Agar Cuti Melahirkan Lancar Untuk Anda dan Atasan

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Mendekati cuti melahirkan, atasan saya sempat mengatakan kalau ia khawatir jika saya cuti maka pekerjaan akan keteteran. Ini trik saya agar cuti melahirkan lancar untuk saya dan atasan.

Bukan, maksud saya bukan atasan saya juga ikutan cuti. Saat cuti lahiran saya sudah mendekat, saya memang merasa bahagia, tapi ternyata atasan saya yang merasa deg-degan. Karena dia takut kalau nanti pekerjaan yang biasa saya handle akan terbengkalai. Nah, daripda di masa cuti saya malah ‘diganggu’ (maaf ya mbak boss :D), mending saya persiapkan semuanya agar lancar. Saya senang, atasan juga tenang.

cuti melahirkan

*Image dari si.wsj.net

1. Menunjuk satu orang pengganti selama saya cuti
Saat saya mengajukan cuti melahirkan, saat itu jugalah saya berdiskusi dengan atasan untuk memilih siapa yang akan menghandle pekerjaan saya selama masa cuti. Bisa rekan kerja yang biasanya memang bekerja sama dengan saya. Dengan adanya karyawan pengganti, atasan jadi tahu siapa yang harus ia pegang dan saya juga tidak repot untuk mendelegasikan tugas-tugas saya.

2. Operan tugas
Dua minggu sebelum cuti merupakan waktu yang pas untuk memberitahukan ‘lika-liku’ pekerjaan pada karyawan pengganti. Selama masa adaptasi ini diharapkan sang pengganti bisa beradaptasi dengan tim kerja sehingga pekerjaan pun lebih lancar. Begitu juga setelah masuk nanti, dua minggu pertama adalah waktu yang tepat untuk meng-update pekerjaan selama cuti.

3. Menyiapkan segala laporan
Sebelum meninggalkan kantor, semua laporan saya susun. Berikut hal-hal detail seperti data klien, deadline pekerjaan yang sudah rampung maupun deadline tugas yang sedang berjalan, dan info penting lainnya. Saya pun mengirim email laporan ini kepada atasan dan rekan kerja yang berkaitan dengan saya.

4. Tetap update
Meskipun tak ingin diganggu saat cuti melahirkan, namun sempatkan untuk tetap update keadaan di kantor. Saya melakukan hal ini agar saat kembali nanti saya bisa langsung menyesuaikan diri dan kembali bekerja dengan baik tanpa merasa bersalah.

5. Hilangkan bayangan tak menyenangkan saat kembali bekerja
Ada kalanya, sebelum kembali bekerja, saya membayangkan hal yang tidak-tidak. Seperti teman-teman yang tidak mau menerima saya kembali, sampai tugas-tugas yang menumpuk. Dengan menyempatkan update keadaan di kantor sebelum masuk, bayangan tak menyenangkan ini bisa hilang, dan persiapan kembali ke kantor tak merusak sisa cuti melahirkan saya.

6. Tetap percaya diri
Meskipun tanggung jawab terbesar tetaplah menjadi ibu, namun dengan memilih untuk kembali bekerja, artinya saya juga harus membagi tanggung jawab saya terhadap pekerjaan. Hal ini bukan berarti menjadi ketakutan saat akan kembali bekerja. Justru dengan tetap percaya diri, saya percaya, saya dan para Mommies yang bekerja bisa melakoni dua jabatan sekaligus. Sebagai ibu bekerja!


Post Comment