3 Hal untuk Mengurangi Drama Dalam Hidup

Ada 3 hal untuk mengurangi drama dalam hidup yang saya terapkan dalam kehidupan saya. Siapa tahu cocok juga untuk Anda.

Lately, I am better in dealing with myself. Sebagai perempuan dengan berbagai peran yaitu ibu, pekerja, istri, anak/menantu, teman, dll, ternyata setelah saya telusuri ada 3 hal yang membantu saya untuk menghadapi keseharian dengan hati yang lebih ringan. Here we go:

mengurangi drama dalam hidup

*Image dari thelicenseplatesite.com

1. Mengelola Emosi

Kalau ada pencapaian paling memukau untuk diri sendiri (tsaaah) di awal tahun ini adalah: Saya bisa menangani emosi dengan lebih baik. Kalau dulu saat hati  nggak enak dan saya nggak tahu penyebabnya, biasanya saya jadi kesal sendiri, pelampiasan makan enak atau shopping, padahal nggak ada budget :p.

Sekarang saya bisa mencari penyebabnya dengan lebih cepat (walaupun masih perlu latihan). Misal, saya tahu kalau hati nggak enak, itu karena ada obrolan yang nggak selesai dengan pasangan (ok jadi perlu nerusin ngobrol), atau karena memendam sesuatu dari teman kantor (ok jadi mau beresin masalahnya), dll. Karena, bagaimana kita bisa berharap anak cerdas emosi kalau kita sendiri nggak seperti itu?

Dan tebak apa?Ini bukan karena saya menemukan mesin pencari penyebab mood swing :p, tapi karena belakangan ini saya sering bertemu dengan banyak orangtua. Dalam program Rangkul -Relawan Penggalang Keluarga-, program pemberdayaan orangtua yang diinisiasi oleh keluargakita.com, memungkinkan saya bertemu banyak orangtua dan mendengarkan cerita mereka. Dan saat saya berperan sebagai fasilitator ternyata saya banyak sekali belajar.

Nggak bisa dipungkiri banyak hal yang kita hadapi terkait dengan emosi. Misalnya: marah, nggak enakan atau konformitas, rasa bersalah, atau ingin mendapat pengakuan. Si empat emosi ini paling sering dibahas bareng orangtua lain dalam sesi-sesi Kelas Kurikulum Keluarga Kita. Kelas ini adalah kelas parenting untuk orangtua yang tertarik belajar topik-topik parenting.

Paling seru adalah saat kita refleksi bareng (semacam introspeksi diri, bukan pijet :p), kita jadi menyadari emosi mana yang dominan ada dalam diri kita. Apakah tipe gampang marah, nggak enakan, atau rasa bersalah yang membuat kita ingin mendapat pengakuan.

Saat emosi tersebut sudah kita kenali dan terima, jadi lebih mudah mengelolanya. Lebih mudah mengatasi diri sendiri, dan tentunya lebih mudah menghadapi lika-liku dalam berbagai peran kita sehari-hari. Misalnya, belakangan load pekerjaan saya meningkat, alhasil 3 hari berturut-turut saya pulang lebih malam. Karena pulang malam dan merasa bersalah pada anak-anak, ada dorongan besar untuk beli mainan. Lalu saya sadar yang anak-anak mau dari saya bukan cuma mainan, tapi mengganti waktu yang hilang untuk main bersama mereka. Jadi saya batal beli mainan dan sesampainya di rumah saya tinggal hp di kamar dan fokus main sama mereka.

2. Lingkungan yang Positif

Ada suatu masa ketika saya merasa bahwa orang yang sinis itu adalah orang yang paling lucu. Well, kadang memang benar lucu ala sarkasme. Tapi sampai pada suatu titik saya merasa capek kalau becanda selalu sinis, sindir sana-sini, kadang jadi kayak menyerang. Capek! Dikurang-kurangin negatifnya, diperbanyak ketawa dan positif menjalani hari. Dan, sejak kecil ada baiknya anak diajar lintasan berpikir positif.

3. Olahraga

Sejak masih SMA karena aktif di ekskul olahraga, saya suka lari. Kebiasaan itu ternyata terbawa sampai sekarang. Saya menemukan kenyamanan saat olahraga dan nikmatnya banjir keringat. Apalagi sekarang olahraga jadi trend: lari, yoga, pilates, freelatics, fitcamp, dll. Tentunya olahraga jadi makin seru, outfit dan gear yang lucu-lucu juga bertebaran, bikin tambah semangat. Olahraga saat ini berkontribusi banyak pada kestabilan emosi saya. Asalkan hindari ingin cepat kurus karena merasa sudah banyak berolahraga (curcol hahaha). Ntar jadi stress, ngerasa olahraganya nggak berhasil. Tuh, kan, drama lagi. :p

Yulia Indriati, Content Manager di Keluarga Kita – yang semula bernama 24hourparenting.com – kini berubah menjadi keluargakita.com. Keluarga Kita adalah penyedia konten edukasi keluarga dan berharap bisa menjadi teman seperjalanan keluarga Indonesia. Ikuti updatenya di Twitter: @KeluargaKitaID, Instagram: @keluargakitaid dan Facebook: Keluargakitaid


Post Comment