Luka Bakar pada Anak, Bagaimana Mengatasinya?

Luka bakar pada anak harus segera diatasi dengan cara yang tepat. Berikut penjelasan dari dr. Dita Elvina.

“Ibu…. aku bantuin ibu masak, ya!”

“Kalau aku main korek api boleh nggak, bu?”

Anak seusia Bumi, 5 tahun, memang banyak ingin tahu. Ingin mencoba segala hal, termasuk kegiatan yang (bisa) membahayakan seperti main api. Pernah suatu kali, saat ikut membantu saya masak di dapur, nggak sengaja tangan anak lanang saya mengenai panci panas. Alhasil, tanggannya pun mengalami luka bakar dan melepuh.

luka bakar pada anak

Sepengetahuan saya, salah satu tindakan pertolongan pertama di rumah untuk mengatasi luka bakar bisa menggunakan pasta gigi atau mentega. Nyatanya tindakan ini sama sekali tidak disarankan untuk mengatasi luka bakar, baik untuk anak-anak ataupun orang dewasa. Cara yang justru bisa membuat luka semakin parah, dan berisiko menimbulkan infeksi.

Fakta ini saya ketahui ketika mengikuti media mengenai Pentingnya Pembekalan First Aid (P3K) di Rumah bersama Beiersdorf.  Saat itu, dr Dita Elvina, Koordinator Instalasi Gawat Darurat Brawijaya Children and Women Hospital mengatakan tindakan pertama yang perlu kita lakukan adalah mendinginkan luka tersebut sesuai dengan suhu ruangan.

Oleh karena itulah dr. Dita menyarankan agar melakukan tindakan mengalirkan  air yang sejuk terlebih dahulu pada luka tersebut, setelah 10 sampai 15 menit kemudian luka bisa diolesi seperti burnazin (gel). “Jangan menggunakan odol apalagi mentega, karena akan terjadi infeksi yang lebih luas lagi,” ungkapnya.

Langkah selanjutnya adalah dengan menutupi luka tersebut dengan gel, dan menutupnya dengan kasa steril. Namun, jika luka bakar tersebut masuk dalam kategori yang cukup berat, bisa saja menimbulkan efek panas. Bahkan menurut dr. Dita, kalau lukanya masuk kategori derajat tiga, anak pun harus segera dibawa ke rumah sakit. Karena biasanya muncul dehidrasi.

Luka bakar yang masuk dalam derajat tiga adalah luka bakar dengan kondisi yang sudah sampai pada kulit jangatnya atau sudah sampai bagian saraf. Sudah bisa dipastikan, raanya akan sakit sekali. Nggak heran, kalau kondisi ini mengharuskan kita segera membawa anak ke Rumah Sakit, karena pertolongan pertama di rumah tidaklah cukup. “Biasanya kondisi ini anak harus dirawat, karena dokter harus memberinya antibiotik dan cairan. Biasanya lagi terjadi dehidrasi dan infeksi yang lebih luas,” ungkap dr. Nita.

Sementara kalau luka bakar sudah menyebabkan kulit melepuh, bisa masuk dalam derajat kedua. Namun, yang harus diingat gelembung ini tidak boleh dipecahkan karena bisa menyerap sendiri karena akan menjadi pelembab sendiri.  Sementara kalau luka bakar derajat satu, lukanya tersebut hanya di bagian kulit luar.

Hal penting lain yang perlu diingat adalah semakin cepat luka bakar ditangani dengan perawatan tepat, makan luka bakar pun akan bisa pulih secara maksimal.


Post Comment