Terapi Tanpa Operasi untuk Vagina

Seiring bertambahnya usia, masalah organ intim pun akan semakin meningkat. Sedahkah Mommies memberikan perhatian khusus untuk masalah kesehatan yang satu ini?

organ intim

Sudah tahu, dong, ya, kalau usia harapan hidup perempuan justru di atas laki-laki, yaitu bisa mencapai mencapai 68-72 tahun. Dengan harapan hidup semakin meningkat, otomatis perhatian kita akan kesehatan pun harus semakin diperhatikan. Salah satunya adalah masalah kesehatan organ intim.

Jadi, beberapa waktu lalu saya sempat datang ke acara media edukasi yang dilangsungkan oleh Ciputra Medical Center, salah satu narasumbernya adalah  dr NK Yeni Dhana Sari SpOG yang memberikan materi mengenai organ intim perempuan  Katanya, “kalau selama ini kita selalu memerhatikan soal kesehatan kulit wajah, bagaimana dengan orgam intim kita? Kesehatan ini sering luput diperhatian kaum perempuan. Padahal, sebagai istri hal ini tentu perlu diperhatikan.”

Wah, benar juga, ya! Selama ini rasanya banyak perempuan yang abai akan kesehata organ intim. Maksudnya, kalau merasa ada masalah baru, deh, pergi ke dokter. Menurut dokter Yeni, seiring bertambahnya usia, berbagai fungsi organ tubuh semakin menurun. Tak terkecuali organ intim wanita. Tak heran apabila hal tersebut banyak menimbulkan keluhan, terutama pada wanita yang memasuki masa menopause.

Maklum saja, sih, perempuan seusia saya ini kan sudah mengalam proses persalinan, nah, ketika nanti akan mengahadapi menopause, mau nggak mau, akan membuat organ intimnya tidak lagi dapat berfungsi dengan baik. “Bahkan, hal itu juga membuat tampilan seputar organ intim menjadi tidak menarik. Hal itu menjadi masalah tersendiri bagi wanita. Karena sebenarnya mereka masih ingin melayani sang suami,” ungkap dr Yeni.

Ada banyak masalah yang kerap dihadapi perempuan seputar organ intimnya. Seperti yang diungkapan dr Yeni, bahwa masalah labioplasty merupakan bibir vagina yang melebar bahkan akan membuat nyeri paska berhubungan dan sangat mengganggu saat menggunakan celana ketat. Tak hanya itu saja, lho, masalah seperti vaginoplasty yang menyebabkan dinding vagina jadi kendur sehingga akan berdampak pada kepuasasan ketika melakukan hunungan intim. “Kondisi seperti ini banyak sekali, lho, dikeluhkan oleh para suami.”

Lebih lanjut, dr Yeni menjelaskan saat ini ada beberapa pilihan untuk mengatasi keluhan seperti di atas, yaitu dengan ilmu medis bernama GynaecoAesthetica. Tindakannya pun sangat beragam, baik operatif maupun non operatif seperti laser, radioterapi, dan kimia. Sedangkan untuk tindakan yang non operative, dr Yeni mengungkapkan bahwa dengan prosedur laser, chemical dan radiofrequency bisa dijadikan pilihan.

Menurutnya, dengan perawatan secara radiofrequency bisa membantu  otot – otot dan kulit  vagina yang sudah mengendur ini bisa jadi jadi baik lagi.  “Peremajaan organ intim bisa dikerjakan sebanyak 2 – 4 kali dengan jeda waktu satu minggu sekali. Cara yang satu ini juga bisa dipilih karena sangat mudah dan setelah melakukan perawatan, kita bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala.”

Waktu itu, dokter yang melopori layanan Gynaecoaesthetica ini juga mengingatkan penting bagi kita untuk melakukan berbagai olahraga pada organ intim vagina. Beberapa olahraga yang bagus dilakukan untuk menguatkan otot vagina adalah kegel, pilates, yoga.

Nah, mommies, jangan lupa perhatikan juga kesehatan vagina Anda ya :).