Cara Memulihkan Diri Setelah Bercerai

Ditulis oleh: Waristi Amila

Bercerai bukan hal yang layak dibanggakan (saya paham itu). Saya hanya ingin berbagi cara memulihkan diri setelah bercerai versi saya.

Kata yang (terlalu) sering saya dengar setelah perceraian adalah “Are you OK?” Dan lucunya, walaupun kemudian saya mengatakan kalau saya baik-baik saja, maka pertanyaan selanjutnya adalah “Benar?, Kok bisa?”

Kalau berdasarkan teori Kulber Ross, kita akan melewati tahapan Denial (Penyangkalan) – Anger (Marah) – Bargaining (Tawar Menawar) – Depression (Depresi) – dan yang terakhir, Acceptance (Menerima). Tapi bagaimana sebenarnya saya (dan beberapa teman-teman lain) melewati tahapan kelam ini?

cara memulihkan diri setelah perceraian

*Image dari i.telegraph.co.uk

1. Menangis
Saya tidak tahu berapa kali saya menangis. Terkadang bisa seharian, sampai saya takut melihat wajah saya di cermin. Tapi setidaknya, itu membuat dada saya lega.” – Wulan, Humas, 38 tahun. Yes! Menangis membuat beban yang menekan hati sedikit lumer dan kadang juga bisa membantu kita untuk bisa tidur. Saya harus mengakui kalau teman saya ini pulih cukup cepat dibanding saya yang malah tidak bisa menangis setelah perceraian saya.

2. Berteriak
Berteriak saja, tidak apa. Saya melepaskan beban dan kemarahan yang ada di dalam diri dengan berteriak. Seringnya ke pantulan diri di cermin atau foto mantan suami :D – asal jangan ke anak-anak, orang tua, sahabat atau binatang kesayangan ya!

3. Lari
Ini bukan berlari dalam konteks yang sesungguhnya. Ini tentang pergi ke tempat di mana kita bisa merasa tenang, berdiskusi dengan diri sendiri, atau mungkin pada akhirnya menemukan kembali diri kita. Saya berlari ke Ubud selama empat malam sendirian, saya bisa berteriak dengan puas dan menulis puluhan puisi, setelah itu saya merasa jauh lebih baik.

4. Bernyanyi
Kalau saya harus membayar Adele setiap kali saya memutar lagunya, saya yakin saya sudah bangkrut sekarang.” – Amanda, Graphic Designer, 28 tahun.
Bernyanyilah, cari lagu dengan lirik yang pas dengan suasana hati, resapi tiap katanya. Saya dulu beberapa kali pergi ke tempat karaoke. Percaya deh, penjaga gerai karaoke itu tidak peduli apakah saya datang sendiri atau dalam rombongan!

5. Berkeringat
“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” ini sering banget kita dengar saat sekolah dulu, tapi olahraga memang ampuh kok, bukan hanya membuat tubuh sehat tapi juga mengisi waktu, mengalihkan perhatian, dan keuntungan tambahan adalah saya merasa semakin segar dan cantik!

6. Tenggelam
Berapa kali – saat kita masih menjalani hubungan – kita membatasi diri untuk melakukan hal-hal yang kita sukai, untuk berbagai alasan? Jadikan perpisahaan ini saat yang tepat bagi kita untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan, lalu tenggelamlah di dalamnya! Saya menenggelamkan diri dalam kata-kata sementara sahabat saya menenggelamkan diri dalam kata sebenarnya – iya, dia keliling Indonesia untuk menyelam dan bermain bersama ikan-ikan.

7. Guilty Pleasure
Es krim! Nggak tahu lagi berapa banyak es krim yang saya makan!” – Dina, Marketing, 37 tahun.
Masa pemulihan ini menguras banyak energi (fisik maupun mental) dan kadang saya butuh istirahat dan memberikan kesenangan bagi diri sendiri. Es krim, cokelat, menonton live perfomance band kesayangan, semua boleh dilakukan – selama tidak merusak.

8. Berkencan (if you have to)
Saya tahu, tidak mudah untuk berkencan kembali tapi ini bisa membantu mengembalikan kepercayaan diri dan senyum kita, seperti yang pernah saya tulis di artikel Mengapa Penting Bagi Single Mom untuk Berkencan. Jangan lupa untuk terbuka pada teman kencan kita tentang apa yang kita inginkan dari hubungan ini, apakah hanya sekadar mengisi waktu atau mau serius.

Kembali pulih setelah perceraian itu tidak mudah dan tidak cepat. Sampai hari ini pun saya masih berjuang mengembalikan kepercayaan diri saya. Ini delapan cara saya, punya cara sendiri? Share it with me, siapa tahu bisa berhasil untuk teman wanita kita di luar sana yag sedang membutuhkannya.

So, you get divorce? It hurts but don’t worry, you will be OK. Trust me.


Post Comment