3 Hal yang Jangan Dikatakan pada Teman yang Keguguran

Ditulis oleh: Nina Samidi

Mengungkapkan rasa dukacita pada teman yang mengalami keguguran, boleh banget. Tapi ada beberapa hal yang jangan dikatakan pada teman yang keguguran. Apa saja?

Menunjukkan rasa simpati ternyata memang perlu hati-hati karena kalau salah pemilihan kata maupun cara penyampaian, bisa-bisa malah membuat orang lain tersinggung dan bahkan marah.

hal yang jangan dikatakan kepada ibu yang keguguran

*Image dari theresearchcompanion.com

NO Number 1:
Jangan bilang “Semua akan baik-baik saja.” Versi baik-baik saja menurut Anda dengan versi baik-baik saja dari teman Anda yang baru keguguran tentu saja tidak sama. Mungkin ada orang yang seraya waktu berlalu bisa memulihkan rasa sedih karena kehilangan. Tapi ada juga orang yang mau sampai kapan pun tetap ingat dan akan selalu ada rasa sakit setiap teringat kejadian itu.

NO Number 2:
Jangan mengatakan “Sudah jangan terlalu dipikirin, kan nanti bisa usaha untuk hamil lagi.” Setiap kehamilan itu memberikan rasa bahagia yang berbeda-beda. Jadi, kehamilan yang sekarang dengan kelak dia akan hamil lagi juga memiliki kebahagiaan yang berbeda. Jadi jangan anggap bahwa kehamilan yang baru akan membuat rasa sedih dan sakit karena keguguran yang sekarang bisa hilang.

NO Number 3:
Jangan mengatakan “Aku dulu juga pernah mengalaminya, lhoo. Sama dong ya kita.” Errr…. ini semacam kita senang karena ada teman yang senasib dengan kita. Mungkin maksud kita ingin menunjukkan bahwa kita pernah mengalami hal yang sama dan pada akhirnya kita baik-baik saja.

Mungkin lebih enak kalau kita mengatakan “Aku mengerti bagaimana sedihnya karena dulu aku juga pernah mengalami hal yang sama.” Nah, dari sini kita bisa lanjut share pengalaman kita dan menunjukkan kalau kita saja bisa melalui itu semua, maka teman kita juga pasti bisa. Tapi jangan terus sibuk bercerita tentang kita. Ingat, kalau ini adalah tentang teman kita.

Kalau saya pribadi, saat mendapat berita mengenai teman yang baru kehilangan janin atau keguguran, hal pertama yang sudah jelas akan saya katakan adalah “Saya turut berduka atas kehilangan yang kamu alami. Kapan pun kamu butuh teman untuk bercerita, saya selalu siap menjadi pendengar yang baik. “ Atau katakan bahwa kalau ada yang bisa kita bantu, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kita.

Kadang, orang yang kehilangan hanya butuh telinga untuk mendengar dan tangan untuk memeluk. Bukan rentetan kalimat penuh simpati atau saran yang bertubi-tubi ;).


Post Comment