9 Hal Tentang Anak yang Dapat Kita Rayakan

Ditulis oleh: Nayu Novita

Kalau berkaitan dengan anak, pasti banyak yang mau kita rayakan, benar nggak? Dari yang banyak itu saya mengerucutkan lagi menjadi 9 hal tentang anak yang dapat kita rayakan.

Dan ini di luar merayakan ulang tahunnya karena merayakan pertambahan usia anak pasti sudah biasa kita lakukan, kan!

Namanya  menjadi orangtua memang selalu penuh dengan warna dan petualangan baru. Sejak kelahiran si kakak (9,5) hampir sepuluh tahun lalu hingga peristiwa gigi tanggal si adik (5) untuk pertama kalinya minggu lalu, hidup saya rasanya tak pernah sepi dari berbagai kehebohan dan keseruan yang bersumber pada mereka berdua. Bagi saya, setiap pencapaian dan pengalaman pertama dalam kehidupan si kecil layak diganjar dengan perayaan—meski hanya dalam bentuk jepretan foto ataupun goresan catatan.

Bukan hanya menjadikan si kecil tahu bahwa setiap detik dalam kehidupannya adalah sebuah momen yang berharga bagi kita—orangtuanya, melainkan juga menjadi pengingat bagi diri sendiri agar senantiasa bersyukur atas kehadiran makhluk mungil yang tak pernah gagal menghadirkan perasaan cinta tanpa syarat (yang datang silih berganti dengan perasaan jengkel akibat rengekan yang tak kunjung berhenti, ha ha ha!) Anyway, menurut saya, ini beberapa hal penting dalam kehidupan si kecil yang layak kita rayakan sesuai dengan periode tumbuh kembang bayi.

Merayakan hidup anak

1. Tangisan pertama
Setiap ayah yang mendampingi persalinan dan setiap ibu yang sadar penuh ketika melahirkan pasti tahu bahwa tangisan si kecil adalah hal penting yang amat dinanti-nanti kehadirannya. Semakin kuat tangisan pertamanya mencerminkan semakin sehat pula kondisi tubuh—terutama paru-paru si kecil. Makanya, jangan anggap saya (atau suami saya) lebay kalau menganggap tangisan pertama si kecil ibarat musik terindah.

2. Senyum atau tawa pertama
Hal berikut yang membuat saya kegirangan adalah saat berhasil menangkap basah si kecil tersenyum atau tertawa untuk pertama kalinya. Beneran deh. Apalagi saat sedang menyusui di malam hari (sambil mengantuk) kemudian dia tersenyum. Oke…. mood booster bagi saya untuk rela begadang kembali. Menyaksikan senyum pertama si kecil ketika sedang menyusu di pelukan saya? Priceless!

3. Gigi pertama
Ada bayi yang terlahir dengan sudah memiliki gigi di dalam mulutnya, tetapi lebih banyak lagi yang giginya baru muncul saat menginjak usia beberapa bulan. Kedua anak saya termasuk golongan kedua. Saya punya tuh, foto mereka sedang nyengir dengan hanya satu gigi yang muncul malu-malu dari dalam gusi. Seminggu lalu, saya juga membuat foto si adik yang dengan bangga menunjukkan gusi ompongnya yang pertama.

4. Kata pertama
Nggak enaknya memilih panggilan “bunda” adalah karena kecil kemungkinan untuk menjadi kata pertama yang diucapkan oleh anak (ya iyalah, susah gitu lho melafalkannya…). Makanya, “mama” menjadi kata pertama yang diucapkan oleh si kakak dan si adik (ibu saya—yang dipanggil dengan sebutan “mama” oleh anak-anak tentu senang jadinya). Tetapi, apa pun itu, kata pertama dari si kecil tetap kedengaran begitu lucu.


Post Comment