Bersama Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional Polio 2016

Baru-baru ini Indonesia serentak mengadakan Pekan Imunisasi Nasional Polio, demi target dunia bebas polio di 2020. Semua pihak turun tangan membantu program pemerintah ini, seperti yang tergambar dalam artikel berikut ini.

Bersama Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional Polio 2016

Meski Jordy sudah mendapatkan vaksin polio, saya kembali memberikannya saat Pekan Imunisasi Nasional Polio yang diadakan pemerintah 1-15 Maret lalu, serentak di seluruh Indonesia, secara gratis. Mengingat vaksin dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit infeksi, maka saya pun dengan penuh kesadaran membawa Jordy anak pertama saya ke pos PIN terdekat.

Pada tahun 2014, tepat 27 Maret – Indonesia bersama beberapa negara di Regional Asia Tenggara mendapatkan Sertifikat Bebas Polio dari World Health Organization (WHO). Meski begitu risiko penyakit ini tetap saja masih ada selama masih ada penyebaran virus polio di negara lain. Terlebih jika ada seseorang di negara yang masih terdapat virus polio, sempat terbang ke Indonesia kemudian singgah atau menetap.

Vaksin polio ini diberikan pada anak usia 0-59 bulan, dengan jenis vaksin tetes. Dan tahukah Mommies, di situs Departemen Kesehatan Indonesia dikatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendukung program imunisasi di Indonesia, termasuk PIN Polio 2016 sebagaimana tercantum dalam fatwa MUI Nomer 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi yang ditetapkan pada 23 Januari 2016. Hal ini dilakukan untuk menepis kekhawatiran sebagian masyarakat yang risau akan kandungan vaksin tetes polio ini.

Antusias para ibu yang datang membawa anak-anaknya ke pos PIN Polio menurut saya cukup tinggi, hal ini terbukti dari situasi yang saya lihat sendiri di lingkungan rumah tempat tinggal saya maupun di banyak daerah. Seperti yang tergambar pada pemberian vaksin polio di Kelurahan Cipete Utara 14 Maret lalu. Kegiatan ini digagas oleh Brawijaya Women & Children Hospital sebagai bentuk turut serta aktif membasmi virus polio, dan tentu saja mendukung program PIN Polio 2016.

Menurut keterangan dr. Kevin Gilbert, MM dari RSIA Brawijaya yang saya temui di lapangan mengatakan “Target setelah seorang anak divaksin polio, 99% tidak terinfeksi. Kemungkinan terburuk bisa terjadi, jika yang bersangkutan memiliki penyakit yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun drastis, seperti HIV AIDS. Tapi kalau sehat-sehat aja, tidak ada yang menyebabkan imunitas kita turun, vaksin polio ini diharapakan 99% mampu mencegah seseorang terinfeksi virus polio.” Jelas dr.Kevin.

Ayooo, siapa di antara anak Mommies yang kemarin melewatkan PIN Polio? Silakan kunjungi rumah sakit atau posyandu terdekat ya, Mommies. Demi target dunia bebas polio di 2020!


Post Comment