4 Kiat Menghalang Kehadiran Virus dan Bakteri di Rumah Anda

Ruangan yang terlihat bersih belum tentu bebas dari udara kotor, virus, bakteri dan jamur. Padahal, kesehatan seluruh keluarga sedang dipertaruhkan.

4 Kiat Menghalang Kehadiran Virus dan Bakteri di Rumah AndaBagi saya yang namanya rumah bebas dari udara kotor itu hukumnya wajib , maklum saja – saya sendiri memiliki alergi terhadap debu, jika ada debu berlebih maka ashma saya bisa kambuh, yang diawali dengan bersin, pilek berkepanjangan dan akhirnya sesak napas. Apalagi saat sudah memiliki anak, menjaga kualitas udara di dalam rumah sudah menjadi keharusan – salah satu yang saya hindari adalah ruangan yang lembap yang berpotensi mendatangkan virus dan bakteri. Kondisi ini bisa menjadi ancaman serius untuk kesehatan seluruh anggota keluarga.

Ancaman tersebut bisa berupa penyakit influenza, cacar air hingga penyakit-penyakit yang tergolong berat seperti polio dan demam ebola. Hal-hal ini bisa dihindari dengan menjaga imunitas tubuh dan tentu saja memantau kebersihan rumah. Untuk menghalang kehadiran virus dan bakteri di rumah yang sangat merugikan kesehatan – saya melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Memaksimalkan bukaan untuk akses sinar matahari

Sinar matahari diketahui mampu membunuh bakteri penyakit, virus, dan juga jamur yang kerap tumbuh di udara yang cenderung lembap. Caranya membuka jendela-jendela kamar selebar mungkin dan tidak menggunakan AC pada pagi hingga sore hari – hal ini dimaksudkan agar sirkulasi udara di dalam rumah bisa berjalan dengan lancar.

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun

Ayo, siapa di sini yang masih malas mencuci tangan? Dalam sebuah penelitian menyebutkan ada 150 spesies bakteri di tangan manusia, duuuh terbayang nggak sih Anda jika tidak cuci tangan? Padahal, saat berkegiatan baik kita orang dewasa maupun anak-anak, sering bersentuhan dengan segala macam benda, atau berinteraksi dengan orang lain.

  • Mengganti sprei tempat tidur dan gorden secara periodik

Walau sepulang kantor saya dan pasangan pasti mandi, namun tidak tertutup kemungkinan masih ada bakteri atau kuman yang menempel di sekitar sprei, jadi solusi yang paling memungkinkan adalah mengganti sprei secara periodik, seminggu sekali atau maksimal dua minggu sekali. Hal yang sama berlaku pada gorden rumah. Untuk gorden memang tidak sesering mengganti sprei – Mommies bisa mencuci gorden sebulan sekali. Namun, kondisi ini tidak mutlak, apalagi jika ada keluhan khusus pada salah satu anggota keluarga, yang mengharuskan mengganti gorden lebih sering dari biasanya.

4 Kiat Menghalang Kehadiran Virus dan Bakteri di Rumah AndaSetelah melakukan beberapa hal di atas, sebetulnya saya merasa hasil yang didapatkan belum maksimal, masih ada rasa khawatir – kan nggak mungkin ya saya cuci tangan setiap jam :D. Ibarat CCTV, saya ingin mendapatkan pengawasan 24 jam penuh! Setelah mencari informasi dari berbagai sumber sampailah hati saya tertambat pada SHARP Air Purifier with Mosquito Catcher (FP-FM40Y-B), alat ini dengan Plasmacluster High Density 7000 dapat menghasilkan  ion-ion plasmacluster yang secara aktif menyebar ke seluruh ruangan untuk menon-aktifkan virus, bakteri, jamur, serta berbagai bau tak sedap (seperti bau rokok, bau binatang peliharaan dan lain-lain). Selain itu ada teknologi air purifying, yang berfungsi menghisap dan menyaring semua debu, kuman hingga partikel terkecil yang berukuran 0,3 micron. Serta dengan sistem coanda Airflow yaitu kombinasi daya hisap kuat dan aliran udara unik melalui atap serta efektif menghisap debu dan partikel sehingga dapat mengakomodir semua ruangan. Selain bisa membersihkan udara, alat ini bisa menangkap nyamuk dan terbukti aman karena terbuat dari 100% bahan yang tidak berbahaya dan tidak beracun – sehingga kehadirannya di rumah aman bagi seluruh anggota keluarga.

Kini, hati saya pun lebih tenang, karena merasa terlindungi hingga ke bagian yang paling tersembunyi. Semoga anggota keluarga Anda dan saya senantiasa terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya, ya, Mommies.


Post Comment