4 Cara Merawat Diri Dalam Kesibukan

Kadang karena kesibukan menjalankan peran sebagai orangtua sekaligus istri, tidak sedikit perempuan lupa memenuhi kubutuhannya sendiri, termasuk dalam merawat diri.

cara merawat diri sendiri

Kapan terakhir Mommies nonton ke bioskop favorit seorang diri atau bersama sahabat? Kapan Mommies terakhir kali ke salon untuk body spa atau hanya sekedar untuk  potong rambut? Bagaimana dengan rutinitas kongkow sambil ngopi bersama sahabat?

Kalau pertanyaan ini diajukan ke saya, syukurnya saya masih bisa melakukan beragam kegiatan menyenangkan di atas. Meskipun menjadi orangtua sering kali membawa banyak perubahan dramatis untuk seorang perempuan, tapi saya sendiri sangat bersyukur kalau sampai detik ini masih punya waktu untuk diri sendiri. Termasuk punya waktu untuk bersosialisasi.

Ngomongin masalah sosialisasi,  saya jadi ingat, dulu Mama saya pernah bilang kalau keberhasilan sesorang didalam hidupnya nggak cuma dinilau dari kepandaian otaknya saja. Tapi masih ada faktor penting lainnya, seperti pergaulan sosial. “Jadi orang nggak perlu pilih-pilih teman, karena dari teman-teman kamu juga bisa banyak belajar banyak. Ketika kamu bisa bergaul dengan lingkungannya akan memberikan pengaruh terhadap keberhasilan seseorang dalam hidupnya”.  Paling nggak sekarang saya sangat paham dan mengakui apa yang dikatakan mama saya ini benar.

Kalau saya sendiri, memandang kebutuhan sosialisasi ini sebagai langkah untuk merawat diri saya.Merawat agak pikiran saya tetap terus fresh dan jauh dari kata stress. Biar bagaimana pun bertemu dan tertawa bersama sahabat bagian jadi me time yang mampu memberikan saya energi baru.

Kalau katanya Devi Sani, M.psi, Psikolog, ketika kita sebagai orangtua sudah mudah terpancing emosi, mudah marah, itu pertanda adanya bendera merah bahwa orangtua lupa memperhatikan kebutuhan diri yang ia perlukan. Katanya, “Parenting skill yang paling penting ada manage diri orangtua”. Soalnya, tanpa disadari ketika kita mampu untuk memenuhi kebutuhan pribadi, hal ini akan memberikan pengaruh positive dalam pengasuhan. Misalnya, saja kita jadi nggak gampang marah.

“Jika orangtua mudah marah, pertanda atau bendera merah bahwa orangtau mengalami SAP atau Sacrificing yourself on the Altar of Parenthood. alam hal ini psikolog lulusan Universitas Indonesia ini memberikan beberapa kiat agar kita, para orangtua bisa merawat diri meskipin dalam kondisi yang sangat sibuk.

  1. Biasakan untuk tune-in dengan diri sendiri, caranya mudah sekali, tarik nafas, dan menyadari bahwa diri kita “ADA” di dunia.
  2. Setiap kita sadar kita sedang marah, bete, sebal, STOP. Tanyakan pada diri “Saya perlu apa biar bisa tenang?”.
  3. Hindari selalu merasa jadi “korban” (victimize self). YOU ARE IN CHARGE OF YOUR OWN HAPPINESS.
  4. Berhentilah selalu terburu-buru. Hadir penuh pada momen itu, hal ini menyebuhkan SAP dan membuat anak merasa connected  

Kita praktikan langkah ini bersama, yuk, Mommies.

 

 

 

 

 


Post Comment