Bangga Menjadi Apa Adanya Kita

You’ re beautiful and gorgeous in your own way. Don’t let anyone make you feel ugly, because you’ re perfect just the way you are. Stay strong.

Saya masih ingat sekali zaman kecil dulu, Mama saya selalu berpesan supaya saya ini tumbuh jadi anak yang percaya diri. Meskipun punya banyak kekurangan, termasuk dalam kondisi fisik, jangan sampai menghambat saya untuk bisa terus melangkah. Mama saya bilang, “Semua perempuan itu cantik, pasti punya kekurangan dan kelebihan.”

Sampai detik ini, pesan tersebut masih saya pegang. Ngomongin masalah cantik, setiap orang pasti punya persepsi yang berbeda beda. Yang jelas, buat saya cantik tidak hanya diukur dari fisik saja, namun juga cantik hati.

Rupanya Fira Basuki, juga punya pandangan yang serupa. Definisi cantik bagi saya yang terpenting itu dia memiliki hati yang baik. Percuma kalau wajahnya cantik tapi hatinya jahat, kecantikannya enggak akan terpancar dari wajahnya. Baru kemudian fisik bukan wajahnya tapi jika kamu terlihat bersih,” ujarnya saat saya temui di acara peluncuran buku terbarunya berjudul ‘Aku…Cantik’ bersama Pond’s di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta.

bangga jadi diri sendiri*salah satu kutipan yang saya suka dari novel ‘Aku Cantik’

Menurutnya, untuk tampil cantik, perempuan tidak harus menjadi orang lain, tetapi haruslah menjadi diri sendiri apa yang telah menjadi aset diri sendiri terutama wajah. Benar juga, ya, biar bagaimana pun  bisa wajah merupakan identitas yang melekat pada diri kita sendiri sehingga kita memang wajib merawatnya dan paham akan aturan menjaga kesehatan kulit. Apalagi kalau ingat usia memang tidak bisa dihentikan, termasuk masalah kulit yang akan muncul.

Dalam vovel terbarunya, ‘Aku Cantik’,  ibu dari dua orang anak perempuan ini mengangkat 25 cerita inspiratif yang diharapkan dapat menginspirasi jutaan perempuan Indonesia. Novel ini sendiri merupakan salah satu bagian dari rangkaian kampanye 25 Tahun ‘Kisah POND’s dan Kamu’ untuk membuktikan dukungan POND’s dalam mengajak perempuan Indonesia menjadi ‘wajah baru’ di setiap generasi selama 25 tahun.

Mengingat Fira punya anak perempuan, saya pun tergelitik untuk bertanya apa yang ia lakukan agar anaknya tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Ia pun menjawab sedini mungkin  ia selalu mengajarkan anaknya untuk merawat kulitnya agar sehat. “Saya selalu bilang ke anak-anak, kalau anak perempuan itu dilahirkan cantik. Untuk itulah antara inner beauty dan outer beauty harus seimbang.”

Meskipun anak saya laki-laki, saya pun sering kali memberikan pesan yang serupa. Contoh kecilnya, ketika Bumi baru potong rambut, anak lanang saya ini sempat curhat, “Ibu, aku itu sebel, deh, kalau habis potongrambut begini, teman-teman banyak yang ketawain aku. Katanya aku terlihat lucu.”

Ini baru urusan kecil seperti potong rambut. Bagaimana kalau anak saya menghadapi situasi yang lebih besar, menghadapi bullying di sekolah misalnya? Dari sini saya jadi tambah yakin kalau pola asuh memang sangat perperan penting agar anak tumbuh percaya diri. Dengan begitu, konsep diri postitif pada anak pun akan terbangun.

 

 

 

 

 

 

 


Post Comment