Vaksin Flu Saat Hamil, Amankah?

Benarkah ibu hamil yang melakukan vaksin influenza  membuat bayinya lebih tahan terhadap influenza? Apakah suntikan vaksin anti flu ini aman dilakukan para bumil? Berikut penjelasan dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG.

vaksin ibu hamil.png

Siapa yang dulu ketika hamil melakukan vaksin, termasuk vaksin influenza? Waktu hamil Bumi, saya sendiri sama sekali tidak melakukan vaksin. Alhasil, saya sempat menyalahkan diri sendiri karena Bumi sering mengalami influenza.

Bukannya apa-apa, soalnya saat browsing mengenai influenza, saya menemukan sebuah artikel kesehatan yang menuliskan kalau ada penelitian yang menunjukan bahwa ibu hamil yang mendapatkan suntikan vaksin flu menunjukan kalau ibu tersebut akan memiliki bayi yang tahan terhadap influenza. Bahkan ada artikel yang menuliskan bahwa ibu hamil yang melakukan vaksin influenza kelak akan memiliki janin yang sehat. Benarkah?

Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, saya pun akhirnya memutuskan untuk bertanya pada dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG mengenai hal ini. Meskipun mencari informasi bisa dilakukan dengan mudah lewat browsing di internet, tapi tentu saja tidak bisa dijadikan standar pedoman sehingga bertanya pada ahlinya perlu dilakukan.

Dalam hal ini dokter kandungan yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, ini pun memaparkan pada dasarnya vaksin yang dilakukan sebelum dan selama kehamilan merupakan tindakan preventif untuk meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil terhadap infeksi parasit, bakteri, dan virus.

Lebih lanjut, dr. Yassin juga menjelaskan kalau ibu hamil memang boleh melakukan vaksin, tapi tentu saja ada batasan. Ada vaksin yang boleh dilakukan dan ada banyak vaksin yangtidak dianjurkan untuk diberikan selama kehamilan.

“Kalau di luar negeri memang sedang digalakkan vaksin flu untuk wanita hamil. Secara umum, vaksin flu di Indonesia, di mana negara kita termasuk negara tropis, vaksin ini kurang banyak membantu dalam mencegah terjadinya influenza karena virus flu di negara tropis yang cenderung banyak bermutasi, sehingga banyak varian virus yang tidak bisa diproteksi dengan vaksin”.

vaksin untuk ibu hamil*data saya ambil dari http://www.cdc.gov/vaccines/pubs/preg-guide.htm*

Pemberian vaksin yang tidak direkomendasikan adalah vaksin dari virus yang hidup, dikarenakan selama hamil daya tahan tubuh ibu hamil sedikit menurun sehingga pemberian vaksin hidup berisiko menyebabkan infeksi dan membahayakan janin.

Adapun vaksin yang boleh dilakukan selama hamil adalah vaksin influenza dan tetanus toksoid. “Vaksin ini dibutuhkan untuk mencegah infeksi bakteri clostridium tetani. Pemberian vaksin ini lebih diutamakan pada ibu hamil yang punya kemungkinan melahirkan di tempat-tempat yang kurang steril. Namun saat ini tidak menjadi kewajiban lagi karena proses persalinan yang dilakukan secara bersih dan higiene hingga terhindar dari kontaminasi bakteri tersebut.”

Dengan demikian dr. Yassin menegaskan kalau selama hamil, 2 vaksin inilah yang diperlukan, tapi memang  tidak selalu karena hanya diberikan berdasarkan indikasi atau dalam kondisi tertentu saja. Jika ada pendapat yang mengatakan bahwa pemberian vaksin saat sedang hamil dapat mencegah kematian janin, padahal kematian janin bisa disebabkan oleh berbagai faktor, dari penyakit ibu, penyakit janin, serta penyakit pada plasenta, maka antara vaksinasi dan kematian janin tidak punya hubungan langsung.

Berkaitan dengan vaksinasi, meskipun ada beberapa vaksin yang bisa dilakukan ketika hamil, dr. Yassin menyarankan agar vaksin ini dilengkapi saat perencanaan kehamilan. Dengan demikian, kondisi kesehatan ibu dan bayi akan lebih maksimal.


Post Comment