MD Lunch: Dana Darurat atau Dana Pensiun Terlebih Dahulu?

Lebih baik mempersiapkan dana darurat atau dana pensiun terlebih dahulu? Agar kehidupan masa kini dan hari tua nanti berjalan dengan sejahtera.

MD Lunch: Dana Darurat atau Dana Pensiun Terlebih Dahulu?

Kalau sudah membicarakan dua pos keuangan di atas, rasanya jantung bisa tiba-tiba berdegup kencang nggak sih, Mommies? (tentu saja selain dana pendidikan :D)  Ya, bayangkan saja, keduanya bisa dibilang sama-sama penting untuk kelangsungan hidup sebuah keluarga. Menurut Yorinda Yap, Wealth Management Service Commonwealth Bank, kedua pos tersebut adalah bagian dari kebutuhan finansial dasar yang harus dimiliki keluarga untuk bekal di hari tua. Pernyataan tersebut saya dapatkan dari MD Lunch di akhir November lalu bersama WISE (Women Investment Series) Commonwealth Bank, di Qsmoke House. Mari kita cari tahu lebih dalam mengenai mana yang harus didahulukan dana darurat dan dana pensiun.

Apa itu Dana Darurat?

Dana darurat adalah dana yang kita sisihkan di luar kantong keuangan kita untuk kebutuhan sehari-hari. Tujuannya untuk membiayai kejadian yang tidak terduga, misalnya salah satu dari pasangan terkena PHK – maka dana darurat ini bisa digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Selain itu untuk memberikan jaminan kepada kita, bahwa jika ada kejadian yang di luar keinginan – Anda dan keluarga tidak akan mengalami kesulitan finansial. Apalagi sampai meminjam uang sana sini dan terlibat utang kartu kredit. Selain itu ada 3 prinsip dana darurat yang harus Anda patuhi:

  • Cara pengumpulan dana darurat disarankan dipisahkan dari rekening yang menampung kebutuhan sehari-hari, instrumen investasi ataupun tabungan jangka pendek yang dimaksudkan untuk pemenuhan tujuan jangka pendek. Artinya Anda harus membuka rekening khusus dana darurat.
  • Mudah diambil kapan saja dan dimana saja. Pastikan Mommies menabung di bank yang memiliki jaringan ATM Bersama dan Mobile Banking yang dapat melakukan transfer antar bank tanpa biaya tambahan
  • Liquid atau mudah dicairkan saat dibutuhkan dan aman. Produk yang disarankan oleh Yorinda adalah tabungan dan reksadana. Di poin ketiga ini, Yorinda menyarankan untuk memilih produk investasi tabungan dan reksadana pasar uang, karena memiliki potensi hasil seperti time deposit.

Reksadana: dimana uang para nasabah atau investor dikumpulkan dalam satu wadah kemudian dikelola oleh manajer investasi, kemudian uang kita ditempatkan untuk mengejar imbal hasil setinggi-tingginya tapi juga meminimalisir risikonya. Jadi bisa dipastikan, uang kita akan di-invest di instrumen-instrumen investasi yang sudah jelas kredibilitasnya.

 Ilustrasi kebutuhan dana darurat:

 

Status atau Pekerjaan Besarnya Dana Darurat
Single  3x – 6x pengeluaran bulanan/kebutuhan dasar bulanan
Menikah  6x – 9x pengeluaran bulanan
1 anak  9x – 12x pengeluaran bulanan
2 anak atau lebih  12x – 15x pengeluaran bulanan
Pekerja lepas (freelancer) atau wirausaha (self employed)  12x pengeluaran bulanan
Wiraswasta (bisnis UKM)  12x pengeluaran bulanan
Pensiunan  12x pengeluaran bulanan

Kalau melihat rumus di atas kok banyak sekali ya, Mommies? Yorinda bilang tidak perlu khawatir, “Yang penting kita sudah tahu patokannya seperti itu, jadi rumus di atas menjadi target kita ketika proses menabung, jadi langkah pertama harus menghitung berapa pengeluaran keluarga setiap bulannya”jelas Yorinda kepada peserta MD Lunch. Dan memang angka tersebut tidak bisa langsung Mommies peroleh, jadi ya harus sabar dan konsisten menabung setiap bulannya.Di halaman selanjutnya mari berkenalan dengan dana pensiun


Post Comment