Untuk Para Rekan Kerja yang Belum Mempunyai Anak

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Agar hubungan di kantor tetap berjalan dengan harmonis, ada baiknya hal-hal ini dipahami oleh satu sama lain.

Kembali bekerja setelah cuti melahirkan dan menyandang predikat baru sebagai ibu tentu mau tidak mau juga membuat ritme saya sebagai perempuan bekerja sedikit mengalami perubahan. Prioritas juga berubah dan sayangnya tidak semua rekan kerja yang memahami perubahan ini. Dan, biasanya yang suka nggak ngeh adalah teman-teman saya yang belum memiliki anak. Tidak bermaksud bagaimana sih, tapi saya berharap beberapa point ini dapat dimengerti :D.

untuk teman kerja yang belum punya anak

*Image dari cloudfront.net

1. Kalau saya tidak makan siang berjam-jam, bukan berarti saya mencari muka terhadap atasan, tapi karena saya mau efisien bekerja.

Sesekali makan siang yang menghabiskan waktu satu jam sampai satu jam 30 menit mungkin masih bisa. Tapi kalau saya lebih sering makan siang 30 menit dan kembali bekerja, itu bukan karena saya ingin cari muka di depan atasan. Tapi karena saya ingin pekerjaan saya selesai pada waktunya. Dan masih banyak list to do yang harus saya lakukan, seperti memerah ASI minimal 2-3 kali dalam waktu kerja. Dan, salah waktu paling berharga untuk saya memerah ASI ya pada jam makan siang.

2. Maaf kalau saya memenuhi kulkas kantor dengan botol-botol ASIP

Jangan kasih saya tatapan sinis karena merasa kulkas kantor penuh dengan botol ASIP milik saya. Karena isi di dalam botol-botol itulah yang membuat anak saya bisa terus bertum buh dengan sehat tanpa mamanya harus berhenti bekerja. Kalau boleh menggotong sendiri kulkas di rumah sih, mungkin akan saya lakukan. Masalahnya kan nggak boleh :D.

3. Jangan komentari barang bawaan saya yang banyak

Iya memang barang bawaan saya banyak! Selain tas kerja, saya juga membawa tas lain yang berisi pompa elektrik, botol-botol untuk menyimpan ASIP, cooler, breastpad dsb-nya.

4. Sebisa mungkin saya akan pulang tepat waktu

Ini masih berkaitan kenapa saya malas makan siang terlalu lama, karena jujur saja, saya ingin sebisa mungkin pulang tepat waktu. Kalau sesekali saya harus lembur ya bisa-bisa aja. Jadi berhenti memberi saya tatapan heran kalau jam pulang kerja selesai saya sudah mengangkat tubuh dari kursi kerja. Tenang, saya datang lebih pagi dibanding sebagian besar dari kalian kok :D.

5. Saya sangat mencintai anak saya, tapi bukan berarti saya ingin selalu membicarakan tentang mereka setiap saat.

Jadi, boleh ya hentikan basa basi pertanyaan tentang anak saya sebelum memberikan saya pekerjaan. To the point aja akan lebih saya hargai :p.

6. Berhenti mengeluh tentang pekerjaan dengan saya

Urusan saya sendiri sudah banyak loh! Mengurus rumah, mengurus pasangan, mengurus anak, mengurus pekerjaan. Jadi saya nggak punya waktu untuk mendengarkan curhatan nggak penting terus menerus. Kembali lagi, kalau sesekali masih ok, lah. Tapi kalau terus menerus, mending cari hiburan untuk diri Anda. Buat saya, take it or leave it. Masih butuh uangnya dan belum mendapat pekerjaan baru?Ya sudah nikmati. Atau cari pekerjaan lain yang mungkin menurut Anda lebih baik.

7. Saya benar-benar bekerja di rumah

Saya tidak tahu dengan ibu bekerja lain ya. Tapi kalau saya izin tidak masuk dan akan bekerja dari rumah,saya benar-benar melakukan hal itu. Meskipun ada bayi di pangkuan saya, namun saya masih mampu melakukan semua pekerjaan. Kondisi khusus yang mengharuskan saya menjaga anak di rumah bukan jadi penghalang untuk menyelesaikan pekerjaan saya.

Selamat menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama rekan kerja di kantor ya Moms :).


Post Comment