Alena Wu: “Menjadi Ibu Membuat Saya Lebih Produktif”

Menjabat status ‘Ibu’ otomatis membawa perubahan bagi seorang perempuan. Hal ini jugalah yang dirasakan, Alena Wu. Penyanyi sekaligus presenter ini menegaskan, “Menjadi Ibu, membuat saya lebih produktif”.

“Becoming a mother makes you realize you can do almost anything.” Siapa yang setuju dengan kalimat ini?*ngacung*

Dulu, jauh sebelum menikah dan punya anak, Mama saya pernah bilang, “Jadi perempuan itu harus bisa melakukan segala hal, bahkan dalam waktu yang bersamaan“. Ternyata apa yang beliau sampaikan ini benar sekali. Jadi perempuan yang sudah punya status ganda, istri dan ibu, mau nggak mau memang mengharuskan kita jadi multitasking.  Otak benar-benar harus produktif mengatur segala hal, hahaha…. Iya kan?

Hal ini pun diakui oleh Alena Wu. Masih ingat dengan penyanyi berdarah Tionghoa ini? Belum lama ini saya berkesempatan ngobrol dengannya. Banyak insight menarik yang saya dapatkan lewat perbincangan kami. Mulai dari bagaimana perempuan kelahiran Malang, 9 November 1981 ini mengenalkan budaya Tionghoa pada anaknya, termasuk mengenai gaya democratic parenting yang ia pilih dalam pengasuhan.

Penasaran dengan ceritanya? Berikut kutipan obrolan saya dengan penyanyi yang baru saja menelurkan album ke-3 nya.

alena

Hallo Mbak Alena, apa kabar? Boleh diceritakan saat ini sedang sibuk apa saja?

Haiii…. saya masih sibuk promoting new album, and show lagi banyak banget di bulan Imlek ini, jadi bagi waktu disiplin biar bisa tetep banyak spend time sama anak dan suami. Sebenarnya kalau sama suami banyak spend time karena kami kerja bareng, tapi kadang perlu quality time, waktu pacaran yang nggak ngomongin kerjaan sama sekali, hehehe.

Bisa diceritakan sedikit mengenai album ke-3 Mbak Alena yang baru saja diluncurkan?

Album ini full in Chinese, dan bercerita tentang harapan, kebahagiaan, rasa puas dengan kehidupan yang diberi Tuhan, cinta Ibu, mendukung sahabat, dan tetap ada tema cinta dengan pasangan hidup juga.

Seberapa besar dukungan keluarga dengan karir yang Mbak jalani?

Keluarga FULL support, papa mama dari kecil tidak menghalangi cita-cita saya jadi penyanyi, juga tidak mendorong saya too much or too early. Maksudnya saya nggak diikutin lomba-lomba, tapi lebih dianjurkan belajar asah diri dulu sampai siap. Jadi lomba-lomba yang serius baru ikut kira-kita ketika kelas 3 SMA, ikutan Asia Bagus itu.

Papa juga yang antar saya ke Jakarta naik bis berdua waktu mau kuliah, and nyanyi di cafe  kalau ada job juga ditemenin sama papa. Pas ketemu band Elfa Secioria, papa titip benar untuk dijagain. Soalnya bisa dibilang papa itu protektif dan sayang banget,  hehehe. Mama juga terus memberi masukan untuk public speaking dan performance on stage. Soalnya mama leader di Network Business Amway jadi memang jago di stage presence dan public speaking. Kalau dukungan dari suami, dari awal bikin album memang dia yang bikin lagu demo untuk diajukan ke label Universal Music. Sampai saat ini dia memberi karya-karya terbaiknya, jadi karir saya ini benar-benar team work.

Saya sempat membaca sebuah berita yang mengatakan bahwa lagu dalam album ini adalah blessed di mana lagu ini punya pesan agar masyarakat menjadi orang yang mudah bahagia. Definisi bahagia sendiri buat Mbak Alena apa, sih?

Merasa Tuhan sudah memberi lebih dari cukup, Dia sangat baik dan murah hati, meskipun saya tidak pantas mendapatkan semua ini, Dia tetap memberi lebih. Jadi harus bersyukur. It’s a mix of faith that God is good and working to be a better person everyday. Saya percaya kalo kita sebagai manusia terus berkembang, terus punya nilai tambah memberkati orang lain, pasti makin bahagia.

Sebagai ibu sekaligus perempuan yang menjalankan karir di industri musik, tantangan terbesar apa yang Mbak Alena rasakan?

Time management. Saya sering sakit karena sudah capek tapi wajib dan ingin spend time sama anak, keterusan nggak berasa kalau over work. Lalu sampai sekarang belum berhasil bikin habit tidur early biar bisa work early. Masih kebawa kerja malem terus, padahal jelek efeknya ke badan ditambah lagi jadi kurang efektif kerjanya.

Di laman selanjutnya Alena bercerita bagaimana dirinya mempertahankan budaya serta bercerita soal manfaat sistem pola asuh yang ia terapkan. Langsung, klik, ya!


Post Comment