Multiple Sclerosis, Bisakah Dicegah?

Multiple Sclerosis (MS) merupakan autoimmune disease. Bagaimana gejala dan cara pencegahannya?  Berikut penjelasan dokter spesialis syaraf RS. Pondok Indah, dr. Rubiana Nurhayati, Sp.S.

MS

Pernah mendengar penyakit Multiple Sclerosis (MS)? Meskipun penyakit yang satu ini jarang ditemui di Indonesia, tapi ternyata saat ini kasusnya sudah mulai sering ditemui. Mengapa demikian, berikut penjelasan dr. Rubiana Nurhayati, Sp.S.

Apa yang di maksud dengan penyakit Multiple Sclerosis (MS)?

Multiple Sclerosis adalah sebuah penyakit yang menyerang saraf pusat. Bisa otak, medulla spinalis, bisa juga di saraf mata. MS ini kenanya di mielin, karena rusak maka alirannya menjadi tidak jalan, dan terjadilah keluhan-keluhan. Kalau di otak, di bagian motoriknya kah, atau di sensorik sehingga menjadi kebas. Kalau kena di bagian saraf mata, bisa-bisa tidak bisa melihat.

Apakah kasus MS ini banyak diterjadi di Indonesia?

MS ini sebenarnya ‘tidak menyukai’ di Indonesia, dia lebih banyak terjadi di negara subtropis yang dingin seperti Amerika Utara.  Jadi sebenarnya MS ini merupakan penyakit yang seharusnya jarang ditemui di Indonesia, tapi saya tidak tahu kenapa saat ini memang sekarang ini jadi lumayan banyak ditemui di Indonesia.

Sebenarnya apa penyebab terjadinya MS?

Penyebab pasti sampai sekarang masih belum diketahui. Tapi MS ini dicurigai karena autoimun. Kenapa sekarang banyak yang mengalami? Autoimun ini adalah kondisi ketika badan kita membentuk imunitas yang akhirnya menyerang tubuh kita sendiri. Sekarang saya lihat dari pengalaman praktik sehari-hari, autoimun ini banyak sekali terjadi, sebabnya mungkin karena gaya hidup dan lingkungan seperti polusi, radikal bebas, jadi memang banyak sekali  pemicunya

Bagaimana dengan gejalanya?

Gejala kembali pada daerah mana yang terkena. Kalau kena di daerah motorik akan lumpuh, kalau kena di daerah sensorik, dia akan kesemutan atau kebas. Kalau di mata, bisa ada gangguan penglihatan. Jadi biasanya tergantung kepada lokasi serat-serat saraf yang diserang oleh penyakit ini.

Apakah kalau sering mengalami kesemutan atau kebas harus diwaspadai?

Sebenarnya ini sudah menyimpang, kalau kita bicara kesemutan atau kebas ini banyak sekali penyebabnya, bukan MS saja. Kebas memang part of MS, tapi MS ini yang khas dan harus diwaspadai oleh semua orang apabila sudah mengalami fase remisi, dan eksaserbasi. Jadi, ada yang nonton televis tiba-tiba penglihatannya hilang, buta seketika dalam beberapa menit. Namun setelah itu bisa melihat lagi, kemudian satu dua bulan lagi, bisa tejadi lagi. Nah, kadang orang suka nggak ngeh dengan hal ini. Jadi memang harus dibedakan dengan gejala stroke. kalau MS ini biasanya akan menyerang dua organ, sementara kalau stroke hanya sebelah.

Bagaimana dengan penyebabnya, dok?

Sebenarnya MS ini agak sulit didiagnosa secara awal. Penyebab pasti memang belum kita ketahui dengan jelas sampai sekarang, tapi dicurigai karena autoimun, kadang karena virus epstein-barr atau EBV virus. Tapi di Indonesia ini virus ini nggak pernah diperiksa, jarang sekali diperiksa. Selain itu faktor genetik.  Sampai sekarang masih terus kami selidiki penyebabnya.

Jadi memang tidak ada cara pencegahannya, dengan vaksin misalnya?

Vaksin nggak ada, karena memang ini kemungkinan diakibatkan karena autoimun jadi tubuh kita sendiri yang menyerang.

Siapa saja, sih, dok yang berisiko terkena MS?

Kita nggak pernah tahu siapa saja yang berisiko kena MS, tapi yang memang sering terkena adalah mereka di usia dewasa muda, usia produktif, kisaran 20-55 tahun, dan memang perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Kalau ditanya kenapa lebih banyak perempuan,  itu juga masih belum diketahui secara pasti. Apakah karena hormonal, itupun belum diselidiki. Prinsipnya MS ini nasib, kita nggak pernah tahu kapan autoimun ini menyerang tubuh.

Apakah dengan terapi atau pengobatan bisa disembuhkan?

MS ini tidak bisa disembuhkan. Ingat, ya…. tidak bisa disembuhkan. Jadi MS kita bilang gejalanya yang bisa kita kurangi. Kita berusaha untuk mempertahankan, dan memperlambat terjadinya serangan-serangan baru. Karena setiap ada serangan baru, maka akan terjadi kerusakan baru. Jadi terus bertambah, misalnya tadinya hanya di otak saja jadi bisa tambah ke medulla spinalis. Jadi, yang kita coba jaga adalah memperlambat kerusakan.

Bagaimana dengan cara memperlambatnya, apakah dengan terapi khusus?

Terapi khusus sebenarnya tidak ada, tapi kita memberikan steroid pada masa akut. Steroid ini dipercaya bisa menekan kinerja sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang mielin dalam sistem saraf pusat.  Ada yang untuk menjaga agar tidak tambah buruk namanya interferon, pemberiannya juga dalam jangka waktu yang cukup lama dan memang ada efek samping yang timbul. Jadi, interferon ini juga tidak menyembuhkan. Sampai sekarang pengobatannya masih terus diteliti dan dikembangkan. MS ini merupakan penyakit yang susah, untuk diagnosis saja tidak gampang,  karena harus didiagnosis secara keseluruhan, secara klinis, dan klinik plus atau penunjang. Kita perlu melakukan MRI untuk melihat kerusakan mielin-nya seberapa banyak.

Bagaimana dengan anak-anak, apakah bisa mengalami MS juga?

Sampai sekarang saya belum menemukan pasien anak-anak, tapi ada kasus yang terjadi pada anak-anak. Biasanya, terkena pada mata.

Jika sudah mengalami MS, adakah cara agar pasien MS untuk tetap bisa produktif ?

Sebenarnya MS ini pada awalnya tidak menggangu, orang yang terkena MS bisa tetap bekerja secara produktif tapi memang tergantung kerusakannya. Kalau memang sampai lumpuh tentu hal ini yang bisa mengganggu produktifitas.

 

 


Post Comment