Seberapa Penting Fungsi Time Out Ketika Anak Tantrum?

Adakalanya si kecil memasuki masa tantrum, kalau sudah begini sebagai orangtua penting untuk melakukan time out. Alias keluar sejenak dari sikon yang keos untuk menetralkan emosi – seberapa penting fungsi time out ketika anak tantrum, dan bagaimana cara terbaik melakukannya?

Seberapa Penting Fungsi Time Out Ketika Anak Tantrum?

Beberapa waktu lalu, saya diuji menjadi ibu yang lebih sabar  – pasalnya saya anak pertama Jordy yang berusia 16 bulan mengalami tantrum. Reaksi yang keluar adalah sulit sekali diajak kerja sama untuk dipakaian baju setelah mandi. Lantas hal pertama yang saya lakukan adalah menjauh sejenak dari situasi tersebut, menyerahkan Jordy kepada suami saya kuncinya tetap tenang saat anak tantrum.

Bersyukur sumbu sabar pasangan lebih panjang daripada saya, hahaha. Jadi saat dihadapkan dengan situasi keos seperti ini, dia bisa dengan cepat berganti posisi dengan saya. Ketika itu saya memutuskan untuk kembali ke kamar kami di lantai dua, sebelumnya saya menenggak segelas air hangat lalu berbaring. Sekitar hampir 30 menit saya pun kembali menghampiri Jordy dan merasakan tingkat didih emosi saya jauh berkurang :D. Poinnya fungsi time out ketika anak tantrum ini benar-benar saya rasakan manfaatnya, Mommies.

Sejalan dengan efek yang saya rasakan, Irma Gustiana A,M.Psi, Psi  (Psikolog Anak dan Keluarga) dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia dan Klinik Rumah Hati pun mengamini manfaat time out saat anak sedang tantrum. Orangtua butuh untuk mengambil sikap time out. Cara ini digunakan untuk mengurangi respon negatif terhadap situasi yang menekan, seperti kemarahan, kesal atau rasa frustasi.” Jelas Irma. Mengenai lamanya time out, Irma menyarankan melakukannya 10-15 menit atau maksimal 30 menit – jangan sampai terlalu lama karena anak butuh penanganan segera.

Jika ketika time out tadi saya hanya minum air hangat, Irma menyarankan untuk mengonsumsi teh hangat beraroma camomile yang memiliki efek menenangkan. Selain itu, ambil nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Mommies bisa menambahnya dengan mencuci muka dan mengudap makanan dengan kadar gula rendah. Saat Anda sedang time out, Irma mengingatkan agar pasangan memeluk si kecil “Karena mereka hanya butuh untuk dimengerti. Terkadang Anak sulit untuk mengungkapkan perasaannya sehingga ia menunjukkannya dengan perilaku tantrum.”

Kesimpulannya, penting sekali memberlakukan time out saat si kecil sedang tantrum – dengan catatan bergantian ya, Mommies dengan pasangan Anda. Karena itu tadi, anak Anda butuh segera ditangani. Fungsi dari time out menurut Irma, agar orangtua bisa berpikir lebih tenang. Karena dikhawatirkan jika tidak time out, akan muncul perilaku negatif. Misalnya membentak atau bahkan hingga memukul karena tidak sabar menghadapi si kecil. Dan jangan lupa selalu bekerja sama yang konsisten dan pasangan ya, Mommies.


Post Comment