5 Persiapan Operasi Caesar Agar Bebas Tegang

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Namanya juga operasi, deg-degan pasti ada, meskipun dulu sudah pernah saat melahirkan anak pertama. Dengan cara sederhana ini, saya mencoba menaklukkan rasa tegang.

Pada minggu ke 36 kehamilan, akhirnya diputuskan saya harus melahirkan dengan jalan operasi sesar. Penyebabnya, karena ada lilitan di leher janin yang tidak memungkinkan saya menempuh persalinan normal dengan riwayat operasi caesar sebelumnya. Segala persiapan persalinan normal dari awal kehamilan hingga minggu ke 36 itu pupus sudah.

Ternyata saat usia sudah semakin matang (kalau tidak mau dikatakan tua :D), persiapan mental untuk menjalani operasi itu jauh lebih penting (saya akan ceritakan di sesi curhat berikut ya, hahaha). Rasa takut dan deg-degan bahkan melebihi operasi caesar yang pertama.

Padahal bila hal-hal kecil sebelum caesar dilakukan dengan baik, maka proses persalinan caesar pun akan lebih lancar. Mommies Daily pernah menulis tentang bagaimana cara berdamai dengan rasa sakit saat menunggu proses melahirkan. Hal ini memang penting agar kita yang menjalani juga lebih tenang. Satu lagi, selain menyiapkan diri, jangan lupa siapkan mental suami, berikan informasi mengenai hal-hal yang wajib suami ketahui mengenai proses melahirkan. Ada beberapa tips agar operasi caesar lebih lancar dan bebas tegang menurut pengalaman saya.

persiapan operasi caesar

1. Makan sahur sebelum puasa
Sehari sebelum hari H, saya ditelpon oleh perawat rumah sakit tempat saya akan menjalani operasi caesar. Mereka memberitahukan beberapa hal, di antaranya puasa 4-6 jam sebelum operasi. Karena jadwal operasi saya pukul 9 pagi, maka saya harus puasa mulai jam 3 malam. Salahnya, saya lupa bertanya apakah saya harus sahur atau tidak. Jadilah terakhir makan saya jam 8 malam. Akibatnya, saat pemeriksaan detak jantung janin sebelum operasi, suaranya cenderung lemah, karena janin kelaparan! Sungguh, saya merasa sangat bersalah, membiarkan janin kelaparan :(. Seharusanya saya tetap makan satu jam sebelum diharuskan puasa. Informasi ini terlewatkan oleh saya dan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Tak hanya membuat janin kelaparan, jadwal operasi pun jadi agak mundur dan membuat perawat dan bidan harus bergerak cepat, karena jadwal dokter yang cukup padat.

2. Bercukur rambut kemaluan
Meskipun nantinya bayi tidak keluar lewat vagina, namun, bercukur rambut kemaluan saat akan operasi caesar harus tetap dilakukan. Saya lebih suka melakukannya sendiri (dengan bantuan suami tentunya, karena perut yang besar menghalangi pandangan saya ke sana..hehehe). Persiapan ini tentu menyumbang rasa nyaman karena tidak harus berhadapan dengan perawat yang mungkin akan terburu-buru membersihkan bulu kemaluan Anda. Kebayang kan ngilunya.

3. Datang ke rumah sakit lebih awal
Bila operasi caesar sudah direncanakan, biasanya dokter juga akan menentukan jam operasi yang disesuaikan dengan jadwalnya. Ingatlah, dokter juga punya pasien lain selain Anda. Jadi, ada baiknya menghargai waktu yang sudah dijadwalkan. Agar tidak terburu-buru sebaiknya datang 3 jam lebih awal. Sebab, sebelum masuk kamar operasi, dibutuhkan paling tidak sekitar 2 jam persiapan, termasuk mengurus administrasi, memasang infus, berganti pakaian, mengecek keadaan janin dan persiapan lainnya. Kalau datang ke rumah sakitnya saja sudah terlambat, pasti akan membuat kepanikan dan semua persiapan bisa-bisa dilakukan dengan terburu-buru. Nggak mau kan, pasang infus dengan terburu-buru.

4. Ngobrol dengan dokter
Ini saya lakukan saat masuk ke kamar operasi. Saya merasa harus meredakan rasa tegang dengan ngobrol. Dalam operasi caesar akan ada 3 dokter di dalam kamar operasi, yaitu dokter kandungan, dokter anak dan dokter anastesi. Dokter anastesi yang lebih banyak bertugas di awal proses operasi paling mungkin diajak ngobrol. Dan sepertinya dokter anastesi saya kemarin sudah hapal betul dengan pasien-pasien yang tegang macam saya. Bahkan, untuk mencairkan suasana dan membuat saya lebih relaks, dia menawarkan untuk memotret proses operasi caesar saya (tentu hanya bagian-bagian tertentu saja)! Lumayan kan jadi ada dokumentasi, hihihi.

5. Nyalakan musik
Saat ini banyak dokter yang menawarkan untuk menyalakan musik selama proses operasi caesar. Ruang operasi yang kesannya dingin bisa menjadi tempat yang ‘lebih hangat’ dengan adanya alunan musik. Tak hanya membuat pasien lebih relaks, dokter, perawat dan bidan yang bertugas pun lebih relaks. Tapi, tak semua mengizinkan hal ini. Jadi, ada baiknya bertanya aturan rumah sakit tentang hal ini jauh-jauh hari.

Dengan persiapan yang matang, semoga saja semua Mommies bisa sehat lahir batin setelah proses melahirkan. 


Post Comment