7 Tipe Orang yang Kita Temui Di Rumah Sakit

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Salah satu hal seru yang kerap saya lakukan saat menunggu proses melahirkan ataupun setelah melahirkan, yaitu memperhatikan tipe orang yang kita temui di rumah sakit.

Saat melahirkan (baik dulu) maupun yang kedua ini, paling tidak saya biasanya menghabiskan waktu di rumah sakit selama 3 hari. Artinya, saya pun bertemu dengan banyak orang di rumah sakit. Mulai dari dokter, perawat, petugas rumah sakit lainnya hingga pengunjung dan pasien lain. Dari hasil sok-sok mengamati, saya melihat ada beberapa tipe orang yang saya temui:

tipe orang di rumah sakit

1. Pasien yang hobi mengeluh
Orang tipe ini hobinya ngeluuuuuh terus. Mulai dari mengeluhkan fasilitas rumah sakit seperti handuk yang ukurannya terlalu kecil, makanan rumah sakit yang rasanya ya begitu deh (walaupun memang benar mengenai rasa makanan ini, hahaha) sampai ketidak sigapan suster perawat ketika dipanggil. Bahkan mengeluhkan mengenai bayinya yang susah menyusu. Jauh-jauh deh dari orang seperti ini, yang ada kita jadi ikutan stress dan bisa aja kebawa mengeluh terus.

2. Pasien “sok” pintar
Tipe ini kerap menunjukkan kalau dia tahu banyak hal. Mulai dari cara memandikan bayi yang benar, posisi menyusui yang tepat sampai mengatur makanan yang saya makan. Kalau dia ada di sebelah Anda saat Anda sedang menunggu proses melahirkan, bersiap-siap juga kalau dia akan mengajarkan cara mengejan yang benar. Biasanya ini adalah ibu-ibu yang sudah melahirkan anak kesekian.

2. Pasien yang paham seluk beluk rumah sakit
Biasanya awal percakapan adalah “Sama dokter siapa yang megang?” Dan kemudian berlanjutlah informasi super lengkap mengenai setiap dokter yang ada di rumah sakit ini. Dokter A itu mulutnya ceplas ceplos tapi benar. Dokter B ganjen. Jangan sama Dokter C, suka ngasih antibiotik… dst. Bahkan dia juga bisa akrab lho sama perawat-perawat di sana. Curiga jangan-jangan anak yang punya rumah sakit :D.

3. Si dokter populer
Biasanya dokter populer itu dipegang sama dokter yang ganteng dan cerdas, dokter senior atau dokter yang memang ramah. Menjadi pasien dari dokter populer macam ini ada enaknya lho. Misalnya, permintaan pindah kamar dari kelas satu ke VIP saat sedang full suka didahulukan kalau dokter populer ini yang meminta.

4. Dokter yang minim sopan santun
Berkebalikan dengan si dokter populer, ada dokter yang sopan santunnya patut dipertanyakan. Misal, hal yang paling mudah adalah, jam praktik yang kerap mundur hingga 2 jam lamanya tanpa alasan yang jelas. Atau,setiap kali visit pasien dan pasien banyak tanya jawabnya ketus dan buru-buru keluar ruang rawat inap. Bisa juga mengancam anak kita dengan suntikan kalau si anak rewel. Ini menyebalkan sekali.

5. Suster tak ramah
Atau lebih tepatnya suster dengan wajah galak, hehehe. Saya sendiri tak pernah tahu bagaimana sebenarnya kepribadian suster dengan wajah galak ini. Yang pasti, setiap mendatangi kamar saya untuk mengecek infus atau memberikan obat, wajah suster ini tak pernah tersenyum. Saya juga jadi malas bertanya-tanya, lah wong wajahnya udah merengut seperti itu.

6. “Konsultan ASI”
Konsultan ASI yang saya maksud di sini adalah pengunjung atau pasien lain yang merasa sangat ahli dalam dunia per-ASI-an, namun dia sendiri tidak memiliki sertifikat sebagai konselor ASI yang resmi. Umumnya, orang tipe ini hanya ikut-ikutan. Bila bertemu orang dengan tipe ini, ia bisa berbicara terus menerus tentang ASI, seakan Anda tidak mampu memberikan ASI.

7. Agamis
Segala kondisi dikaitkan dengan agama. Proses melahirkan dihubungkan dengan agama. Proses menyusui juga dikaitkan dengan agama. Anak sakit juga sami mawon. Nggak masalah sih karena ini kan urusan kepercayaan ya, tapi nggak semua orang memiliki kadar keagamaan yang sama.

Mommies mau menambahkan?


Post Comment