Panggul Sempit Melahirkan Normal atau Caesar?

Di antara Anda ada yang sedang mengandung? Dan bertanya-tanya – panggul sempit melahirkan normal atau caesar, ya? Untuk menjawabnya simak informasi di bawah ini.

Panggul Sempit Melahirkan Normal aau Caesar?

Gambar dari www.sciencemuseum.org.uk

Jauh sebelum menikah dan hamil, saya pernah mendapatkan pernyataan dari lingkungan sekitar, yang menyatakan bahwa saya beruntung memiliki panggul besar. Pasalnya menurut mereka, jenis panggul saya akan berpotensi besar untuk melahirkan normal. Yaaa, saya hanya membalasnya dengan senyuman, dan belum mencari tahu lebih dalam lagi mengenai pernyataanya itu.

Seiring berjalannya waktu, rasa ingin tahu saya mengenai korelasi ukuran panggul dengan jenis metode melahirkan seorang ibu hamil pun semakin besar. Apalagi saat mendapati diri saya sendiri yang ternyata harus melahirkan caesar, karena bayi saya ketika itu terlilit tali pusat di leher dan kakinya. Hmmm, jadi bagaimana dong ibu yang memiliki panggul sempit, melahirkan normal atau caesar, ya? Untuk itu mari simak sesi wawancara saya dengan dr. Hari Nugroho sPOG dari RSUD Dokter Sutomo Surabaya berikut ini:

Sebetulnya apa yang disebut panggul sempit dalam dunia kedokteran?

Dalam dunia obstetri atau dikenal dengan ilmu kebidanan, ada 3 macam ukuran panggul. Yaitu panggul normal, panggul sempit ringan dan panggul sempit absolut.

Panggul pada seorang wanita dibagi menjadi 3 bagian, panggul atas, panggul tengah dan panggul luar. Secara tidak langsung, dokter akan menilai ukuran panggul seorang wanita dengan melakukan pemeriksaan dalam dengan tangannya. Dengan menggunakan metode tertentu dan ukuran tertentu, dapat diukur apakah wanita tersebut termasuk dalam kriteria panggul sempit ringan, sempit absolut, atau panggul normal.

Cara lain adalah menggali riwayat persalinan terdahulu, apabila pernah melahirkan anak sebelumnya dengan berat lebih dari 2500 gram atau 2,5 kg maka dapat dipastikan bahwa panggul Ibu tersebut dalam ukuran normal.

Beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai ukuran panggul seseorang, seperti tinggi badan Ibu. Apabila tinggi badan Ibu kurang dari 145 cm, maka kemungkinan bahwa panggul sempit semakin besar, walaupun bukan berarti pasti.

Adakah risiko panggul sempit terhadap masa kehamilan dan saatnya nanti proses persalinan?

Ukuran panggul tidak terlalu banyak memberikan pengaruh perkembangan janin saat persalinan, tetapi mungkin dapat memengaruhi kelainan letak janin akibat bagian terendah janin yang normal yaitu kepala tidak dapat memasuki pintu panggul, sehingga seringkali kelainan ukuran panggul yang berat dapat mengakibatkan kelainan letak (sungsang, lintang atau oblik).

Ukuran panggul memberikan dampak besar saat proses persalinan. Ada 3 hal yang harus didapatkan untuk dapat melahirkan secara normal, yaitu disingkat menjadi 3P, Power (kekuatan mengejan Ibu), Passage (jalan lahir, termasuk di dalamnya ukuran panggul), Passanger (ukuran dan posisi janin).

Apabila didapatkan kesempitan panggul absolut, maka sejak pertama sebaiknya tidak dilakukan percobaan persalinan secara normal, melainkan secara caesar.

Apabila didapatkan ukuran panggul sempit ringan dan ukuran kepala janin normal, dapat dicoba melahirkan secara normal, karena masih sangat besar kemungkinan untuk dapat melahirkan normal. Jika didapatkan ukuran panggul normal, tetapi kepala janin yang besar, dapat juga dicoba melahirkan secara normal. Tetapi apabila ukuran janin besar dan panggul sempit ringan, mungkin akan gagal lahir normal.

Sehingga ukuran panggul dan melahirkan normal adalah suatu keadaan relatif, sehingga diperlukan penilaian panggul dan janin untuk mengambil sebuah keputusan.

Apakah dari awal bisa dideteksi seorang ibu yang dengan panggul sempit melahirkan normal atau caesar?

Bisa, menggunakan pemeriksaan dalam untuk menilai besarnya panggul. Melihat riwayat persalinan terlebih dahulu. Mengukur tinggi badan Ibu dan tentu saja membandingkan taksiran berat janin, besar kepala dengan ukuran panggul tersebut.

Oya, dok – adakah batasan seorang perempuan boleh melahirkan caesar?

Sebetulnya lebih tepatnya tidak ada batas absolut. Tetapi perlu dipahami bahwa semakin banyak operasi sesar yang dilakukan, semakin besar pula risiko terjadi robekan spontan rahim saat perkembangan janin maupun persalinan (atau kontraksi). Kemungkinan terjadinya robekan rahim secara statistik meningkat drastis setelah operasi 2 kali, sehingga seringkali disarankan melahirkan caesar 2 atau 3 kali saja. Selain itu, pembentukan jaringan ikat akibat operasi sebelumnya seringkali mengakibatkan perlekatan di dalam rahim dan dinding dalam perut, sehingga semakin sulit operasi yang dilakukan.

Jarak operasi satu dengan yang lainnya tidak bermakna meningkatkan kejadian ruptur rahim spontan. Sehingga sebetulnya tidak perlu khawatir kapan harus hamil lagi. Tetapi pada praktiknya seringkali disarankan minimal hamil lagi setelah 2 tahun dari caesar terakhir, seringkali ini lebih mengacu ke masalah sosial dan perkembangan anak sebelumnya, supaya dapat perhatian yang cukup dalam masa pertumbuhan penting di 2 tahun pertama.

Jadi, sebaiknya melahirkan normal atau SC untuk ibu hamil dengan panggul yang sempit

Penilaian untuk melahirkan normal tidak cukup hanya panggul, melainkan ukuran janin juga ikut dinilai. Apabila memungkinkan, selalu harus dicoba persalinan normal, panggul sempit ringan tetap masih memungkinkan untuk dilakukan persalinan normal.

Semoga informasi yang disampaikan dr. Hari bisa menjawab pertanyaan para ibu hamil yang memiliki panggul sempit ya :)


Post Comment