The House of Grill, ‘Surganya’ Makanan Grill

Penasaran ingin mencicipi masakan grill dari seluruh dunia? Langkahkan kaki saja ke The House of Grill di bilangan pusat Jakarta ini.

Hayooo… siapa yang doyan dengan sajian makanan grill semacam steak? *ngacung*. Iya, bisa dibilang saya ini penggemar makanan yang diolah dengan cara di-grill. Makanya, selain senang datang ke restoran romantis, saya pun senang mengajak suami  kencan ke di restoran yang menawarkan sajian utamanya steak. Setiap jalan-jalan ke luar kota, saya juga selalu penasaran ingin mencicipi restoran yang punya keunggulan menu grill.

Pucuk dicinta ulam tiba, baru-baru ini saya sempat diundang ke acara peluncuran House of Grill. Dari namanya saja sudah bisa tercermin, ya, kalau restoran yang berada di Plaza Indonesia lantai 5 ini fokus dengan sajian yang serba di-grill. Asiknya lagi, menu yang ditawarkan dari berbagai belahan dunia. Wiiih… kebayang, ragam makanannya. Pecinta kuniler semacam saya jadi lebih dimudahkan untuk bisa menikmati sajian unik dan otentik dari berbagai negara di sini. Mulai dari Indonesia, Asia, hingga Eropa bisa ditemukan di sini. Uniknya, hampir semua menu grill di HOG etc disajikan dalam prosri yang besar sehingga bisa dinikmati bersama.

house of grill

Litto Adiputro, pihak HOG mengungkapkan kalau dirinya senang travelling, dan hobi mencicipi dan mencoba menu-menu grill khas daerah tersebut. “Akhirnya tercetuslah ide untuk mengumpulkan semua hidangan itu dan meramunya menjadi sebuah menu yang masing-masing tetap berkiblat pada citarasa aslinya. Varian masakan grill kami beragam, tidak hanya masakan grill dari berbagai belahan dunia lain, masakan grill khas Indonesia seperti ikan bakar khas Jimbaran, Bali, juga kami hadirkan di sini dengan rasa yang otentik,” ungkapnya.

Ketika datang ke sini, rasanya semua list dalam menu rasanya ingin saya coba semua, hahahaa. Kabitalah  lihatnya. Tapi berhubung harus ingat dengan berat badan yang kian melambung, waktu itu saya pun harus menahan diri dengan memilih salah satu sajian istimewa dari HOG, The Porterhouse. Jangan kaget melihat ukuran steak ini yang sangat besar, 850 gram. Daging steak T-bone ini memang untuk dinikmati berdua. Begitu digigit, saya bisa merasakan tekstur dagingnya yang lembut dan juicy.

Daging T-bone ini disajikan dengan baby bean dan potato wedges dan disajikan di atas piring yang sudah dipanaskan hingga suhu 300 derajat celcius dengan tujuan menjaga steak di kematangan dan suhu yang tepat selama dihidangkan. Bisa dibilang, menu classic steakhouse seperti ini  sangat jarang dihadirkan restoran di Jakarta.

Mengingat sajian HOG etc ini menyajikan beragam menu Internasional, pantas saja kalau konsep yang diusung pun senada. Di mana  interiornya dihadirkan dengan sentuhan sophisticated dan stylist. Asiknya lagi, di sini juga ada ruangan khusus untuk self gril sehingga kita bisa mendapatkan pengalaman mencoba sensasi membakar daging pilihan ditungku yang dilengkapi dengan arang. Karena sudah dilengkapi dengan exhaust system yang mutakhir, kita nggak perlu khawatir baju dan rambut jadi bau.

Ada yang penasaran mau ke sana?


Post Comment