Manajemen Karier dan Keluarga

Ditulis oleh: Waristi Amila

Manajemen karier dan keluarga versi saya jauh dari sempurna, karena satu hal yang pasti dalam hidup working mom adalah: ada saatnya memang kita harus memilih untuk mendahulukan keluarga atau pekerjaan. Dan menurut saya, itu normal!

Kita tidak bisa menerapkan manajemen karier dan keluarga dalam bentuk yang selalu sama. Tidak bisa sama-sama 100% terus, atau bahkan seimbang 50 – 50. Ada kalanya karier sedang menuntut kita lebih fokus, namun saat karier sedang berjalan normal tidak ada salahnya memberi porsi lebih banyak untuk keluarga. Pintar-pintarlah bermain dan mengatur komponen-komponen kecil. Kuncinya komunikasi dengan pasangan dan anak-anak, percaya deh kalau mereka mengerti bahwa kita berusaha melakukan yang terbaik untuk mereka karena rasa cinta.

manajemen karier dan keluarga

Sadar dengan kondisi ini, saya mencoba membuat beberapa poin penting yang masuk akal menurut saya :).

1. Lupakan rencana jangka panjang, fokus pada rencana jangka pendek
Untuk seorang ibu sekaligus bekerja, memiliki perencanaan jangka pendek saja sudah amat sangat membantu, hahaha. Buat rencana sesederhana bagaimana kita mengatur waktu dan kegiatan esok hari. Waktu berangkat, rute berangkat kerja (apakah bisa sambil mengantar anak sekolah?), pekerjaan di kantor, apabila lembur bagaimana berkordinasi dengan support system dan lainnya.

2. Delegasikan (sebagian) kewajiban
Penting untuk memiliki tim yang solid. Bisa pasangan, orang tua, pengasuh anak, pengasuh di day care atau tim di kantor. Lupakan sebentar pemikiran bahwa tidak ada orang lain yang bisa mengerjakan tugas ini sebaik saya :p. Pendelegasian kepada orang yang tepat memungkinkan kita bisa berbagi kepala dan tubuh untuk urusan rumah dan kantor.

3. Manfaatkan teknologi
Pintar-pintarlah memanfaatkan teknologi, untuk berkomunikasi maupun meringankan beban pekerjaan kita. Saya selalu berkomunikasi dengan anak tertua saya lewat WhatsApp dan facetime dengan si kecil. Mommies juga jangan lupa memanfaatkan teknologi agar tetap intens berkomunikasi dengan pasangan. Coba cek aplikasi untuk working mom.

4. Let go the guilt
Ini yang terberat, rasa bersalah. Kadang ini membuat kita jadi stress sendiri dan malah tidak bisa maksimal di karier tapi juga jadi tidak bahagia di keluarga. Saat perasaan ini datang, ingat lagi motivasi awal kenapa kita bekerja dan berbagilah dengan pasangan sehingga kita bisa mengatasi perasaan ini.

5. Efisiensi waktu
Manajemen waktu memegang peranan penting untuk keberhasilan manajemen karier & keluarga ini. Bekerja dengan fokus, meminimalisir distraksi di kantor, menjaga ritme kerja dan pengaturan jadwal agar tidak banyak waktu terbuang adalah kuncinya. Maksimalkan juga waktu makan siang untuk bisa berkomunikasi dengan pasangan atau anak-anak.

6. Quality vs Quantity
Siapkan waktu hanya untuk kita dan pasangan tanpa anak-anak, buat juga aktivitas khusus bersama anak-anak yang membuat mereka memiliki keterikatan dengan kita.


Post Comment