3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Babymoon

Supaya menghadapi kedatangan si kecil lebih tenang dan santai, coba lakukan babymoon, deh. Ini 3 hal yang harus diperhatikan saat Babymoon. 

babymoon1*foto dari latitudeconciergetravels.com

Siapa yang pernah melakukan babymoon? Atau, malah sedang merencanakannya? Dulu, waktu hamil saya pernah ngidam untuk liburan bersama dengan suami. Syukurnya, sih, memang kesampaian karena waktu mengandung Bumi 5 bulan, saya pergi ke Dieng. Tapi waktu itu saya liburan bersama kakak-kakak saya, jadi kehitung babymoon nggak, ya? Hahaha…. yang jelas, namanya liburan selalu bikin saya happy!

Ngomongin soal babymoon, istilah ini sendiri sebenarnya bisa diartikan sebagai honeymoon sebelum kehadiran si kecil. Bisa dilakukan sebelum atau setelah melahirkan. Orang pertama yang mengenalkan istilah babymoon adalah Sheila Kitzinger, seorang penulis buku-buku kehamilan dan kelahiran asal Inggris. Menurutnya, dengan melakukan babymoon calon orang tua punya kesempatan menikmati ketenangan sebelum menghadapi kesibukan menjadi orang tua baru. Termasuk bisa tidur tenang sebelum masa-masa begadang dimulai.

Nggak berbeda jauh dari liburan, babymoon ini tentunya punya dampak postif.  Kalau buat saya pribadi, sih, dengan melakukan babymoon hubungan dengan suami terasa makin mesra. Paling nggak, ketika babymoon saya dan suami bisa punya quality time yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk ngobrol segala hal yang penting.

Selain merasa punya banyak kesempatan untuk melakukan aktivitas romantis bersama suami, saya pun bisa memperhatikan dan memanjakan diri diri sendiri. Intinya, sih, babymoon ini membuat masa kehamilan jadi tambah berkesan. Lagipula, banyak hal kok, yang bisa dilakukan saat babymoon.

babymoon

Tapi, sebelum melakukan babymoon, tentu saja ada rambu-rambu yang perlu diperhatikan. Jangan sampai niatnya ingin senang-senang dan bikin pikiran jadi lebih tenang, malah membuat kehamilan jadi terganggu karena teledor. Kira-kira apa saja, yah, yang harus diperhatikan?

Pilih waktu yang tepat.

Kalau menurut The American College of Obstetrics & Gynecology, saat terbaik untuk bepergian adalah saat kehamilan berumur 18-24 minggu. Artinya saat trimester ke-dua. Walaupujn begitu, tentu saja harus dipastikan lebih dulu dengan memeriksakan kondisi kehamilan. Dengan demikian kita pun jadi yakin apakah kondisi kehamilan sehat dan kuat untuk melakukan perjalanan.

Liburan di mana?

Nah, lokasi babymoon juga penting diperhatikan, nih! Kalau bisa, sih, jangan yang terlalu jauh sehingga perjalanan tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Kalau pengalaman pribadi saya yang sempat jalan-jalan ke Dieng dengan menggunakan mobil pribadi, saat itu perjalanan yang kami lakukan juga tidak ngoyo karena sering beristirahat di beberapa titik lokasi.

Kalau memang memilih lokasi yang jauh sehingga harus menggunakan pesawat terbang, jangan lupa perhatikan ketentuan dari maskapai karena tiap maskapai penerbangan punya ketentuan masing-masing. Selain itu jangan lupa perhatikan akses rumah sakit atau klinik yang ada di sekitar lokasi. Biar bagaimana pun, akan lebih baik sedia payung sebelum hujan, kan?

Jaga asupan makanan dan minuman.

Faktor lain yang nggak boleh disepelekan tentu saja berkaitan dengan asupan makanan dan minuman. Jangan sampai kekurangan asupan cairan selama perjalanan sehingga menyebabkan dehidrasi.

Kalau segala hal dipersiapkan secara matang, pasti babymoon impian bisa berjalan menyenangkan tanpa perlu mengganggu kesehatan kehamilan. Benarkan?


Post Comment