Bertanam Hidroponik, yuk!

Ditulis oleh: Nina Samidi

Punya lahan sempit tapi ingin berkebun? Hidroponik jawabannya. Sst, dan bisa jadi sumber penghasilan tambahan, lho!

Apa itu Hidroponik? Sepertinya menarik, tapi bagaimana caranya? Memangnya kita yang tinggal di kota bisa melakukannya? Oke, tenang dulu, Moms. Seperti Anda, saya juga pemula yang penasaran dengan berkebun hidroponik. Artikel ini adalah hasil obrolan saya dengan Maimunah dari komunitas Mandaya Nusantara Regional Jakarta yang sering memberikan pelatihan tentang bertanam dengan sistem hidroponik. Meski sistem ini belakangan banyak dijadikan andalan bagi penghasil sayuran, namun belakangan sistem ini sangat populer dalam skala hobi.

hidroponic

Apa itu hidroponik?
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. “Jadi, media tanamnya bukan tanah, melainkan air, dan yang terpenting adalah kebutuhan nutrisinya terpenuhi,” ungkap Mbak May, panggilan Maimunah.

Dengan meyakinkan, Mbak May menyebutkan bahwa hidroponik sangat mungkin dilakukan oleh pemula seperti kita dan sangat cocok bagi masyarakat di lingkungan perkotaan yang lahannya sangat terbatas. Sebab, pertama, selain tidak butuh tanah, kita bisa menempatkannya di sela-sela area rumah di mana pun (teras, selasar antar-bangunan, bahkan rooftop) dan memakai sistem dengan penyusunan secara vertikal.

Yang asyik, hasil panennya bisa sangat berguna. Untuk skala hobi, kita bisa saja menanam bunga untuk hiasan rumah. Saya sendiri lebih suka menanam sayuran. Kalau sedang butuh sayuran, saya tinggal petik di teras. Bisa juga untuk hadiah ke teman. Bangga sekali memberi hadiah dari panen hasil kebun sendiri, lho! Tapi kalau mau lebih serius, hasilnya bisa dijual dan menjanjikan sebagai tambahan uang dapur.

Kelebihan dan kekurangan
Secara detil, Mbak May menyebutkan kelebihan sistem hidroponik berikut ini:
1) penggunaan lahan lebih efisien
2) tanaman berproduksi tanpa menggunakan tanah
3) tidak ada risiko untuk penanaman terus menerus sepanjang tahun
4) kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih
5) penggunaan pupuk dan air lebih efisien
6) periode tanam lebih pendek, dan
7) pengendalian hama dan penyakit lebih mudah.

Tentu saja, ada kelebihan, ada kekurangan. Yang pertama, sistem ini membutuhkan modal cukup besar.Namun dilihat dari hasilnya, sebanding, kok,” ungkap Mbak May. Kekurangan lainnya, jika ada tanaman yang terserang patogen (bakteri penyebab penyakit pada tanaman), dalam waktu singkat seluruh tanaman juga akan terkena serangan tersebut. Ini biasanya terjadi pada sistem tertutup. Kekurangan lainnya adalah kita harus sangat hati-hati pada volume air dan jumlah nutrisi yang diberikan, karena kesalahan pada keduanya bisa menyebabkan tanaman cepat layu dan stres.

Hidroponic

And money will follow…
Namun begitu, pada dasarnya bertanam hidroponik itu tidak sulit. Achmad dari Symphonic (Simfoni Hidroponik) menjelaskan bahwa menanam hidroponik sangat mungkin dijadikan hobi yang menghasilkan. Yang namanya hobi, mestinya juga tidak terlalu sulit. “Yang penting selalu perhatian dengan tanamannya, apakah ada masalah, cek selalu,” jelas Acmad.

Achmad adalah pengusaha instalasi hidroponik. Dia menyebutkan, rata-rata saat ini pesanan banyak dari skala hobi. Skala hobi sebenarnya bisa sangat menguntungkan untuk kebutuhan pribadi. “Kita bisa menanam segala jenis sayur. “Misal di lahan 2 x 3 meter saja, kita bisa memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari kita setiap hari dan sepanjang tahun. Mulai dari sawi, selada, pok coy, cabai, tomat, sampai melon. Bibitnya sangat murah dari toko pertanian, sekitar 15 ribu saja per bungkus,” jelas Achmad yang menjual seharga 3-4 juta untuk instalasi lengkap ukuran 2 x 3 meter. Anda bisa bertanya lebih lanjut di akun Instagram-nya @hydroponicsgram. Instalasi tersebut bisa kita pakai seterusnya. Yang harus dibeli lagi hanya bibit dan nutrisi untuk unsur haranya.

Hidroponic

Anda juga bisa menjual hasil bertanam hidroponik. “Sayuran yang dihasilkan dari sistem hidroponik biasanya jauh lebih bagus dan berkualitas. Karena itu biasanya harga jualnya lebih mahal. Kalau selada di pasar sekilo mungkin sekitar 20 ribuan, dari hidroponik bisa 75 ribuan per kilo. Ditambah kalau pakai green house, hasilnya lebih bagus lagi dan masa tanam juga lebih cepat.So, kalau kelebihan sayuran bahkan sebagian sudah dikirim ke mertua, Anda bisa menjualnya ke sesama teman. Kalau punya lahan yang lebih luas, bisa ditanam dalam skala lebih besar lagi.

Nah, siapa yang mau bertanam hidroponik? ;)


Post Comment