7 Manfaat dari Makan Bersama untuk si Kecil

Ditulis oleh: Nayu Novita

Jangan menganggap remeh kegiatan makan bersama keluarga,  karena ternyata si kecil bisa belajar banyak hal dari sini. Ini manfaat dari makan bersama untuk si kecil. 

Salah satu kegiatan keluarga yang paling ngangenin bagi saya adalah saat makan bersama di meja makan. Bersama yang benar-benar duduk barengan gitu. Bukaaan, alasannya bukan karena menu super lezat yang saya masak (berhubung skill memasak saya baru mencapai level “ala kadarnya”, hahaha!). Melainkan karena sambil makan, kami bisa saling tukar cerita. Dan, selain itu, saya baru sadar kalau sebenarnya si kecil pun bisa belajar banyak hal dari kegiatan ini.

Apa saja sih, hal-hal penting yang bisa dipelajari si kecil sambil menikmati hidangan di meja makan?

pelajaran dari makan bersama

1. Pola makan sehat
Anak adalah peniru ulung, ya kan! Mereka cenderung cepat belajar dengan cara meniru perilaku kedua orangtuanya. Salah satunya terkait dengan pola makan sehari-hari. Kalau anak terbiasa melihat kita dengan senang hati menyantap sayur, buah-buahan, dan lauk-pauk, besar kemungkinan mereka akan menirunya juga. Saya dan suami gencar melancarkan “kampanye” makan buah di meja makan (biasanya kami lebih senang ngemil buah sambil nonton tivi). Lumayan, sedikit demi sedikit si kakak (10) dan si adik (5) jadi sering minta dipotongkan buah juga. Kita jadi dapat memperbaiki pola makan anak. 

2. Kemampuan berkomunikasi
Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu life skill yang perlu dimiliki oleh anak-anak sejak dini. Berawal dari ngobrol di meja makan bersama keluarga, anak saya yang kecil mulai belajar teknik berkomunikasi secara sederhana, seperti cara mengawali pembicaraan, menanggapi cerita orang lain, melontarkan lelucon, mengajukan pertanyaan, dan sebagainya. Tapi no gadget di saat makan ya.

3. Belajar kosakata baru
Jangan heran kalau si kecil yang masih duduk di bangku TK, tiba-tiba familiar dengan istilah “pilkada” ataupun “korupsi”. Barangkali dia mendengar dari obrolan orang tuanya. Saya jadi ingat, beberapa minggu lalu si adik mengkritik kakaknya membuat “polusi” karena tidak membereskan meja belajar. Saya dan suami sih senyum-senyum saja mendengarnya.

4. Belajar sopan santun
Pelajaran etiket di meja makan bisa diberikan secara bertahap kepada anak-anak, mulai dari cara memegang sendok dan garpu, mengantri giliran ketika hendak menyendok nasi, mengucapkan tolong dan terima kasih kepada orang yang membantu mengoperkan botol kecap, dan lain-lain. Jika terbiasa melakukan setiap hari, mereka tidak akan canggung menerapkannya di tempat umum.

5. Mengasah empati & tanggung jawab
Saya mencoba mengasah empati anak-anak dengan cara meminta mereka membantu menyiapkan meja makan. Memberikan tugas-tugas ringan, seperti menata perangkat makan, melipat serbet dan sejenisnya, juga baik untuk melatih rasa tanggung jawab si kecil. Berikan tugas sesuai usianya, agar rasa percaya diri si kecil membumbung kala berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik.

6. Menghargai waktu
Biasanya waktu makan itu sudah menjadi rutin dalam sebuah keluarga. Makan siang jam berapa, makan malam jam berapa. Dengan rutinitas seperti ini, anak-anak belajar menghargai waktu.

7. Belajar bersyukur
Sebelum mulai menyantap hidangan, biasakan mengawalinya dengan berdoa. Ajak si kecil mensyukuri nikmat berupa makanan, minuman, kebersamaan dengan keluarga, kasih sayang, serta kesehatan yang dimilikinya. Membiasakan anak untuk bersyukur setiap hari akan membuatnya lebih mampu menghargai kesenangan-kesenangan kecil yang diperolehnya kelak.

Mumpung besok libur ngantor, jangan lupa dijadwalkan makan bersama ya Mom :).


Post Comment