Mitos dan Fakta Seputar Tulang Belakang yang Harus Anda Ketahui

Benar nggak sih kalau mengalami masalah tulang belakang pasti harus dioperasi? Atau orang yang kurus itu berarti bebas back pain? Untuk lebih jelas mari simak mitos dan fakta seputar tulang belakang berikut ini.

Mitos dan Fakta Seputar Tulang Belakang yang Harus Anda Ketahui

Image: www.exhab.com

Mommies mungkin tak asing lagi dengan dua contoh mitos yang baru saja saya sebutkan. Perkara tulang belakang ini memang wajib mendapat perhatian. Menurut Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Tulang Belakang, dr. Luthfi Gatam, Sp. OT, FICS. Spine Surgeon dari Jakarta Knee & Shoulder Orthopedic Sports Center (JKOSC) dan Jakarta Spine Clinic (JSC) di RS Pondok Indah, setiap hari tulang belakang berisiko terkena cedera. Namun sayangnya menurut dr. Luthfi hal ini tidak disadari. Misalnya nih, kalau sehari-hari naik motor, itu pasti akan mengalami cedera ringan, yang disebabkan oleh guncangan. Apalagi kalau kita tidak mempersiapkan badan kita dengan baik.

Jika terlanjur terjadi cedera, apa harus langsung dioperasi? Dan, apa benar operasi tulang belakang itu adalah operasi yang mengerikan – hingga sebagian orang menganggap operasi tulang belakang bisa berujung pada kelumpuhan? Mari kita kupas satu persatu seputar mitos dan fakta mengenai tulang belakang bersama dr. Luthfi.

MITOS 1: Bila seseorang mengalami masalah tulang belakang, ia pasti harus menjalani operasi.

FAKTA: Tidak semua masalah dengan tulang belakang harus dilakukan tindakan operasi. Contohnya nyeri pada tulang belakang di bagian leher. Jika tidak ada penjepitan pada syaraf, hanya mengalami kerusakan pada sendi-sendinya, kasus ini bisa diatasi dengan tindakan tools radio frequency. Pasien hanya dibius lokal, dan alat tadi disuntikkan di leher. Namun jika sudah menganggu fungsi utama, perlu dilakukan tindakan koreksi agar fungsinya kembali normal. Atau kasus lainnya,  patah ringan di tulang belakangnya karena memang sudah keropos. Kasus ini tidak perlu operasi, cukup dengan jalan menyuntikkan semacam semen ke tulang belakangnya. Atau disebut dengan tindakan vertebroplasty.

MITOS 2: Ketika seseorang diputuskan untuk menjalani operasi tulang belakang, ia akan menjadi lumpuh.

FAKTA: Dengan zaman yang semakin canggih, dan teknologi kedokteran yang berkembang pesat, mitos ini jelas terbantahkan. Kemungkinan lumpuh akan sangat kecil bila ditangani oleh ahli yang kompeten di RS yang sangat mumpuni, misalnya klinik layanan terpadu untuk keluhan tulang belakang, yang tersedia di RSPI. Salah satu peralatan yang canggih contohnya IOM (Intra Operativenerve Monitoring). Selain itu karena sekarang sudah diberlakukan prosedur minimal invasive surgery.

MITOS 3: Kurus berarti bebas back pain

FAKTA: Tidak juga, karena orang yang kurus cenderung akan mengalami back pain.

Back pain tidak semata-mata ditentukan oleh faktor postur tubuh – tapi ada beberapa faktor lainnya:

  • Umur: Banyak diderita oleh mereka yang sudah lanjut usia. Orang yang berusia di atas 55 tahun dianjurkan untuk rajin memeriksakan diri ke dokter.
  • Aktivitas: Olahraga atau aktivitas yang menggunakan beban berat berisiko menimbulkan cedera tulang belakang. Atau sering duduk teralu lama, mengalami vibrasi yang terlalu sering dan keras ketika naik motor dan mengangkat barang berat.
  • Genetic factor: Poin ini berhubungan dengan kualitas serat kolagen: ras kulit gelap kolagennya lebih kuat dibanding ras lainnya; secara jenis kelamin, serat kolagen pada pria lebih kuat daripada wanita.
  • Berat badan: Badan yang kurus memiliki risiko tulang lebih keropos, sedangkan badan yang terlalu gemuk berisiko merusak bantalan tulang belakang

MITOS 4: Berbaring adalah obat terbaik untuk mengobati back pain

FAKTA: Pada keadaan akut, hal ini dibenarkan. Misalnya pertama kali merasakan nyeari yang hebat, silakan berbaring. Jika rasa nyeri sudah berkurang, maka back pain ini harus ditangani dengan latihan-latihan tertentu.

Mudah-mudah mitos dan fakta tadi bisa membuka pengetahuan baru seputar kesehatan tulang belakang, supaya jika terjadi cedera (amiiiit, amiiit ya Moms), Mommies bisa mengambil langkah tepat untuk menanganinya.

Nah, bagi Mommies belum ada kata terlambat nih, dari sekarang mari lebih waspada dengan potensi cedera tulang belakang, yang bisa mengintai kita dalam kegiatan sehari-hari.