10 Hal yang Wajib Diketahui Suami Tentang Proses Melahirkan

Ditulis oleh: Nayu Novita

Ada hal-hal yang wajib diketahui suami tentang proses melahirkan supaya kehadirannya nggak malah menjadi penghambat proses melahirkan.

Mendekati waktu persalinan, saya bolak balik bertanya ke suami, apakah dia siap menjadi menemani saya selama proses melahirkan? Bukan apa-apa, saya hanya nggak mau kalau saat saya senewen ternyata dia malah lebih senewen dibanding saya. Saya berharap dengan kehadirannya membuat saya lebih tenang, setuju kan moms! Jadilah saya sibuk ‘menyiapkan’ suami dan dia pun sibuk mencari tahu apa yang akan kami hadapi saat proses melahirkan terjadi. Dan, ini sedikit bocoran untuk para suami yang juga sedang menanti istri tercinta melahirkan.

hal yang perlu diketahui suami tentang persalinan

1. Jangan remehkan “peringatan palsu”.

Menurut penelitian, mayoritas ibu hamil akan mengalami kontraksi palsu alias Braxton Hicks pada usia kehamilan minggu terakhir. Jadi kalau Anda sudah ngepot mengemudi dari kantor menuju rumah dan membawa istri Anda ke rumah sakit, ternyata itu hanya kontraksi palsu, jangan langsung pasang wajah cemberut ya. Kasih aja senyum manis. Ungkapan “Silence is golden” berlaku dalam banyak hal di dunia. Ini adalah salah satu di antaranya.

2. Biarkan ia meremas tangan Anda.

Untuk meredam nyeri kontraksi, pada umumnya ibu hamil akan meremas (atau mencengkeram atau mencakar atau mencubit) tangan (atau lengan, atau bahu, atau bagian tubuh mana saja yang bisa diraihnya) suaminya sambil berharap rasa sakit yang dirasakannya itu segera berakhir atau bisa tersalurkan ke luar. Jika ini yang Anda alami, jangan sekali-sekali memprotes istri dan menghindar darinya. Sekadar lecet atau memar saja belum sebanding dengan hebatnya nyeri kontraksi yang dirasakan oleh istri Anda. So, be a man and deal with it!

3. Selalu ada peluang untuk epidural.

Rasa sakit akibat kontraksi terkadang tidak tertahankan oleh calon ibu, sehingga dalam menjalani proses persalinan mereka akan meminta pemberian obat bius setempat alias epidural. Jika ini yang diminta istri Anda, segera temui dokter dan utarakan keinginan tersebut—meski tidak sejalan dengan rencana semula.

4. Taati perintah dokter.

Kemungkinan, saat berada di dalam ruang bersalin nanti, dokter atau bidan akan meminta bantuan Anda untuk memegangi kaki istri selama proses persalinan. Tak perduli berapa lama proses ini berlangsung, jangan sekali-sekali mengeluh capek atau pegal kepada dokter ataupun istri Anda. Pokoknya, jangan, deh!

5. Jangan marah meski dimaki-maki.

Tergantung tipenya, terkadang calon ibu yang sedang menjalani detik-detik persalinan akan kehilangan kendali atas perkataannya dan mulai melancarkan makian kepada sang suami serta menyalahkannya habis-habisan atas “penderitaan” yang dialaminya saat itu. Kalau ini yang Anda alami, jangan sekali-sekali ikutan marah apalagi balas memaki. Percaya deh, setelah momen persalinan berlalu, istri Anda tidak akan ingat sebagian besar dari kata-kata yang dilontarkannya selama bersalin.

Jangan berharap bayi Anda langsung lucu menggemaskan seperti yang ada di iklan atau film. Apa maksudnya?


Post Comment