Peduli dengan Kesehatan Ginjal Si Kecil

Setiap minggu ke-2 bulan Maret diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia, di Indonesia tema tahun ini adalah: Kesehatan Ginjal & Anak: Hidup Sehat Sejak Sekarang. Apa ya, yang bisa kita lakukan agar tema tersebut menjadi kenyataan?

Peduli dengan Kesehatan Ginjal Si Kecil

Image: www.lucenxia.com

Ketika menghadiri liputan Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2016 di Jakarta belum lama ini, saya dibuat terkejut dengan data yang disampaikan oleh dr. Dharmeizar, SpPD-KGH, ketua PERNEFRI, (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) atau akrab disapa dr. Deri. Setidaknya ada 100 ribu penduduk Indonesia pada 2015 yang membutuhkan transpalasi ginjal – ini merupakan stadium 5 atau stadium terakhir pada Prevalensi Penyakit Ginjal Kronik (PGK). “Mengingat jumlah penduduk Indonesia kini mencapai 250 juta, angka jumlah pasien PGK tergolong besar.” Ujar dr. Deri.

Kondisi ini ternyata berkaitan erat dengan beberapa penyebab PGK, yaitu darah tinggi atau hipertensi  dan diabetes mellitus, sehingga dr. Deri berpesan sangat penting untuk secara berkala melakukan cek kesehatan, khususnya untuk kedua penyakit tersebut. Baik untuk kita orang dewasa maupun, anak kecil.

Bukannya menakut-nakuti nih, Mommies – kenapa penting banget untuk cek kesehatan? Karena pasien penyakit ginjal ini umumnya akan datang ke dokter ketika fungsinya sudah ada di angka 20%-25%. Artinya PGK termasuk ke dalam penyakit silence killer, pasien baru akan merasakan gejala, ketika fungsi ginjal ada di presentase tersebut (knocking on wood!)

Dalam World Children Report 2012, yang dilansir oleh UNICEF menyebutkan  Indonesia menempati urutan pertama se-ASEAN dengan angka persentase anak yang mengidap obesitas sebesar 12,2% *duuuh, kok data ini juga membuat saya mengelus dada, ya. Fakta ini menjadi momentum orangtua untuk selalu memantau kesehatan anak, khususnya memastikan anak Anda melakukan porsi aktivitas fisik yang cukup.

Menurut dr. Deri dan DR. Dr. Sudung P Pardede Sp.A(K) Dokter Ahli Ginjal Anak GKUI/RSCM, pola hidup zaman sekarang yang turut menyumbang risiko PGK ini. Salah satunya adalah kehadiran makanan siap saji yang kini hadir di setiap sudut kota. dr. Sudung mengingatkan, “Sudah waktunya kembali ke pola makan seimbang, perhatikan asupan makanan si kecil. Jangan hanya mengandung lemak, atau karbohidrat. Tapi juga harus ada protein dan seratnya.” Jadi, ada baiknya juga Mommies membiasakan si kecil membawa bekal dari rumah. Ini untuk menghindari si kecil jajan sembarangan – karena kebiasaan ini pula yang menjadi salah satu penyebab beberapa pasien anak kecil di RSCM harus berhadapan dengan PGK di tataran usia yang sangat muda.

Dalam acara yang didukung oleh Danone Aqua ini, juga turut mensosialisasikan program SMART (Seribu Hari Pertama Kehidupan, Makan dan Minum Sehat, Aktivitas Fisik, Resik, Tidak Merokok). Tujuannya tak lain untuk mencegah sejak dini faktor risiko penyakit ginjal, seperti yang sudah sempat saya singgung di atas – obesitas, diabetes, dan hipertensi. Secara garis besar program ini mengajak orangtua untuk memerhatikan asupan nutrisi yang seimbang , pola makan dan minum yang teratur pada anak di seribu hari pertamanya. Supaya ke depannya anak juga akan terbiasa dengan pola hidup sehat. Kemudian dilanjutkan dengan rajin melakukan aktivitas fisik, menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita dan berhenti merokok!

Semoga tidak semakin banyak pasien anak maupun dewasa yang mengidap PGK – karenanya rumus yang paling jitu (masih) mencegah daripada mengobati :)


Post Comment