun, belakangan ini mulai marak tawaran pinjaman dana melalui website untuk berbagai keperluan yang berbeda. Sehingga, timbul beberapa pertanyaan termasuk faktor tingkat keamanan.

Pinjaman dana atau kredit melalui sistem online merupakan cara baru yang dilakukan oleh pihak lembaga keuangan dalam hal pemasaran dan eksekusi layanan pinjaman kepada masyarakat. Perusahaan penyedia jasa pinjaman online biasanya bekerja sama dengan lembaga keuangan yang juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, pinjamannya tetap diberikan oleh lembaga keuangan berupa bank atau perusahaan finance.

Prosesnya secara sederhana adalah nasabah yang membutuhkan pinjaman akan melakukan searching di internet. Apabila nasabah menemukan jenis pinjaman yang sesuai, maka ada proses perbandingan yang dapat dilakukan sebagai fasilitas dari website tersebut. Setelah itu, pihak agen lembaga keuangan yang dikelola oleh website akan melakukan proses verifikasi administrasi dan akan meneruskan kepada pihak lembaga keuangan. Apabila aplikasi pinjaman disetujui, maka dana tunai akan cair langsung ke rekening nasabah. Proses pembayaran cicilan pinjaman tetap akan melalui jaringan ATM, internet banking, atau mobile banking.

Prinsip pengelolaan pinjaman online pada dasarnya sama dengan pinjaman dengan cara tradisional. Hitung kemampuan membayar pinjaman, jangan lebih dari 1/3 penghasilan bulanan. Selain itu, pengambilan pinjaman sebaiknya punya kebutuhan yang jelas. Usahakan tidak mengambil pinjaman untuk keperluan konsumsi apalagi hiburan, ya, Mommies.

Ada beberapa hal yang sebaiknya diketahui jika Mommies berminat untuk mengambil pinjaman berbasis online. Apa saja?

1. Pastikan perusahaan penyedia jasa pinjaman online sudah mendapatkan ijin dan lisensi sebagai broker dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Ketahui lembaga keuangan yang akan mengucurkan dana pinjaman untuk nasabah.

3. Lakukan perbandingan setidaknya 3 pinjaman dengan jenis yang serupa untuk mendapatkan ilustrasi pinjaman yang paling bersahabat.

4. Pahami syarat dan ketentuan apabila terjadi tunggakan, pelunasan dipercepat, dan juga bilamana diperlukan agunan.

5. Siapkan dokumen yang diperlukan untuk aplikasi secara lengkap agar proses pengajuan kredit dapat disetujui.

Prita Hapsari Ghozie adalah seorang perencana keuangan independen, penulis buku laris “Cantik, Gaya, & Tetap Kaya” serta “Make It Happen,” pembicara, dosen dan ibu dari 2 orang anak. Sebagai Founder dan Chief Financial Planner di ZAP Finance – sebuah konsultan perencanaan keuangan independen di Indonesia. Berpengalaman lebih dari 8 tahun sebagai perencana keuangan dan didukung latar belakang edukasi di bidang keuangan, Prita memiliki kompetensi untuk memberikan saran dan rekomendasi dalam hal keuangan.


Post Comment